Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
putri titipan


__ADS_3

sesampainya Bram dan keluarga nya di rumah besar, semua tampak berkumpul disana. Dimas tampak duduk di sebuah kursi roda. Raut wajah yang sendu. semangat hidupnya seakan telah memudar. ia menatap kosong pada keluarga yang datang sekedar untuk memberikan rasa simpati. hati dan pikirannya teringat pada sang istri yang sampai sekarang belum ada kabarnya.


"Dimas sayang, kau harus kuat dan bersemangat. jangan menyerah. Jika kau tak semangat bagaimana mungkin kau bisa menemukan istrimu. Ayo bersemangatlah, seharian saja kau tak mau makan. ayo makanlah sayang, biar mama suapin ya? " bujuk Arumi yang merasa tak tega karena sang putra belum juga mau makan.


"apa aku harus bahagia karena aku bisa selamat, sedangkan istriku... " Dimas menjeda kalimatnya. salivanya yang tertelan terasa begitu pahit. Matanya berembun. bahunya meluruh. terasa sakit sekali rasanya menjalani hidup. Bagaimana mungkin ia bisa tersenyum setelah seminggu ia berbahagia menjalani honeymoon bersama belahan jiwanya dan setelah itu semuanya sudah berakhir. kebahagiaan yang baru saja ia nikmati seolah hanya fatamorgana.


"aku mau sendiri ma" kata Dimas yang kemudian memutar kursi roda nya untuk masuk kebelakang. Buru buru Arumi segera membantu mendorong kursi roda itu dari belakang dan membawa Dimas ke kamar bawah. Karena sejak pulang dari rumah sakit Dimas tak akan lagi bisa menempati kamarnya yang dilantai atas.


Arumi sangat mengerti jika putranya belum bisa menerima kenyataan jika ia harus memakai kursi roda apalagi sang istri yang biasanya selalu menguatkan dirinya kini juga belum ada kabarnya. Arumi membawakan putranya kekamar dan membantunya untuk berbaring setelah itu ia menutup pintu itu dan membiarkan Dimas seorang diri kamar, mungkin untuk saat ini ia membutuhkan waktu untuk sendiri .


****


Sementara hasil penyelidikan dari Thomas sudah mencapai titik terang. Entah mengapa Thomas merasa curiga jika ada yang janggal dengan keterangan Elizabeth. Elizabeth menyebutkan jika kecelakaan duapuluh tahun yang lalu telah menewaskan putrinya. Tapi ia sendiri malah mengetahui cerita itu dari saudarinya, karena ia mengalami amnesia. Thomas berpikir jika ada kemungkinan Kalau Zahra adalah putri yang dimaksudkan Elizabeth telah meninggal. ia harus mencarikan bukti yang kuat. Karena ada kemungkinan jika kecelakaan itu di manipulasi.

__ADS_1


sementara Maria sudah menyadari jika bayi duapuluh tahun yang lalu yang sempat ia cari kini sudah kembali dan tentunya sudah berupa gadis cantik yang siap menggeser kedudukan putrinya untuk menguasai Kerajaan butik yang selama ini ia kendalikan.


"aku tak akan membiarkan kau kembali Queen, takdirmu adalah mati ditanganku. mungkin dulu kau bisa selamat, tapi tidak untuk sekarang" kata Maria seraya memegang sebuah foto bayi mungil ditangannya. tangannya meremas foto itu hingga foto itu pun kusut dan berkerut membola dibuatnya. kemudian ia melempar ke sembarang arah. kemudian ia menelpon seseorang.


"kembali lakukan tugasmu. cari dia hidup atau mati" kata Maria dengan suara menekan.kemudian ia mematikan telponnya.


