Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Diterima


__ADS_3

"Au! Nenek..ini kdrt namanya." ucap Xialin sambil mengusap kepalanya yang baru saja terlempar tas jinjing dari sang nenek.


"Ehem!" Kakek mencoba menyadarkan Xialin dan nenek untuk bersikap tenang. "Maafkan cucu kami yang kulang ajal ini tuan dan nyonya."


Papa Ronan tersenyum lembut. " Tidak apa-apa tuan. Jadi yang ada di pikiran kami saat ini adalah kami butuh waktu untuk bisa meyakinkan diri untuk melepas Angel kepada tuan William."


"Willi, panggil saja Willi tuan Mahendra. Untuk meyakinkan tuan dan nyonya Mahendra, saya akan membuat perjanjian dengan Angel. Saya akan mengalihkan seluruh saham yang saya miliki atas nama Angel. Jadi tuan dan nyonya tidak akan khawatir kalau tiba-tiba saya bertindak sesuatu yang membuat Angel kecewa. Saya hanya ingin menua bersama Angel."


"Ooohh so suit.. sepupu..aku padamu." celetuk Xialin sambil mengaitkan dua jarinya menyilang.


Refleks nenek melirik Xialin dan membelalakkan kedua matanya untuk memberi peringatan cucu perempuannya itu agar bisa diam.


Ayah Ronan menambahkan. "Benar tuan Mahendra, keluarga Choi juga siap mencoret nama Willi dari daftar keluarga Choi apabila dia berani mengecewakan Angel."


"Paman, apa itu tidak terlalu berlebihan? Memang siapa gadis itu sampai keluarga kita harus tunduk padanya." ucap Gongyu ketus.


"Gongyu! sebaiknya kau pergi dari sini kalau tidak bisa diam. Ini urusan keluarga paman, tidak usah ikut campur." sahut ayah Xian sambil melirik sinis Gongyu.


"Tuan dan nyonya, maafkan ketidaksopanan keponakan kami." tambah mama Berta untuk mencairkan suasana.


Papa Ronan tersenyum tipis dan tidak mengindahkan perkataan Gongyu. Ia menatap kembali William "Willi, keluarga Mahendra tidak kekurangan uang untuk bisa membahagiakan Angel. Kami hanya ingin Angel bahagia." Ucap papa Ronan sopan, dan berkata lagi. "Soal keponakan tuan Choi, tidak usah disuruh pergi dari rumah ini, saya tidak menganggap penting ucapan anak kecil."


"Hahahaha!" tawa menggelegar terdengar dari Xialin. Lagi, lagi Xialin yang memecah suasana khidmat.


"Xialin, bisakah kau diam." sahut nenek sambil menatap tajam.


"Ehem, maaf semuanya. Hanya saja saya cukup sependapat dengan paman. Kalau aku pasti suka sekali kalau suamiku memberi segalanya untukku. Biar dia tidak macam-macam denganku. Kakakku ini pelit. Mana mungkin dia mempunyai pemikiran seperti ini. Kak Melda, sepertinya kau harus mempertimbangkan kembali untuk menikah dengan kakakku."


Melda yang mendengar seluruh percakapan keluarga Choi, merubah ekspresinya dengan cepat. Wajahnya memucat. Dia mendapati kenyataan bahwa William akan menikah dan pindah ke Indonesia. Itu sudah membuatnya benar-benar remuk. Perasaannya kepada William sudah begitu besar. Dia melakukan banyak cara untuk dekat dengan William. Bahkan dia tidak keberatan kalau harus menjadi simpanan atau hanya sebagai pemuas ranjang William. Hatinya sudah benar-benar jatuh pada lelaki itu. Dan sekarang saat Gongyu, sepupu WIlliam yang dipacarinya begitu perhitungan, dia makin terperosok. Hatinya hancur, karena melepas William yang begitu royal. Dia menyesal kenapa dia harus melepas William dulu. Seharusnya ia bisa bersabar menghadapi William hingga pria itu terus ada di dalam genggamannya.


"Baiklah, sekarang lebih baik keputusan akhirnya, kita tanyakan pada yang bersangkutan. Angel sayang, apakah kamu menerima lamaran William?"


