Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
keteguhan iman Zahra


__ADS_3

di rumah Maria hari ini kedatangan pengacara Bobby dan asistennya. pengacara Bobby akan mempertanyakan berbagai transaksi penarikan uang dengan nominal besar pada Maria.


"permisi nyonya Maria, maaf jika saya mengganggu hari anda. beberapa hari yang lalu saya menemukan penarikan uang dengan jumlah nominal yang fantastis. saya sebagai pengacara nona Helene, wajib mempertanyakan transaksi itu. secara anda hanyalah sebagai pengelola bukan pemilik atau pemegang saham" tanya Bobby dengan gurat wajah marah.


Maria hanya bisa terdiam. ia tau jika ia bersalah. Salahnya karena terlalu memanjakan Caroline putri satu satunya.


"maafkan saya pak. transaksi itu dilakukan anak saya" jawab Maria.


"saya tidak mau tau nyonya, karena itu saya datang kesini untuk memberitahu Anda. mulai saat ini, saya akan menarik posisi anda sebagai pengelola butik. dan saya akan memberikan butik itu pada yang seharusnya" ujar Bobby menjelaskan.


Maria terkejut dengan keputusan Bobby. " tidak pak, maafkan saya, saya janji akan segera mengembalikan uang itu, asal jangan berhentikan saya" ujar Maria dengan tangis yang tersedu.


"maafkan saya bu, saya sudah menemukan orang yang seharusnya memegang kerajaan butik itu. pewaris asli nyonya Helene" ujar Bobby sambil membuka tas koper yang berisikan lembaran demi lembaran kertas.


"pewaris?, siapa? " tanya Maria seraya menatap wajah Bobby.


"queen. queen sudah kembali. lengkap dengan kuncinya" ujar Bobby seraya memberikan selembar kertas untuk ditandatangani Maria.


"queen? " tanya Maria heran. ia terlalu sibuk mengurus butik sehingga ia ketinggalan berita tentang kembalinya queen dikeluarga Smith.


"ia. queen sudah kembali" jawab Bobby seraya tersenyum.


"tidak mungkin" jawab Maria lagi.


"kami tidak punya waktu banyak. silakan anda tanda tangan" tambah asisten Bobby.


Maria dengan terpaksa menandatangani surat perjanjian kontrak jika queen sudah kembali, ia akan menyerahkan butik pada pewaris aslinya.

__ADS_1


sementara di keluarga Smith, orang orang pada heboh karena seharian queen tak pulang. Smith dan Erick mencari keberadaan queen yang entah kemana. di telpon pun tak aktif. mereka semua khawatir takut terjadi hal hal buruk menimpa queen.


 beberapa jam kemudian Erick menerima telpon dari rumah sakit yang mengatakan jika queen sedang dirawat. tanpa berpikir lagi, semuanya kerumah sakit untuk menyusul queen.


Dirumah sakit sudah ada Thomas , Dimas dan keluarganya.


Erick tampak kebingungan kenapa keluarga Nugroho malah berkumpul di ruang dimana adiknya dirawat.


"sedang apa kalian disini" tanya Erick saat mendapati Dimas tengah bersandar di tembok di depan ruang Queen.


"istriku sedang dirawat" Jawab Dimas dengan tersenyum tipis.


Thomas meminta dokter untuk memberitahu keluarga Smith tentang keberadaan queen, dan keluarga Nugroho pun sengaja menunggu kedatangan mereka. agar keluarga Smith tau siapa identitas queen sebelum ia amnesia.


"istri? " tanya Erick.


"queen? queen istrimu? " tanya Erick tak percaya.


"istriku Zahra, bukan Queen" jawab Dimas lagi.


Erick terdiam. ia segera masuk dan akan melihat langsung bagaimana kondisi adiknya saat ini. Begitu pula Elizabeth dan Smith mengikuti Erick dari belakang.


Di dalam ruangan, queen sudah sadar. ia sudah sadar betul siapa identitas nya.


"queen, kau baik baik saja nak? " tanya Elizabeth seraya menciumi kening Queen.


"mama?, papa?, kakak?" tanya Queen. ia menatap mereka bergantian.

__ADS_1


"namaku Zahra, bukan Queen mam" kata Queen dengan suara yang lemah. "aku sudah bisa Mengingat semuanya" katanya lagi.