***


lalu bagaimana mungkin Thomas bisa membuktikan jika Zahra adalah putri dari Elizabeth? sementara Zahra sendiri belum diketahui keberadaannya. Sebelum mencari kecocokan DNA, ia harus terlebih dahulu menemukan keberadaan Zahra.Thomas seolah sedang menemukan jalan buntu untuk masalah ini. Kepolisian sudah mencari tau rekaman CCTV setiap mobil yang melewati jalan itu. polisi dan juga tim detektif sudah mengantongi tiga mobil setelah kecelakaan itu. Satu mobil setelah diselidiki ternyata menuju kerumah sakit terdekat, tapi setelah diselidiki ternyata tidak ada pasien kecelakaan. mobil yang kedua ternyata sebuah mobil Dinas milik seorang anggota kepolisian di kota probolinggo. setelah di selidiki ia pun tak tau menau soal kecelakaan itu. Mobil terakhir adalah mobil milik warga di daerah alas gunung itu, disitu juga tak ditemukan jejak Zahra. Lalu dimana Zahra? siapa yang telah menyembunyikan nya? tak ada titik terang yang bisa mengarah pada keberadaan Zahra. seolah semua jalan buntu.


"bagaimana nyonya, apakah surat wasiat dari nyonya Helene sudah bisa dilaksanakan? " tanya pengacara yang bernama Bobby itu. ia duduk di sofa ruang tamu dengan memegang sebuah map di tangannya. Sementara Pauline duduk di kursi rodanya dengan setia perawat Siska menemani sang majikan. Siska berdiri di belakang kursi roda itu.


Pauline tak menjawab. ia menarik nafas dalam, kemudian menghembuskannya perlahan.

__ADS_1


"apa yang harus aku lakukan? " tanya Pauline.


"Di surat wasiat di sebutkan. Kekuasaan Kerajaan bisnis butik harus segera diberikan kepada wanita keturunan nyonya Helene dan memiliki liontin kunci untuk membuka peti wasiat yang ditinggalkan nyonya Helene.Dan wasiat ini hanya akan diberikan kepada ahli waris wanita selaku yang akan bisa mengelola bisnis Kerajaan butik. Apakah salah satu dari kedua putri anda memiliki nya? " tanya Bobby seraya menatap tajam pada Pauline.


" tidak. kunci itu hilang. sebenarnya aku sudah memberikannya kepada Elizabeth selaku putri kandung Helene. tapi kunci itu hilang entah kemana. Dan sekarang kondisi Elizabeth sendiri sedang amnesia. karena itu aku menyerahkan tanggungjawab pengelolaan butik itu kepada Maria" ujar Pauline. sebenarnya ia tak mau menghianati sahabatnya. ia sudah memberikan apa yang seharusnya diberikan pada Elizabeth. Tapi kenyataan malah tak berpihak pada Elizabeth.


*** flashback***


20 year's ago.


waktu itu Maria sedang mengintip ibunya yaitu nyonya Pauline yang sedang berbicara dengan seorang pengacara. Disitu pengacara itu mengatakan bahwa kepemilikan butik akan segera di alihkan kepada Elizabeth, karena memang Elizabeth adalah pemilik sah secara langsung karena ia merupakan anak titipan Helene kepada Pauline. Dan sebelum terjadinya kecelakaan, pengacara itu mengatakan jika pewarisnya dialah wanita yang mendapatkan liontin kunci 🔑 itu syarat utama. karena hanya kunci itu nantinya yang bisa membuka semua berkas dan aset yang ada.


Maria terperangah mendengar pengacara itu berbicara seperti itu, padahal sang ibu sama sekali tak pernah memberitahu bahwa jika Elizabeth bukan saudara kandung nya. Sang ibu tak pernah membedakan antara Elizabeth dan Maria. Maria tak bisa Terima jika ia harus membagi kasih sayang ibunya kepada Elizabeth yang notabene hanya putri titipan sahabatnya. Terbersit dalam hatinya jika ia akan mengambil alih apa yang seharusnya menjadi milik Elizabeth akan ia ambil menjadi miliknya.

__ADS_1


"kurang ajar, rupanya Elizabeth bukanlah kakak kandungku, ternyata ia hanyalah putri titipan. Kau harus membayar mahal karena kau sudah merebut kasih sayang ibu dan ayahku. Dan bahkan ayahku sampai meninggal itu semua gara-gara kamu Elizabeth" Tangan Maria mengepal erat.


Rencana demi rencana pun ia susun sedemikian rupa, tanpa sepengetahuan sang ibu. Dalam menyusun rencana Maria bekerja sama dengan suaminya untuk menyingkirkan Elizabeth. tidak, bukan menyingkirkan Elizabeth melainkan menyingkirkan putri Elizabeth yang nantinya akan mewarisi kerajaan butik.


__ADS_2