Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Makin Kagum


__ADS_3

William duduk di kursi yang tersedia di dekat kolam renang sambil mengelus keningnya yang sedikit memar. Dia melihat gadis kecil yang telah ditolongnya tadi sedang merawat kaki kucing yang tergores akibat insiden beberapa waktu lalu.


Miaow!


“Au!” rintih Angel kesakitan. “Puss, jangan gitu dong. Kakak kan mau obati kakimu.”


Angel meringis perih akibat cakaran kuku kucing itu terhadap tangannya. Mungkin karena kucing itu terlihat waspada karena Angel memegang kakinya yang tengah terluka. Tapi Angel tidak menyerah, ia tetap berusaha untuk meraih kaki kucing itu untuk segera diobati.


“Hei gadis kecil! Kukira kau mengambil obat dan plester untuk mengobati lukaku. Ternyata kau lebih mempedulikan kucing itu. Kau lupa kalau aku yang menyelamatkan nyawamu?”


“Maaf tuan, saya menunggu tuan menurunkan emosi dulu baru saya obati tuan. Tadi tuan marah-marah, saya takut mendekati tuan.” Jawab Angel dengan menundukkan kepalanya.


“Kau anggap aku ini singa? Tanganmu saja dicakar kucing, kau tidak takut.”


“Ini beda tuan. Kucing ini mencakar saya kan karena dia memang tidak bisa berpikir. Dia ini binatang loh. Jadi ini bentuk perlindungan dirinya. Jadi wajar dia menyerang siapa pun yang mendekatinya. Karena itu insting alami binatang.”


“Cih! Lalu kapan kamu mengobatiku? Aku tidak akan mencakarmu!”


“Tuan jangan marah lagi ya. Angel takut mendekat.”


“Tidak, aku tidak marah. Sini mendekat, obati lukaku.”


Setelah Angel membalut luka di kaki kucing itu, dia meletakkannya tidak jauh dari taman. Tidak lupa dia sediakan susu di mangkok untuk dia berikan pada kucing tersebut. “Pusss, mimik dulu ya. Kakak mau kerja lagi. Kamu jangan nakal ya.” Ucap Angel sambil mengelus kepala pusss pelan. Lalu Angel melangkah mendekati William yang tengah duduk di kursi yang tidak jauh darinya.


Ia ambil obat oles untuk memar yang dialami William. Dia duduk di hadapan William lalu berkata, “Tuan, permisi saya obati keningnya.” Ucap Angel sambil mengoleskan salep ke kening William.


Dan inilah yang terjadi pada William. Duduk diam terpaku menatap wajah cantik seorang gadis kecil bak bidadari. Dia absen seluruh lekuk wajahnya dari mulai mata bulat yang besar, alis lebat alami, hidung mancung, bibir merah alami, dan seluruh kulit wajahnya yang putih mulus.


Apa benar gadis ini berusia delapan belas tahun? Setelah menelisik setiap inci wajahnya, tatapan matanya turun menuju leher, kemudian ke dadanya. Gadis belia ini tumbuh dengan sangat baik rupanya. Orang tuanya yang maksimal dalam merawat ataukah bibit peranakannya memang kualitas premium?


Glek! William Cuma bisa menelah ludah saat dia melihat sedikit lekukan dada yang samar seiring gerak tubuhnya. Apalagi dengan jarak sedekat ini, bisa ia cium aroma tubuh alami dari gadis ini. Segar.. sesegar usianya. Rasa dari gadis ranum pasti lebih nikmat daripada wanita sok gadis yang sering ia jumpai. Gadis yang satu ini benar-benar barang ori kualitas premium.


“Ehem,” William mencoba bicara sesuatu untuk mengalihkan pikirannya.”Apakah kamu tidak mau menikah di usia muda?” Jiaelah, pertanyaanmu kok menjurus gitu Wil...