"mama tak peduli sayang, siapapun kamu, siapapun masa lalu kamu, kamu adalah Queen putri mama" kata Elizabeth sambil mengusap pelan pipi Queen.


sedangkan Erick hanya bisa menelan ludahnya kasar. sebenarnya ia lebih suka Queen bukan Zahra. setelah Queen bisa mengingat masa lalunya maka, Erick harus bersiap untuk ditinggalkan Queen. bukan tak mungkin jika nantinya Queen akan pergi sebagai Zahra dan meninggalkan keluarga aslinya, dan kembali pada Dimas.


"mama? " Queen duduk dan memeluk sang ibu. selama ia menjadi Zahra, ia tak pernah tau siapa ibunya. ia ingin sekali bertemu wanita yang telah melahirkannya. ia sangat merindukan sosok seorang ibu sama seperti anak anak yang lain. Queen memeluk erat Elizabeth, airmatanya tak lagi dapat dibendung. ia menangis sejadi-jadinya. meluapkan rasa rindu yang sudah bertahun-tahun dipendam.


Smith ikut mendekati istri dan putrinya. ia mengusap pelan rambut putrinya. "siapapun kamu nak, bagi kami kau adalah putri kami" ujar Smith.


setelah kejadian dramatis itu usai, tiba tiba dokter datang dan meriksa kondisi Queen." Queen atau Zahra sudah bisa pulang hari ini" . ujar Dokter.


kini QUEEN yang malah kebingungan, ia harus pulang ikut siapa? ikut mama Elizabeth atau harus pulang kerumah Dimas suaminya.


Dimas mengerti kebingungan istrinya, akhirnya ia yang mengalah, biarkan dia menjelaskan siapa dirinya sebelum menjadi Queen. menjelaskan identitas aslinya bagaimana dia, dan seperti apa keyakinannya. karena Queen dan Zahra adalah satu orang yang sama namun memiliki dua keyakinan berbeda. Zahra tidak mau dirinya keluar dari keyakinannya apalagi sampai pindah agama. Naudzubillah...


sesampainya dirumah. Queen kembali mengenakan baju panjangnya dan kembali dengan hijabnya. Semua orang tercengang. jelas sekali jika mereka beda keyakinan.


"kenapa kau menutup seluruh tubuhmu nak? " tanya Elizabeth. ia sama sekali tak tau jika Queen yang sebelumnya adalah seorang muslim.


"ma, sebelum aku menjadi Queen, namaku adalah Zahra. Zahra Aulia. dan aku seorang muslim ma. dan kenapa aku menutup seluruh tubuhku, karena dalam ajaran agamaku, kami umat muslim di anjurkan untuk menutup auratnya" jelas Queen dengan senyuman.


"tidak bisakah jika kamu meninggalkan keyakinanmu dan bergabung bersama kami disini?, bukankah agama yang kamu ikuti itu adalah agama yang sering menggunakan kekerasan?" tanya Erick seraya meminta adiknya untuk seagama dengannya. ia tak mau jika adiknya salah memilih jalan. karena yang ia tau Islam adalah agama yang sering membuat kekerasan. seperti para *******, rata rata mereka beragama islam.


Queen hanya tersenyum. "kak, dalam agama kami, tidak ada yang namanya kekerasan. islam adalah agama rahmatal lil'alamin. tidak ada paksaan dalam islam. juga tidak di ajarkan kekerasan di sana. islam agama yang lembut. jika pun ada, maka mereka hanyalah oknum oknum tak bertanggungjawab yang hanya mengatasnamakan islam untuk kepentingan mereka sendiri" ujar Queen sambil tersenyum. ia menceritakan bagaimana Islam selama ini telah membimbing jiwanya menjadi manusia yang baik, berbudi luhur.


semua orang terdiam. semua mendengarkan apa yang di bicarakan Queen. Elizabeth meneteskan airmatanya. ia terharu mendengar berbagai kisah para nabi yang diceritakan putrinya.

__ADS_1


Smith menghargai keyakinan Queen. ia tak melarang apapun yang Queen kerjakan dirumahnya yang penting ia bisa melihat Queen bahagia. bahkan ia sendiri merasa senang saat mendengar Queen melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.


__ADS_2