Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
sugar mommy


__ADS_3

setelah beberapa saat Arumi mengelilingi panti bersama Yulia dia nerniat hendak pamit saat sampai diruang tamu, beberapa anak anak panti juga pada berdatangan. Mereka habis pulang sekolah.


" eh anak anak sudah pulang? sapa Yulia pada anak asuhnya. " mereka pada antusias menyalami Punggung tangan Yulia dan tangan Arumi bergantian.


" pinternya ya" Arumi merasa terharu melihat semangat anak anak panti yang sejatinya mereka tinggal tanpa kedua orang tuanya. Dia tersenyum sambil sesekali mengusap kepala anak anak itu.


setelah bersalaman mereka pun berhamburan masuk ke kamar masing-masing. Tak lama kemudian Zahra datang bersama Ambar.


" assalamu'alaikum " sapa Zahra dan Arumi saat memasuki ruang tamu.


"waalaikum salam" jawab Yulia seraya tersenyum.


Arumi tertegun melihat kedatangan Zahra. Matanya berbinar karena bertemu dengan gadis yang tadi siang telah menolongnya.


" kamu? kamu tinggal di sini? " Arumi menautkan satu alisnya, dia mendekati Zahra.


" kalian saling kenal? " tanya Yulia keheranan.


" ia bu, saya memang mengenalinya tapi saya tidak tau namanya " Arumi tersenyum sumringah menatap Zahra.


" kalau begitu kenalkan, dia Zahra anak asuh yang tadi Saya ceritakan. dan ini Ambar dia asisten saya yang membantu merawat dan menjaga anak anak, dan ini adalah bu Arumi dia tadi memberikan sumbangan untuk anak-anak, dan kedepannya dia bersedia menjadik donatur untuk panti kita. Yulia memperkenalkan mereka.


Arumi tersenyum, kini dia yakin dialah gadis yang menjadi idaman putranya.


Zahra hanya tersenyum sambil menyalami wanita yang tadi sempat ia tolong seraya mengangguk karena menghormati.

__ADS_1


" ibu ada disini? ibu Baik baik saja kan? " Tanya Zahra sambil tersenyum.


" tentu saja saya baik baik saja, itu semua karena pertolongan kamu. Dunia memang sempit ya? ternyata kita bertemu lagi disini. oh iya, jangan panggil saya ibu, panggil saja saya mama Arumi" Arumi sengaja menggoda sambil menaikkan satu sudut bibirnya. Dan Zahra pun hanya menanggapinya dengan senyuman.


" kalau begitu saya permisi pamit pulang. Lain waktu saya akan datang lagi kemari. boleh kan? "


Arumi kembali menatap wajah Zahra, sambil tersenyum.


kemudian diapun pamit dan pergi, rencananya hendak menemui sang putra di kosannya.


***


Dikota dikediaman keluarga Nugroho,perasaan Abimana sedang tidak baik baik saja. Dia mondar mandir seperti setrika an saja. sebentar sebentar menatap layar ponselnya, berharap ada pesan atau ada panggilan dari istrinya. Menunggu bagaimana perkembangan penyelidikan calon menantu yang kelak akan dibawa ke keluarga Nugroho. Hingga beberapa menit tak juga ad pesan atau panggilan, ia memutuskan untuk menghubungi lebih dulu. mencari kontak nama istri tersayangnya.


" tut... tutt... " terdengar panggilan yang dituju berdering.


Arumi hanya tersenyum dengan rentetan pertanyaan suaminya seolah ia ada dihadapan nya dan sedang melihatnya.


" sabar pa, mama kan jadi bingung mau jawab pertanyaan papa yang mana dulu" arumi kembali tersenyum. kemudian ia pun menceritakannya awal pertemuannya dengan gadis bernama Zahra itu. Abimana merasa lega mendengar cerita istrinya. Akhirnya dia merasa tenang karena sebentar lagi Dimas akan segera kembali pulang membawa calon istri.


" mama udah ketemu sama Dimas? " tanya Abimana.


