
Kabar kecelakaan yang sedang menimpa Dimas dan istrinya kini sudah sampai ke keluarga nya. Tangis histeris pun tak bisa dielakkan lagi. Arumi tak bisa menahan rasa sedihnya bahkan ia sampai pingsan. Sedangkan Bram dan Rayyan senang dengan kejadian itu.
"yang sabar Abii, ini sudah ujian dari Tuhan. kita tak bisa menghindari takdir" kata Bram saat ia berkunjung di kediaman rumah besar untuk mengucapkan rasa simpati pada adik angkatnya.
sementara Arumi tak henti hentinya menangis. Entah bagaimana nasib putranya saat ini. entah masih hidup atau sudah tiada. Karena sampai sekarang belum ada kabar dari pihak kepolisian yang menyatakan penemuan mereka baik dalam keadaan hidup atau mati.
"pa, lakukan sesuatu, suruh anak buah papa untuk mencari keberadaan Dimas, aku yakin Dimas pasti selamat" bukankah mobil itu terbakar tanpa ada satu orang pun di dalamnya? " Arumi kembali terisak. naluri yang sangat yakin jika putranya masih hidup.
"papa sudah mengirim anak buah papa ke sana. karena memang sekarang musim hujan membuat pencarian sedikit terganggu" kata Aresh seraya menelan pahit salivanya. ia tak menyangka jika semua akan berakhir seperti ini.
Rayyan pun tersenyum bahagia dengan kabar kecelakaan yang menimpa mobil Dimas, ia berharap jika Dimas dan istrinya tak pernah ditemukan. Namun ia harus menutupi rasa bahagia itu. ia juga pura-pura memasang wajah sesedih mungkin.
"yang sabar tante, mereka pasti akan ditemukan. aku juga akan meminta orang orang ku untuk mencari mereka" ujar Rayyan pura pura. ia memang akan meminta anak buahnya untuk mencari mereka. tapi bukan untuk menolong, melainkan supaya mereka tak pernah lagi kembali.
Semua kerabat, sahabat dan tetangga pada datang hanya untuk memberikan rasa simpati dan menguatkan hati keluarga Nugroho yang sedang dirundung nestapa. putra pewaris satu satunya kini sedang kecelakaan dan belum diketahui dimana keberadaannya.
Beberapa polisi datang dan memberi tahu hasil penyelidikan sementara nya.
"maaf tuan, sepertinya kecelakaan yang menimpa saudara Dimas adalah murni karena percobaan pembunuhan. Rem mobilnya sengaja di putus" kata polisi itu.
Aresh dan Abi sontak terkejut. mendengar kabar itu. Terlebih Arumi yang mendengarkan kabar itu, ia tak percaya.
" tidak mungkin pak, anak saya orang baik. dia tak punya musuh " terang Arumi di sela sela tangisnya.
__ADS_1
" ini adalah hasil penyelidikan kami bu, kami akan melaporkan kembali jika ada perkembangan. kami permisi " kata polisi itu lalu mereka pergi.
Ares bersikap tenang meskipun dalam hati ia bersedih. harapan satu satunya, pewarisnya entah dimana, dan bagaimana keadaannya. ia tak bisa menebak siapa dibalik dalang kecelakaan yang menimpa cucunya. ia akan mencari tau sendiri.
Saat ia termenung memikirkan sang cucu, tiba-tiba Hanphonnya berdering. ia melihat siapa yang menelponnya lalu ia masuk ke kamarnya, tak ingin pembicaraan itu di dengar oleh yang lain.
"halo, apa ada informasi terbaru? " tanya Aresh dengan sedikit dahi berkerut.
tampak ia terlihat manggut manggut sedang mendengarkan pembicaraan orang di seberang sana.
"baiklah. lanjutkan" kata lelaki tua itu. Kemudian ia kembali ke ruang tengah tempat dimana yang lain sedang berkumpul.
