Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
menemui titik terang


__ADS_3

Thomas mengernyitkan alisnya ketika ia berada di sebuah toko perhiasan emas ternama. hari itu ia sedang bertanya tentang disain sebuah gelang emasbyang ia dapatkan dari Dimas.


"mbak yakin kalau model gelang yang saya gambarkan tidak dijual di tempat ini?" tanya Thomas.


" maaf mas, gelang ini adalah rancangan khusus. itu model gelang yang sengaja dibuatkan oleh orang orang tertentu. Kami tidak mungkin menjual gelang dengan disain yang sama karena itu merupakan pelanggaran" pelayan toko itu menjelaskan.


" kalau begitu dimana aku bisa menemukan orang yang bisa mendisain gelang dengan model seperti ini?" tanya Thomas. ia tak akan menyerah sebelum mendapat informasi tentang gelang yang dimaksud.


" baiklah, mas bisa menghubungi beliau. beliau adalah desainer perhiasan ternama di Indonesia namanya pak Hendrawan. Anda bisa menanyakan berbagai macam desain gelang emas dari model yang lama hingga yang terkini" kata pelayan toko emas itu seraya memberikan sebuah kartu nama pada Thomas.


" baiklah. terimakasih" kata Thomas Seraya pergi. lalu tanpa menunda lagi ia langsung menghubungi nomor yang tertera di kartu nama itu. panggilan pun tersambung.


" halo dengan pak Hendrawan? " tanya Thomas.


" ia, saya sendiri " terdengar suara dari seberang telpon.


" maaf Pak, saya Thomas, bisa saya bertemu bapak? , saya membutuhkan sebuah disain perhiasan " kata Thomas beralasan.


" saya sekarang ada diJakarta. dimana saya bisa menemui anda? " tanya lelaki di seberang telpon.


kemudian Thomas menyebut sebuah nama tempat untuk mereka bertemu.


" baiklah mungkin nanti malam kita bisa bertemu" kata laki laki itu.


setelah empat jam kemudian akhirnya Thomas bisa menemui orang yang bernama Hendrawan itu, di sebuah cafe.


" perkenalkan saya Thomas Jefferson" kata Thomas seraya menjulurkan tangannya.

__ADS_1


"saya Hendrawan" Hendrawan pun menyambut uluran tangan Thomas.


kemudian mereka pun duduk di kursi kafe, setelah memesan minuman mereka mulai berbincang.


" lalu apa yang bisa saya bantu untuk anda? " tanya lelaki yang usianya kira kira setengah abad itu.


"saya mendapat kartu nama anda dari sebuah toko emas ternama. sebenarnya saya tidak ingin memesan atau mendisain perhiasan. saya hanya ingin mengetahui tentang disain perhiasan gelang emas yang ada digambar ini" kata Thomas seraya mengeluarkan sebuah kertas yang terlipat di balik saku jas yang ia kenakan. pun ia menunjukkan disain gambar gelang milik Zahra yang hilang itu.


lelaki setengah baya itupun memperhatikan gambar itu dengan seksama. ia mengernyitkan kedua alisnya lalu mengangkat satu sudut bibirnya.


" ini bukan hasil disain saya " katanya seraya menatap tajam Thomas. " lalu kenapa saya harus memberikan informasi tentang gelang ini?" Hendrawan balik bertanya.


" karena ini adalah identitas seseorang. saya sangat membutuhkan informasi siapa yang mendisain gelang ini" tanya Thomas tak kalah menatap Hendrawan dengan tatapan tajam.


" siapa kau? " Hendrawan menatap nyalang pada Thomas.


"haruskah saya memberitahu siapa saya?"


"maafkan saya pak jika perkataan saya menyinggung bapak. saya mohon bantu saya. ini masalah nyawa seseorang" kata Thomas sambil memegang lengan Hendrawan, suaranya terdengar memohon.


Hendrawan pun terhenti. ia menatap lekat wajah Thomas seakan mencoba menyelami isi pikiran anak muda itu.


" bapak duduk dulu dan dengarkan cerita saya" Thomas berusaha membujuk pria di hadapannya itu.


Hendrawan pun luluh dengan perkataan Thomas. ia bersedia mendengarkan cerita dan mendengarkan dengan seksama disetiap perkataan Thomas.


" itulah sebabnya saya membutuhkan informasi tentang gelang emas itu" kata Dimas setelah ia selesai menceritakan kisah dibalik gelang itu.