" belum pa, ini lagi dalam perjalanan menuju kesana" jawab Arumi singkat.


" ya sudah hati hati di jalan ma, dan jangan lupa bawa segera Dimas pulang. seminggu lagi papa Aresh akan ulang tahun. Dia pasti akan menanyakan kapan Dimas akan menikah. Aku tidak mau nanti jika malah Rayyan yang akan di jadikan pewaris utama. karena itu adalah hak Dimas" terang Abimana. terdengar hembusan nafasnya begitu kasar.

__ADS_1


" ok, papa jangan khawatir. aku akan membawa Dimas segera pulang. Mama akan pastikan di acara ulang tahun papa Aresh nanti, Dimas akan membawa Zahra ke keluarga kita" kemudian Arumi mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali ke dalam tasnya.


Beberapa menit kemudian mobil Yang dikemudikan oleh Alex itupun sudah menepi di depan sebuah kosan sederhana. Arumi turun dan memasuki halaman kontrakan itu.


" permisi.. saya mau tanya, apa ada yang bernama Dimas ngekos disini? " tanya Arumi pada salah satu penghuni kosan itu. pasalnya Alex hanya mendapat informasi saja tanpa melihat langsung Dimas di kosan itu.


Andi yang kebetulan baru keluar dari kamar kosannya merasa ada yang menyebut nama sahabatnya itu pun jadi penasaran. Dia baru saja kembali ke kosan karena sesuatu tertinggal dan berniat untuk mengambilnya dan akan melanjutkan lagi untuk bekerja.


" cari siapa tante? " tanyanya penasaran.


melihat pemuda berpakaian kurir itupun membuat arumi tersenyum. dia sangat yakin laki-laki kurus itu pasti mengenal Dimas.


" saya mencari Dimas, apa dia ada? "


" Dimas syahputra maksud tante? " Andi merasa tak yakin saja karena Dimas syah putra sahabatnya hanya seorang pemuda sederhana sedangkan yang kini sedang mencarinya adalah seorang wanita cantik khas orang kaya, meskipun penampilan nya sederhana tapi terlihat elegant.


" Dimas Aditya, bukan syah putra" kata Arumi heran. pasalnya dia tidak tau jika putranya mengganti nama panjangnya. Akhirnya Arumi mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Dimas yang sedang bersamanya.


" lah ia ini sahabat saya, Dimas Syahputra " kata Andi kemudian. tak percaya saja jika seorang wanita cantik berpenampilan modis sedang mencari sahabatnya. sejuta pertanyaan sedang memenuhi otaknya. " apa ini mommy suganya Dimas ya?, Belakangan ini Dimas jarang sekali bekerja, apa dia frustasi karena ingin mendapatkan uang lebih cepat dia malah mencari tante tante kaya untuk jadi sugar mommy nya ya? kalau memang ia, kasihan sekali kau Zahra " katanya dalam hati.


" halo mas, apa ini orang yang sama yang mas maksud? Arumi tak mau berdebat, ia mengalah saja toh itu juga orang yang sama pikirnya.


" saya baru saja dari kamar kost, tapi dia tak ada di sana" Andi pergi begitu saja, terlihat sekali raut wajahnya tak bersahabat. Andi merasa kesal dan kecewa karena pikirnya Dimas sedang ada main dengan tante tante kaya raya hanya karena ingin uang yang banyak. Memanfaatkan ketampanan untuk memuaskan para tante tante kesepian yang ditinggal suaminya karena sibuk kerja.


" aneh sekali orang itu. Ditanya malah cuek main pergi gitu aja. Dimas... Dimas... orang aneh gitu kok di jadikan teman. emang gak ada orang lain yang baik gitu" Arumi menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


Akhirnya diapun kembali ke mobil dengn penuh rasa kecewa karena tak mendapati putranya. Arumi memutuskan untuk kembali ke hotel dan melanjutkan untuk menemui Dimas besok saja di kantor tempat ia bekerja.


__ADS_2