Angel mendongak, menatap tatapan sayu papanya. lalu saat ia merasakan tangannya digenggam lembut oleh mamanya, ia kembali menoleh dan menatap mata mamanya yang nampak berkaca-kaca. Ia elus tangan mamanya dan tersenyum lembut.


"Mama...papa.. semua Angel serahkan pada kalian. Kalian yang lebih berhak atas diriku." ucap Angel dengan bijak. "Jujur, Angel suka Willi. Willi sangat baik dengan Angel. Selalu bersikap lembut dengan Angel. Angel sangat dimanjakan olehnya. Tapi Angel tidak mau rasa suka Angel membutakan mata hati Angel. Kalian adalah orang tua Angel. Jadi Angel yakin kalian lebih cermat dalam menilai sesuatu. Termasuk menilai keseriusan Willi untuk dapat menikahiku."


Air mata mama Jasmine akhirnya luruh juga. Putri kecilnya kini diinginkan oleh seorang pria. Rasa tidak rela melihat Angel di bawa pergi oleh seorang pria begitu menyeruak. Mama Jasmine masih ingin Angel selalu berada di dekatnya.


Papa Ronan yang melihat air mata istrinya yang terus menetes di pipi pun akhirnya ikut sedih. lalu ia berucap pada istrinya. "Mah, putri kita sudah dewasa. Cepat atau lambat, dia pasti akan pergi dari kehidupan kita. Bahkan mungkin saja kita yang akan pergi meninggalkan dia. Sebelum itu terjadi, ijinkan papa memutuskan ini demi masa depan putri kita. Papa ingin ada seorang yang tepat untuk menjaga putri kecil kita."


Mama Jasmine segera menghapus air mata yang menetes di pipinya setelah mendengar ucapan suaminya. Perkataan suaminya sangat tepat. Mereka pasti akan sangat tenang kalau ada seorang yang tepat untuk menjaga putri kecil mereka. Kemudian mama Jasmine membalas tatapan mata suaminya, dan menganggukkan kepalanya pelan sebagai isyarat.


"Angel perlu untuk melanjutkan sekolahnya lagi tuan William."


"Jangan khawatir tuan Mahendra. Saya sudah mendiskusikan ini dengan Angel. Saya akan mendukung penuh cita-citanya. Menjadi dokter dan membangun klinik untuk orang-orang yang kurang mampu." ucap WIlliam mantap.


"Oh.. kau juga tahu tentang cita-citanya itu Willi? Baguslah, itu berarti Angel sudah merasa nyaman dan percaya padamu. Maka apa yang bisa kami lakukan? Kami tentu ingin membuat putri kami bahagia. Apabila kebahagiaannya adalah dirimu, maka kami hanya bisa menjawab iya, kami menerima lamaranmu untuk putri kami."

__ADS_1


"Yess!" teriak William sambil mengepalkan tangannya ke atas.


"Pah..." panggil mama Jasmine lirih. Air matanya makin luruh membasahi pipinya.


"Mah, Angel masih bersama kita di Indonesia. Bukankah Willi sendiri yang mengatakan mau tinggal di Indonesia? Jadi dia harus menepati. Kita masih harus terus membimbingnya. Karena dia masih terlalu muda, jadi masih butuh kita untuk menuntunnya. Wil, kau tidak boleh ingkar. Kau harus bisa mendukung setiap langkah putri kami."


"Iya tuan, saya akan membuktikan kalau saya akan selalu ada untuk mendukung Angel menggapai impiannya."


"Keluarga kami sudah menyiapkan pembangunan rumah sakit. Memang tidak begitu besar, tapi masih bisa untuk melayani banyak pasien, terutama untuk kalangan bawah. Impian Angel memang ingin mengabdikan diri untuk membantu para pasien yang tidak mampu. Jadi keluarga Mahendra sudah mempersiapkan semuanya."


Pernyataan papa Ronan membuat seisi ruangan terhenyak. Terutama Gongyu. Pembangunan rumah sakit? Keluarga seperti apa mereka hingga sanggup membangun rumah sakit sendiri.


William mengangguk pelan. "Tuan, saya juga akan bekerja keras untuk membantu Angel mewujudkan impiannya."


"Panggil papa, bukankah sebentar lagi kalian menikah?"


