
Hari ini adalah hari kepulangan Dimas dan Zahra setelah seminggu mereka berlibur di pulau Bali. Pak Alex, sopir sekaligus orang yang diminta Abimana untuk menjaga sang putra ketika ia berada di Bali sudah datang menjemput. Tiga koper besar sudah ia masukkan ke bagasi mobil, entah barang apa saja yang di bawa majikannya itu, mungkin juga oleh oleh untuk keluarga nya. Setelah memastikan pasangan pengantin baru itu sudah masuk ke mobil barulah pak alex melajukan mobilnya meninggalkan hotel berbintang itu menuju ke kota Surabaya. Setelah melewati pelabuhan Gilimanuk menuju Banyuwangi. pak Alex kini melintasi jalan raya utama dari Banyuwangi ke kota Surabaya melintasi jalur Utara.
Sebenarnya mereka bisa saja menggunakan pesawat dari Surabaya ke Bali atau bisa juga jalur laut dari Tanjung Perak ke Gilimanuk. tapi, Dimas lebih memilih jalan darat dengan mengendarai mobil Ferrari hitam miliknya. Dia hanya penasaran saja yang katanya jika melewati jalur darat maka tentunya bisa melewati Pegunungan Gumitir yang katanya sangat indah dan bahkan bisa memicu adrenalin. Dan benar saja, pada waktu keberangkatan mereka Dimas membuktikan sendiri bagaimana indahnya pegunungan itu di tambah lagi tanjakan yang mengelilingi gunung itu membuat jantung berdebar. yaitu saat melintasi jalanan dengan tanjakan dan turunan dan bahkan jika tidak hati hati bisa saja kendaraannya terperosok ke jurang. Kanan kiri jalan itu dikelilingi oleh jurang. dan beberapa pohon pohon besar seperti pohon jati, pinus, mahoni dan cemara tertanam rapi dipinggiran jurang itu, begitu pula pohon pohon liar yang berduri dan semak belukar juga menghiasi disekeliling jurang itu.
saat melewati jalur pegunungan Gumitir tiba tiba saja rem mobil yang mereka tumpangi mengalami blong, padahal Sewaktu berangkat menjemput sang majikan, alex sudah memastikan jika kondisi mobilnya baik baik saja. Sontak saja membuat seisi mobil itu panik.
"ada apa pak Alex? " tanya Dimas saat melihat pak Alex tampak gelisah dan kelihatan panik. ia sebenarnya juga merasakan laju mobil yang ia tumpangi melaju sangat cepat tak seperti biasanya.
" maaf Den, sepertinya rem mobil blong" hanya itu yang dikatakan Alex. ia panik namun dengan segala kemampuannya ia berusaha menyeimbangkan mobil itu agar tetap di jalur nya meskipun sulit.
"bagaimana ini Den? kita tak punya pilihan lain selain melompat" kata Pak alex memberi peringatan. tetes demi tetes keringat pun mulai bercucuran.
"ada apa mas, apa yang terjadi? " tanya Zahra yang tidak menyadari situasi yang tengah dihadapi mobil itu.
" rem mobil blong sayang, kita harus melompat untuk menghindari mobil terperosok ke jurang " kata Dimas seraya memeluk sang istri.
"cepat hubungi tuan Abi den, beri tahu kondisi kita saat ini" ujar Alex.
" tidak, aku tak ingin membuat mereka cemas" kata Dimas. meskipun sebenarnya dia sendiri tak yakin dengan situasi saat ini, apakah ia bisa melewatinya.
mendengar Dimas mengatakan bahwa rem mobil blong, membuat Zahra ikut panik. ia ketakutan, ia memeluk erat sang suami sambil menangis.
__ADS_1
"Dengar sayang, jangan panik. berdo'alah minta perlindungan sama Alloh agar kita bisa melewati ini semua" Dimas berusaha menguatkan sang istri meskipun sebenarnya ia sendiri juga tak yakin bisa melewati.
"Srettttt" terdengar suara mobil yang mereka kendarai hampir oleng ke kanan dimana disana terdapat jurang yang sangat dalam. Namun pak Alex masih bisa menyeimbangkan nya.
Jantung semua orang pun sudah tak karuan lagi. berdetak begitu cepat. nafas pun ngos ngosan seakan sudah sampai di ujung tenggorokan. Mungkin saat itu mobil masih bisa dikendalikan, tapi nanti? entahlah.