"Dengar. Dimas dan istrinya untuk sementara ini belum ada kabarnya. entah itu ia baik baik saja atau bagaimana kita tidak tau. Dan sekarang, untuk sementara hingga Dimas kembali aku akan menyerahkan tanggung jawab perusahaan pada Rayyan" Aresh menatap tajam ke arah cucu angkatnya itu.
Adi dan Arumi sama sekali tak memberikan expresi wajah keberatan dengan keputusan sang Ayah. ia sudah tak peduli lagi dengan jabatan. Banginya ia hanya menginginkan sang putra kembali dengan keadaan sehat dan selamat.
****
Polisi sudah menemukan sopir yang mengemudikan mobil maut yang ditumpangi Dimas dan istrinya. Alex ditemukan tak bernyawa tak jauh dari lokasi terbakarnya mobil itu. kepalanya terhantur akar pohon jati besar sehingga menyebabkannya kepalanya terluka parah. ia tewas di tempat. itu kabar terbaru yang polisi sampaikan pada Aresh. ia sungguh sangat menyesal dengan kecelakaan yang terjadi.
disisi lain Keluarga Bram sedang merayakan pesta peralihan jabatan meski itu hanya untuk sementara. mereka minum minum bertiga di ruang keluarga merayakan kemenangan.
"papa bangga sama kamu Ray, ternyata semudah itu ya menyingkirkan Dimas, tau gitu kenapa tak kita lakukan saja dari dulu" kata Bram seraya meneguk minuman beralkohol nya kemulut.
__ADS_1
"aku? " tanya Rayyan heran.
"ya iyalah, emang siapa lagi. kamu beneran hebat. papa gak nyangka kamu cepat sekali bertindak tanpa intruksi dari papa" Bram tertawa menyeringai sambil sesekali menghisap rokoknya.
Rayyan merasa kebingungan, ia sama sekali tak merasa melakukan apapun. tapi ayahnya malah bilang ini semua karena ulahnya. justru ia berpikir ayahnya lah yang telah memotong rem mobil Dimas hingga mobil itu blong.
" tunggu dulu pa, emang bener ini bukan ulah papa? " tanya Rayyan tak percaya. kemudian ia beralih menatap sang ibu meminta penjelasan pada wanita yang telah melahirkan nya itu.
"kalau bukan kamu, lalu siapa Ray, papamu kan sudah bilang, dia tak melakukan apapun" kata wanita itu sambil tertawa karena pengaruh minuman alkohol yang ia minum.
"aku tidak melakukan apapun, papa juga tak melakukan apapun. lalu? siapa musuh Dimas selain kita?" tanya Rayyan heran.
" sudah. jangan terlalu difikirkan, siapapun orangnya, seharusnya kita berterima kasih pada orang itu. karena orang itu sudah mempermudah rencana kita. tanpa kita harus mengotori tangan kita" Arumi kembali menyeringai. sambil sesekali ia menyesap minuman nya.
"ha.. ha... ha... " Bram tertawa lepas. ia sungguh merasa sudah menang tanpa harus berbuat apa-apa.
"bersulang, cis..... " kata mereka bersamaan. mereka mengacungkan minuman beralkohol itu ke udara. satu sama lain sehingga ketiga gelas itu bertemu di udara dan menimbulkan bunyi ting.
gelak tawa ketiganya memenuhi ruangan itu. mereka mabuk dan tak sadarkan diri.
sementara anak buah Aresh berhasil menemukan sang cucu. mereka menemukan Dimas dalam kondisi tak sadarkan diri diantara semak semak berduri. Saat ditemukan kondisi Dimas terluka parah, Anak buah Aresh segera membawa Dimas di klinik terdekat untuk mendapat perawatan sementara sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah sakit di Surabaya. Sementara Zahra belum juga ada kabar. entah dimana dia sekarang. Kepolisian juga dibantu anak buah Aresh belum bisa menemukan Zahra.
meskipun Dimas sudah ditemukan, namun Aresh meminta anak buahnya untuk merahasiakan kabar itu. tujuan Aresh merahasiakan nya karena dia ingin tau siapa dalang dibalik kecelakaan itu.
__ADS_1