Semua orang yang di dalam ruangan itupun tersenyum puas. Kecuali Melda dan Gongyu. Melda sudah menahan diri dari tadi. Pembicaraan keluarga itu membuatnya ingin berteriak keras. Dia tidak akan semudah itu melepaskan William. Pria yang paling ia cintai.  Sedangkan Gongyu makin bingung. William sudah memantapkan pilihannya kepada gadis yang menurutnya menyimpan banyak rahasia. Melihat keluarga gadis itu, membuatnya makin berpikir kalau gadis itu bukanlah orang sembarangan. Pertama, tentang apartemen yang mereka tinggali saat ini. Apartemen ini berada di kawasan yang tidak biasa bagi orang shanghai. Letaknya yang berada di pusat kota, membuat harganya amat sangat tidak masuk akal. Walaupun mereka hanya menyewanya, namun harga sewanya selama satu bulan sama dengan membeli apartemen baru di pinggiran kota. Dan tadi, saat mendengar keluarga gadis itu menyiapkan pembangunan rumah sakit untuk kalangan bawah, sungguh tak masuk akal. Keluarga mana yang mau membuang uang hanya untuk membangun rumah sakit yang tidak memikirkan keuntungan semata.


"Baiklah tuan, nyonya.. mari kita menuju ruang makan. Kami sudah menyiapkan jamuan untuk tuan dan nyonya sekalian. Mari.." ajak mama Jasmine menghantarkan tamunya menuju ruang makan.


Saat menuju ruang makan, nampak beberapa menu makanan tersedia di meja makannya yang besar. Meja makan yang muat untuk dua belas orang itu, sudah tertata indah dengan beberapa bunga di tiap sudutnya. Dan makanan yang tersedia di meja makan itu bukanlah sesederhana yang dipikirkan.


Setelah mereka duduk, beberapa pelayan menyajikan minuman. Dan menyiapkan beberapa hidangan yang baru dipanaskan.


"Maaf nyonya dan tuan, kami tidak begitu tahu menu yang baik di shanghai. Jadi kami sewa beberapa chef primus hotel untuk dapat memasakkan beberapa menu masakan untuk kita malam ini." jelas mama Jasmine kepada para tamunya.


"Wau.. aunty, primus hotel adalah hotel terbaik di shanghai. Dan chef nya sangat terkenal. Bagaimana bisa aunty menyewa chef dari sana? Apakah uncle dan aunty mengenal seseorang dari hotel itu?" tanya Xialin kepada papa Ronan dan mama Jasmine.


Gongyu membelalakkan matanya mendengar itu. Berteman dengan pemegang saham primus hotel? Ini gila! Bagaimana mungkin mereka mengenal salah satu pemilik hotel tersebut. Ini makin tidak masuk akal. Siapa keluarga ini sebenarnya? Bukan sembarang orang dapat berkenalan dengan para elit shanghai, dan apa ini? Berteman? berteman sangat lama? Dia harus mencari tahu identitas calon istri sepupunya ini.


Xialin mendengar dengan seksama. Ia kemudian bertanya dengan ringan. "Paman, kalau boleh tahu usaha paman di Indonesia apa ya?"


Pertanyaan Xialin sangat mewakili pertanyaan para tamu yang ada di sana. Keluarga paman William sangat penasaran namun sungkan untuk bertanya. Dengan kepolosan Xialin, membuat keluarga Mahendra tidak merasa tersinggung. Malah senang dengan kepolosan gadis yang hampir seumuran dengan Angel itu.


"Paman mempunyai beberapa usaha properti. Putra pertama paman mempunyai usaha di bidang teknologi." jawab papa Ronan dengan senyum lembutnya.


"Oh ya, apa itu tentang pembangunan kawasan perumahan?"


"Hem,, selain kawasan perumahan, ada beberapa gedung apartemen, resort dan hotel, dan... beberapa mall. Seperti itulah." jawab papa Ronan ringan.


"Wau..! Angel, kau kaya sekali! Kenapa tidak ada yang cerita pada kami. Kau tahu, aku dan keluargaku hanya diberitahu bahwa kau adalah asisten rumah tangga Willi. Ah, sepupu..kau ternyata menyembunyikan identitasnya ya. Curang sekali!"


"Ehem, Xialin.. waktunya makan." sahut nenek menegur cucunya yang begitu banyak bicara.


