
Angel lekas keluar dari kamar tuannya setelah diberikan perintah. Ia melangkah menuruni tangga menuju dapur dengan bersenandung ringan. Jujur ada rasa lega saat tuannya tahu tentang jati dirinya yang sebenarnya. Di dapur ia hendak membantu mbok Rum untuk membereskan piring kotor yang dipakai setelah makan malam.
"Nduk, tadi kamu diapain sama tuan? Tuan ga marah lagi kan?" tanya mbok Rum saat melihat Angel mendatanginya.
"Alhamdulillah ndak dimarahi kok mbok. Tadi Angel cuma disuruh mijat tuan saja." Jawab Angel sambil tersenyum bahagia. Lalu ia melanjutnya ceritanya lagi. "Tapi mijat badannya tuan itu susah mbok. Tuan kan banyak ototnya. Jadi keras waktu Angel pegang."
"Emang kamu mijit apanya?"
"Mijit lengan sama dadanya tuan."
Mbok Rum mengernyitkan keningnya kemudian bertanya lagi, "Mijit dada?"
"Iya mbok, tuan rebahan trus Angel pijit."
"Kok rebahan? Bukan tengkurap?
"Tuan mintanya gitu mbok."
"Trus yang kamu pegang apa saja?
"Lengannya, sama dadanya. Keras banget otot lengannya ya mbok. Dadanya juga keras. Apalagi otot yang di bawah perut. Sampai menonjol gitu loh mbok. Kaya nya celananya tuan kekecilan deh." Lanjut cerita Angel sembari mengelap meja dapur yang kotor.
Prang! Mbok Rum menjatuhkan piring tanpa sengaja setelah mendengar cerita Angel. Untung piring itu masih di dalam tempat cuci piring, jadi tidak sampai pecah. Mbok Rum terkejut dengan cerita Angel tentang otot di bawah perut. Lalu cepat-cepat ia mengelap tangannya dengan lap kering walaupun ia sadar apa yang ia kerjakan belum sepenuhnya selesai. Setelah tangannya kering, mbok Rum segera menarik tangan Angel untuk ia bawa ke dalam kamarnya. Ia dudukkan Angel di tepian tempat tidurnya untuk diajak berbicara.
"Alhamdulillah nduk.. kamu selamat." Ucap mbok Rum sambil mengelus rambut Angel pelan.
"Selamat?" tanya Angel dengan wajah penasaran.
"Sekarang ceritakan sama simbok, apakah tuan berbuat sesuatu terhadapmu?”
“Sesuatu? Ehm, tuan Cuma bertanya tentang alasan Angel melarikan diri dari rumah.”
“Maksud simbok tentang otot di bawah perut nduk ayu..” mbok Rum bertanya sekali lagi dengan penuh penekanan. Memandang ekspresi Angel yang bingung, mbok Rum melanjutkan lagi. “Begini sekarang simbok tanya sama kamu. Apa yang ada di bawah perutmu?”
“Yang di bawah perut ya ke-malu-an.” Jawab Angel lugas.
Mbok Rum Cuma mengangkat alisnya dengan tatapan sedikit menggoda. Sedangkan Angel menatap mbok Rum yang terdiam sesaat membuatnya makin berpikir.
“Astaga mbok, aku lupa. Itu pasti ke-malu-an nya tuan kan?” jawab Angel sembari menutup mulutnya yang ternganga.
Mbok Rum mengangguk pelan dengan tatapan yang tak mudah untuk diartikan. “Iya, nduk ayu, itu milik tuan muda. Apa kau tidak tahu bagaimana ke-malu-an itu?”
“Mana mungkin itu ke-malu-an mbok? Kenapa sebesar itu? Itu bukan tumor kan?” ucap Angel dengan mata melotot.
__ADS_1
“Astagfirullah bocah iki.” Mbok Rum menepuk jidatnya pelan, kemudian melanjutkan lagi. “Itu benar-benar tititnya tuan muda nduk Angel. Percaya sama simbok. Simbok ini sudah pengalaman.”
“Wow.. mbok Rum banyak pengalaman lihat ke-malu-an nya laki-laki ya? Tapi apa memang sebesar itu mbok?” tanya Angel dengan penuh antusias.