Zahra tak hentinya berdzikir dalam hati. meminta pertolongan dan pengampunan dari Yang Maha Kuasa. serta memasrahkan diri pada yang mempunyai kehidupan. ia pasrah jika memang sampai disini takdir mereka.
Sementara pak Alex berusaha mencari cara agar bisa menempatkan posisi yang tepat untuk majikannya bisa melompat.
"nyonya bersiaplah, di depan ada belokan kekiri di sana saya rasa agak jauh dari bibir jurang, nyonya Zahra bersiaplah untuk melompat keluar, setelah itu, nanti di belokan kekiri selanjutnya bisa den Dimas yang akan melompat" perintah Alex.
" segeralah melompat, jangan peduli padaku, nanti aku akan segera menyusul " ujar Dimas meyakinkan.
Zahra hanya mengangguk mendengar intruksi dari sang suami.
"ayo melompatlah" kata Dimas saat mobil melintasi tikungan.
Tanpa banyak tanya dengan segala keberanian Zahra pun melompat.
"bhughhhh... " Zahra pun melompat, dia terpental jauh. tubuhnya menggelinding tak jauh dari aspal. Memang jurang disampingnya tak terlalu dalam tapi tetap saja namanya terjatuh ya pasti sakit.
__ADS_1
" aghhh... " Zahra mengerang kesakitan. Hijab yang ia kenakan pun robek terkena duri di semak semak dan terlepas dari kepalanya. Sekilas Zahra kembali menatap mobil yang ia tumpangi semakin menjauh di bawah bukit. ia memegangi kepalanya yang terasa nyeri karena tadi menggelinding saat terlempar dari mobil. sesaat kemudian ia pun jatuh pingsan.
Sementara mobil yang dikemudian pak Alex masih saja menuruni pegunungan itu dengan kecepatan tinggi. Kini giliran Dimas yang akan melompat .
"bhughhhh... " Tubuh Dimas terpental jauh di antara duri duri semak belukar. ia pun menggelinding ke jurang yang juga tak terlalu dalam. memang Pak Alex mencarikan lokasi yang tepat untuk majikannya melompat, agar kemungkinan besar harapan jika mereka jatuh pun tak akan terluka parah. Daripada jatuh bersama mobil ke dasar jurang dan terbakar maka kemungkinan untuk selamat sangatlah kecil. Kini giliran Alex sendiri yang akan melompat. ia pun mencari tempat yang pas, setelah dirasa aman maka ia pun segera melompat meninggalkan mobil Ferrari hitam yang baru saja dibeli pada saat pesta pernikahan Dimas dan Zahra. mobil itu dibelikan sang kakek untuk sang cucu sebagai hadiah pernikahan cucunya. pak Alex membiarkan mobil itu tanpa pengemudi dan membiarkan mobil itu terjun bebas ke dasar jurang. Pak Alex pun terpental jauh. tubuhnya menggelinding ke dasar jurang dan saat tubuh itu berhenti menggelinding, kepalanya menabrak akar pohon jati. Sehingga seketika itu pun pak Alex langsung pingsan. darah segar pun keluar dari pelipis kepalanya.
Bersamaan dengan itu pula, mobil yang terjun bebas ke dasar jurang itu pada akhirnya jatuh mengenai batu besar di dasar jurang sehingga mobil itupun meledak. kobaran api pun tak bisa dikendalikan. seluruh awak mobil itupun terbakar tanpa sisa.
***
Di surabaya Abi dan istrinya sedang menonton televisi diruang keluarga. Abi memang di rumah karena memang hari ini adalah hari minggu. tepat jam 10.00 pagi berita singkat biasanya menjeda acara favorit pemirsa. "kerasin dong suaranya pa" kata Arumi seraya menyenggol lengan sang suami.
Breaking News.
"selamat siang pemirsa, Breaking News kembali hadir dengan berita terkini.
Sebuah mobil Ferrari jatuh di dasar jurang di pegunungan Gumitir Banyuwangi Jawa Timur. mobil itu meledak setelah menubruk batu di dasar jurang. Diperkirakan mobil terperosok kejurang dikarenakan rem blong. Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak. karena mobil masih dalam proses evakuasi. Demikian breaking news hari ini. nantikan berita kelanjutannya setelah satu jam dari sekarang"
"Deg, jantung Arumi serasa berhenti. pikirannya sudah melayang jauh menuju ke mana sang putra saat ini.
" semoga itu bukan Dimas pa" Arumi menangis tersedu memeluk sang suami.
__ADS_1