Jawaban papa Ronan merupakan pukulan hebat untuk Gongyu dan Melda. Mereka berdua lah yang selama ini selalu menghina dan merendahkan Angel. Tapi ternyata Angel bukanlah orang yang mudah mereka taklukkan. Seharusnya mereka sudah sangat curiga dengan wajah cantik Angel yang tak biasa, apalagi tentang sikap dan pembawaan Angel yang anggun dan berkelas. Sangat sesuai dengan tingkat sosial yang ia miliki. Segala yang dimiliki Angel adalah cerminan dari latar belakang keluarga yang tak biasa.


Melda makin mengeratkan genggaman tangannya mendengar penjelasan keluarga Angel tentang identitas aslinya. Dia mulai berpikir tentang taktik yang akan ia gunakan untuk memecah belah hubungan Willi dan Angel. Berbekal pengalamannya yang sudah sering menjadi pemuas ranjang Willi, tentu ia satu langkah lebih unggul daripada Angel, gadis lugu yang tak mempunyai pengalaman apapun untuk memuaskan na*su William.

__ADS_1


**


Di sebuah kamar mewah, tempat bersemayamnya pasangan pengantin baru berada. Setelah makan malam mereka, David membawa Alia duduk di balkon kamar untuk menikmati suasana malam. Duduk berdua di atas sofa empuk, mereka saling berpelukan.


"Bang, sampai Indonesia kita jadi mengurus kuliahku kan?" tanya Alia pada suaminya.


"Iya, nanti abang urus semuanya. Kamu tinggal memikirkan tentang kebutuhan abang di ranjang." ucap David lirih di dekat telinga istrinya.


"Ish.. abang nih ya. Semangat banget kalau bicarain itu."


"Salah siapa mancing abang terus. Kena batunya kan sekarang."


"Oh, jadi dulu abang nahan banget kalau Alia godain ya?"


"Iyalah. Abang sampai mimpi basah terus tiap malam."


"Hahahaha... sekarang engga perlu mimpi basah lagi ya bang. Kan sudah dilampiaskan. Tapi sumpah ya, abang kuat banget mainnya. Untung Alia masih gres. Jadi bisa ngimbangi tenaganya abang."


"Al.." Panggil David sambil mengelus paha Alia. "Katanya mau simulasi serangga kawin?"


"Astaga abang! inget aja yang kaya gitu."


"Mumpung kita bisa berduaan Al.. Kalau kamu sudah sibuk kuliah kan abang engga tega minta terus."


Alia menatap wajah melas suaminya yang seperti anak kecil merajuk meminta permen pada orang tuanya. Omegat, gimana mau nolak kalau seganteng ini lakik gue. Mau diencot lima kali semalam pun Alia ikhlas. Apalagi kalau udah ngeganjel di dalem sana. beh... geli-geli enak.


"Serangga apaan sih bang? Betina di atas, yang jantan di bawah. Kok Alia engga dapat bayangan ya bang. Kaya apa bentuknya ya?"


"Emang di sekolah, kamu belum dapat pelajaran ini ya?"


Alia menggeleng pelan dengan wajah bingungnya. "Memangnya abang dulu dapet ya?"


"Iya dong, abang kan sekolah di sekolah internasional."


"Wah... hebat" ucap Alia sambil mengacungkan jari jempolnya.


"Apa kamu mau kalau abang ajari?"


Alia mengangguk cepat. "Iya bang, ini penting untuk karirku nanti."


"Maksudnya? Apa hubungannya dengan karir?"


"Dokter kandungan kan harus khatam dengan kegiatan persetubuhan bang.. Jadi Alia harus banyak belajar. Mohon petunjuknya suhu.."


"Jadi malam ini boleh kan lima ronde?" ucap David dengan mengerlingkan satu matanya. "Kan biar cepet khatam."


"Ohh harus begitu ya bang?"

__ADS_1


"Iya dong, harus begitu. Udara makin dingin ini Al.. masuk kamar yuk. Cari kehangatan."


Dengan cepat David menggenggam tangan istrinya dan menariknya lembut untuk masuk ke dalam kamar mereka. Hingga terjadilah berbagai macam simulasi perkawinan berbagai macam serangga yang David ajarkan untuk istri lugunya itu.


__ADS_2