__ADS_1


Hendrawan manggut manggut. seraya mengusap ngusap kumis tipisnya.


"sudah saya katakan. ini bukan hasil disain saya. tapi saya tau siapa yang mendisain gelang itu" katanya kemudian.


" benarkah? bagaimana saya bisa bertemu orang itu?" tanya Thomas gembira, ia merasa sudah menemukan titik terang dari penyelidikan nya.


"yang saya ingat, 21 tahun yang lalu saat saya seusia kamu, saya pernah ikut ayah saya bertemu seorang disainer perhiasan terkenal dari Eropa yang datang berkunjung ke Indonesia. Disainer itu seorang perempuan cantik berkebangsaan Belanda. Saat itu ia memperlihatkan hasil disain sebuah gelang pada kami, yang ternyata gelang itu persis seperti yang kamu tunjukkan. Tapi dia tak menyebutkan untuk siapa dia membuat gelang itu. Dia hanya bilang kalau gelang itu akan diberikan kepada sahabatnya yang berkebangsaan Belanda yang tinggal di Indonesia. kalau tidak salah dia membuat gelang itu kembar, satu bermata biru dan satu lagi bermata merah" kata Hendrawan seraya mengingat ingat cerita 21 tahun yang lalu.


"ya itu benar, dan yang ada di disain gambar saya itu yang berwarna biru" kata Thomas dengan antusias.


"tapi saya sungguh tidak tau pasti, siapa sahabat dari disainer cantik yang waktu itu sedang hamil besar itu" kata Hendrawan penuh penyesalan.


" ah sial" kata Thomas, ia sudah bener bener merasa penyelidikan nya menemui jalan buntu.


" tunggu sebentar " Hendrawan berusaha mengingat ngingat sesuatu.


"ayah saya pernah bilang, wanita disainer itu bernama Helene, Helene menikahi orang Pribumi dari Jakarta, suaminya pengusaha tambang emas dan kebetulan juga suaminya sahabat ayah saya. Dia ke Surabaya menemui sahabatnya yang bernama Pauline. ya. Pauline kalau tidak salah" kata Hendrawan seraya mengingat kembali memori yang sudah lama itu. "Pauline Wilson. ia itu nama sahabatnya. aku yakin itu". Kata Hendrawan kegirangan saat ia bisa mengingat kembali cerita ayahnya dulu.


" pak Hendrawan yakin? jika Pauline Wilson adalah sahabat dari Helene?" Tanya Tomas memastikan.


"bukankah Pauline Wilson adalah pemilik butik dari brand terkenal di Indonesia? tanya Thomas kembali. ia sudah merasa sangat yakin jika tujuannya sudah dekat.


"Marito sihombing dia adalah pengusaha di bidang tambang emas yang berasal dari Sumatera Utara dan sukses di Jakarta, dia itu suami dari Helene, seratus persen aku sangat yakin" kata lelaki berkumis tipis itu.


"Helene itu memang membuat dua gelang kembar, satu untuk dirinya dan satu lagi untuk sahabatnya, itu yang pernah aku dengar dari ayahku. Tapi pastinya aku tidak tau yang merah atau yang biru yang ia berikan pada Pauline sahabatnya. Tapi beberapa bulan setelah itu, aku mendengar kabar jika Tuan Marito sihombing meninggal dunia karena sebuah kecelakaan, dan meninggalkan Helene dalam keadaan hamil besar. Dan setelah itupun aku tak tau lagi cerita selanjutnya. apakah Helene kembali ke negerinya setelah sepeninggal suaminya atau ia masih ada di Indonesia. Entah di Jakarta atau di surabaya. entahlah " kata Hendrawan.


" apakah mungkin jika pemilik gelang ini adalah keturunan dari dari nyonya Helene pak? " tanya Thomas.

__ADS_1


" ya bisa jadi. untuk pastinya, lebih baik kau temui Pauline Wilson. Karena aku yakin dia pasti lebih tau cerita lengkapnya. Aku dengar dia juga tinggal di Surabaya. aku rasa kamu tak akan sulit untuk mencarinya Hai anak muda " kata Hendrawan seraya menepuk pelan pundak Thomas.


" baiklah pak, terimakasih banyak atas informasinya" Kemudian Thomas menjabat tangan Hendrawan dengan senyum ramahnya.


__ADS_2