__ADS_1


Angel berhenti sejenak lalu menatap wajah William, “Hem, kalau saya pribadi tidak apa-apa jika harus menikah muda tuan. Yang penting mendapatkan suami yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Menikah itu tidak hanya sekedar menerima kekurangan atau kelebihan pasangan, tapi partner hidup sampai ujung usia. Selayaknya pertner, ya harus bisa membawa perubahan lebih baik untuk pasangan kan.. Saya kan pengen jadi dokter, jadi kalau bisa suami Angel selalu mendukung pilihan Angel selama itu positif. Dan selalu memberi arahan positif juga untuk kemajuan hidup rumah tangga kami nanti.”


“Cih! Omonganmu sudah seperti orang tua saja. Sok bijak. Diajari siapa kamu?”


“Hehehe, Cuma pendapat Angel saja tuan. Melihat banyak pasangan di kampung Angel terlihat yakin di awalnya namun lemah untuk berkomitmen di tengah jalan saat salah satu pasangan tidak mampu menuntaskan kewajibannya.”


“Maksudnya?”


“Coba tuan bayangkan, sangat tidak adil saat ada seseorang meninggalkan pasangannya saat tahu pasangannya tidak bisa memberikan sesuatu yang seperti diharapkannya. Misalnya, tidak bisa memberikannya nafkah yang besar, atau pasangannya tiba-tiba sakit keras sehingga tidak bisa melakukan tugas dan kewajibannya untuk pasangan. Itu salah satu contoh keadaan adanya seseorang tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan pasangannya, di karenakan tidak dapat melanjutkan perjuangannya bersama-sama. Padahal yang namanya suami istri kan suka duka bersama ya tuan.. Masa pasangannya sedang diuji, eh dianya malah pergi mencari senengnya sendiri. Kelemahan pasangan dijadikan alasan untuknya menyudahi rumah tangga itu.”


William menganggukan kepalanya mendengar pendapat dewasa dari gadis lugu sepertinya. Sepertinya gadis ini mempunyai pengetahuan yang luas terhadap kehidupan sosialnya. Dia semakin suka mengajukan pertanyaan demi pertanyaan pada gadis lugu ini.


“Lalu bagaimana menurutmu dengan laki-laki yang suka main wanita? Maksudnya laki-laki yang mempunyai banyak kekasih?”


“Ehm, menurut Angel sih kalau anak muda banyak kecengan tidak apa-apa tuan. Wajarlah selagi muda memanfaatkan kelebihannya untuk menarik perhatian lawan jenis. Mungkin itu dianggapnya sebagai kebanggaan tersendiri mengetahui dirinya menjadi dambaan setiap lawan jenis. Tapi anggapan wajar itu kalau hubungan lawan jenis itu masih hubungan aman tuan. Tidak sampai menghamili wanita.” Jawab Angel sambil tersenyum sipu.


“Kalau laki-laki itu sudah beristri tapi punya kekasih lain, bagaimana menurutmu?”


“Kok kamu bisa selugas ini menjawab pertanyaanku tapi tidak bisa berpikir panjang saat menolong kucing tadi?”


Angel tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya pelan sebelum menjawab. “Tuan, saya kan manusia biasa, jauh dari kata sempurna, terkadang bisa melakukan keteledoran. Makanya butuh pasangan yang bisa membuat dunia saya sempurna.”


William yang melihat Angel menggigit pelan bibirnya terhenyak. Ekspresi gadis kecil ini saat menggigit bibir merahnya mambuatnya makin panas dingin. Gadis ini sadar tidak sih kalau dia itu sangat mempesona? Plis, biar aku yang gigit bibir itu. William menelan ludahnya pelan saat melihat Angel yang tersenyum sipu dengan memainkan bibirnya.


“Arrghh!” Angel berteriak tiba-tiba. Dia berdiri dan menjauh dari tempat William berada.


William terkejut kemudian menjawab, “Ada apa?”


“It—itu,” tunjuk Angel ke arah celana William yang menggembung.


William melihat yang ditunjuk Angel, dan kemudian terkejut. Astaga Boy, kamu ikut nimbrung rupanya. William segera berdiri kemudian berlari menuju kamarnya di lantai atas. Sedangkan Angel bergidik ngeri melihat William berlari dengan kedua tangan yang menangkup gundukan di tengah selangkangannya.