“Begini ya nduk, simbok jelaskan. Laki-laki kalau melihat yang bening-bening suka on. Maksudnya bagian itu nya otomatis tegang. Yang awalnya bentuknya mungil jadi membesar.” Jelas mbok Rum sambil membentangkan tangannya untuk menggambarkan sesuatu. Lalu melanjutkan lagi penjelasannya. “Berhubung kamunya bening gini, tuan jadi terangsang. Bukannya kamu bilang tuan minta pijat. Jadi sudah bisa dipastikan tuan ingin melakukan sesuatu sama kamu.”
“Melakukan apa mbok?”
“Melakukan hubungan pria dan wanita kalau buat anak.
“Ah! Angel tahu. Pasti yang pernah diceritakan Lia yang soal pembentukan embrio. Memang apa hubungannya sama Angel mbok?”
“Itu berarti tuan pengen melakukan itu sama kamu.”
“Melakukan? Kegiatan pembentukan embrio maksudnya? Memang bagaimana caranya mbok?” jawab Angel karena teringat cerita sahabatnya Alia.
“Allahuakbar! Kamu ini dari planet mana sih nduk ayu. Moso gini aja ndak tahu.”
“Angel tahu kok mbok, maksud mbok Rum buat anak kan? Embrio terbentuk kalau sel ****** bertemu dengan sel telur di dalam rahim. Lalu apa hubungannya dengan ke-malu-an?”
“Ketemunya mereka itu di dalam rahim. Rahim ada di dalam perut wanita to. Jadi ke-malu-an nya laki-laki harus di masukkan biar ketemu telurnya perempuan. Haduh opo iku namanya mbok ndak tahu.”
“Di masukkan ke mana mbok?”
“Caranya gimana mbok?”
“Sudah ah, mbok ndak mau menjelaskan lagi. Pusing mbok ngomongin gini ke anak kecil. Sekarang mbok tanya lagi, kamu ndak diapa apain tuan kan?”
“Tidak kok mbok, Angel Cuma disuruh mijet saja. Trus tuan nyuruh Angel keluar kamarnya.”
Mbok Rum menghela nafas lega. “Besok lagi kalau lihat gundukan di celana tuan, kamu menghindar saja ya. Jangan deket-deket tuan muda.”
“Hem, iya mbok. Angel nurut aja apa yang mbok katakan. Daripada tuan minta buat anak sama Angel. Angel kan masih kecil, belum boleh punya anak karena belum menikah.”
Sekali lagi mbok Rum mengelus dada mendapati orang yang begitu polos seperti gadis di depannya. Angel ini bagaikan berlian yang belum ditempa. Karena dengan kepolosannya ini, pesona nya berada. Sifat baik dan ceria yang menghiasi kecantikan fisiknya adalah daya tarik tersendiri untuk para lelaki yang melihat. Terlebih untuk tuan mudanya yang sangat ahli di bidang peranjangan. Dia pasti mulai tertarik dengan sosok gadis di hadapannya ini.
**
Sedangkan di tempat lain, kedua sejoli yang sedang tahap pendekatan tengah menikmati makan malam di salah satu resto elit di kota Shanghai. Nanjinglu street atau jalan nanjing adalah salah satu tempat tersibuk di dunia selain fifth avenue dan times square. Jadi yang ada di sini tentunya hal-hal yang serba elit.
Di restoran ini Alia benar-benar merasa dimanjakan. David memperlakukannya bak seorang putri raja. Alia merasa mereka sudah seperti sepasang kekasih.
“Bang, kita jalan-jalan sebentar ya nanti.”
__ADS_1
“Iya nanti aku bawa ke taman Yu. Destinasi wisata di shanghai.”
Setelah makan malam selesai, mereka menuju ke salah satu destinasi terkenal di kota Shanghai. Taman Yu memiliki banyak wahana di dalamnya. Bangunan yang sudah ada sejak dinasti Ming memiliki tempat yang indah di dalamnya. Selain bangunan khas cina, terdapat pula kolam, kebun berbatu dan jembatan.
Alia menatap lapar atas keindahan yang disajikan di depan matanya. Banyak bangunan kuno yang masih sangat terawat di dalamnya. Belum lagi taman indah di sepanjang sungai mengalir. Benar-benar tempat yang sangat romantis.
“Bang ini kaya yang ada di drama kolosalnya cina ya? Gila bagus banget ya bang. Kirain yang di dracin itu rekayasa kamera semua, ternyata bener ada tempat seperti ini. Indah sekali ya bang..” ujar Alia dengan mata berbinar mengurai pemandangan di sana.
Sedangkan David nampak tidak fokus melihat pemandangan di sana. Tatapan matanya saat ini tertuju pada wajah gadis yang berdiri di sampingnya saat ini. Wajah putih bersih yang nampak sangat cantik meski tanpa polesan make up di atas kulit wajahnya.
“Iya, indah sekali.” Tanggapan David yang sebenarnya tertuju pada Alia.
“Ayo bang, kita ke tepi sungai itu.” Ajak Alia sambil menarik tangan David.
Di sinilah saat ini mereka. Duduk di bangku kayu yang terletak di taman sepanjang sungai. Pencahayaan yang sedikit remang dengan beberapa lampu yang menyorot tanaman teratai menambah suasana romantis di dalamnya. namun tiba-tiba Alia tertarik saat melihat bunga teratai yang ada di depannya.
Alia mendekati sungai yang ditumbuhi bunga teratai itu. Ia mencoba menggapai bunga teratai yang sedikit menjuntai ke arahnya. Namun tanpa diduga kakinya terpeleset karena menginjak tanah yang sedikit lembek. Namun tangan kokoh David menahannya. Ia rengkuh pinggang Alia agar tak terjatuh ke sungai.
Alia terhenyak bercampur terkejut atas yang terjadi padanya. Makin terkejut saat tubuhnya telah ada dalam rengkuhan tangan David. Posisi Alia yang saling bertatapan dengan David, membuat Alia terpana seketika. Dia tak pernah bermimpi bisa sedekat ini dengan David.
David memandang wajah Alia yang saat ini ada di hadapannya. Wajah yang makin cantik dengan pemandangan yang indah di sekelilingnya. Cahaya temaram dari lampu di sekitar mereka membuat wajah Alia terlihat makin mempesona bak putri raja di sana.
Lama mereka terdiam dengan posisi seperti itu. Posisi yang bisa dibilang intim. Tangan David masih memeluk pinggang Alia tanpa sadar. Dan Alia seakan tidak mau memutuskan kontak mata dengan David.
Saat Alia mulai sadar, timbul rasa sungkan. “Ehm, terima kasih bang.” Ucap Alia sembari mencoba melepaskan tubuhnya dari rengkuhan tangan David.
Namun sebelum Alia berhasil melakukannya, Tiba-tiba tangan David merengkuh belakang kepala Alia dan menempelkan bibirnya di sana. Alia menegang dan melototkan matanya atas tindakan tiba-tiba David.
Awalnya Cuma menempel, namun David makin mendekatkan lagi tubuhnya ke tubuh Alia dan memperdalam ciumannya. Respon kaku Alia, dapat diartikan David kalau ini adalah pertama untuknya. David merasa bangga dengan itu. Alia kemudian memejamkan matanya untuk menikmati rasa yang baru ia alami.
Tangan David yang menyentuh bagian kepala belakang Alia sedikit meremas pelan seiring belaian bibirnya ke bibir Alia. Suasana sunyi di sana mengisyaratkan seolah olah semesta ikut mendukung kegiatan mereka. Tak ada suara apapun yang terdengar di sana kecuali suara decapan pertemuan dua bibir yang saling berkonfrontasi.
Alia kemudian menepuk dada David dengan keras. David pun melepasnya cepat. “Al, kenapa kamu tidak bernafas?”
“Hahh.. emang harus nafas ya bang?”
“Tentu saja kamu harus bernafas di sela ciuman tadi.”
“Oh gitu. Ayo ulangi lagi bang. Kali ini Alia ambil nafas.” Ujar Alia sambil meletakkan kedua tangannya di leher David dan mendekatkan wajahnya dengan wajah David untuk meraih bibir David. Dan terjadilah ciuman panjang karena neng Alia adalah siswa yang pandai di kelasnya. Dia murid yang cepat menangkap segala yang diajarkan dari gurunya. Termasuk saat ini. Neng Alia sudah bisa menarik nafas di sela ciuman.
Alia bersorak dalam hati. ‘Abah, siap-siap punya cucu.’
Ehm, yang benar nikah dulu neng.. bukan punya cucu. Astaga ngebet amat anaknya haji Sofian.
__ADS_1