“Ya ampun, untung si pusss tidak melihat. Kalau pusss melihat pasti langsung diterkam. Dikira ada tikus bersembunyi di balik celana tuan. Kok bisa menggembung gitu ya? Itu juga tadi gerak-gerak kaya mau keluar dari celana. Kok serem ya?”

__ADS_1


**


Dan di sinilah William berada, di depan jendela ruang kerjanya yang tengah menatap gadis kecil yang kerap membangunkan empritnya untuk mengendus sarang barunya. Ia sedikit tenang setelah pelepasan yang dilakukannya di kamar mandi. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya saat ini sudah dua kali ia alami. Semua itu karena gadis kecil yang tak kecil tubuhnya namun sudah sangat menggoda.


“Angelina Xeena Mahendra, putri satu-satunya keluarga Mahendra. Keluarga kaya yang membiarkan putrinya menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri. Betapa teledornya mereka. Aku tidak akan membiarkan kalian menemukannya sebelum aku mendapatkan hatinya.” Gumam William pelan sembari memperhatikan tingkah Angel yang sedang bermain dengan kucing temuannya itu.


**


Di tempat lain, sepasang kekasih yang baru saja memproklamirkan hubungan mereka, saat ini sedang makan siang di salah satu resto di tengah kota Shanghai.


“Bang, kita cari di mana lagi ya?” tanya Alia setelah meneguk minumannya.


“Kita ke Pudong. Jaraknya tidak begitu jauh dari Shanghai. Cuma setengah jam perjalanan kalau tidak macet.”


Setelah selesai dengan hidangan makan siangnya, mereka melanjutkan perjalanan percarian ke kota Pudong. Di tengah perjalanan ternyata tidak sesuai ekspektasi mereka. Terdapat kemacetan yang lumayan parah dikarenakan terjadi kecelakaan beruntun di tengah-tengah perjalanan mereka.


Alia mengehela nafasnya pelan sambil melirik David. “Bang, kalau capek Alia gantiin nyetirnya ya.”


David tersenyum mendengar perhatian kekasih kecilnya ini. Dia menoleh ke samping di tempat Alia duduk. Lalu ia mengelus kepala Alia pelan. “Tidak, aku tidak lelah. Sepertinya macetnya masih lama, lebih baik kamu tidur kalau mengantuk.”


“Ehm, tidak bang. Alia mau nemenin abang. Ah, Alia tahu apa yang harus Alia lakukan biar abang tidak merasakan lelah.”


“Apa itu?”


Alia langsung melepas kait sabuk pengamannya kemudian ia condongkan tubuhnya ke arah David duduk. Ia dekatkan wajahnya ke wajah David, dan kemudian ia kecup pipinya cepat.


Alia tersenyum polos tanpa beban setelah mencium pipi David. Namun Alia tertegun saat melihat reaksi David yang mengalihkan pandangannya ke depan seolah tidak terjadi apa-apa. Alia pun tertunduk diam tak mengeluarkan sepatah katapun.


William yang mendapat serangan mendadak dari kekasih kecilnya itu, terhenyak sejenak. Lalu ia memalingkan wajahnya ke arah depan dan samping mobilnya. Cukup tenang karena mereka yang di sana menunggu kemacetan terurai. Dirasa aman, lalu David melepas kait sabuk pengamannya, kemudian mengarahkan tubuhnya untuk mendekati Alia. Ia raih tubuh Alia untuk ia dekatkan pada tubuhnya. Dan..


Cup! Ia kecup bibirnya pelan. Lalu ia menjauh sedikit untuk menatap wajah Alia sejenak dengan tatapan penuh kasih sebelum kemudian bibirnya dia benamkan ke bibir Alia. Akhirnya Ciuman panjang sepanjang kemacetan di sana, terjadi begitu saja.


** Ihirrr Alia disosor terus. Girang banget kayanya mancing-mancing aa' David terus **

__ADS_1


__ADS_2