
Di kediaman Nugroho, Dimas sudah mengambil keputusan bahwa ia akan honeymoon ke Bali saja. Dia menolak tawaran sang kakek yang menawarkan honeymoon ke luar negeri, meskipun diluar negeri menjanjikan berbagai tempat yang indah, namun bagi Dimas keindahan tanah air Indonesia adalah hal yang tak ternilai harganya. Jiwa nasionalisme pada dirinya sangatlah kuat.
rencananya besok ia akan honeymoon ke Bali. "kamu tidak keberatan kan sayang jika kita honeymoon ke Bali?" tanya Dimas pada sang istri.
" tentu saja tidak mas, Bali juga indah. di sana juga banyak menyimpan budaya Indonesia. juga banyak wisata pantainya, pasti sangat indah" katanya seraya memasukkan baju ke koper yang hendak ia bawa nanti saat honeymoon.
" yang, apa kamu tidak berkeinginan ke luar negeri saja? disana katanya sangat indah pemandangannya. tau film love in Paris kan?, atau film yang katanya viral itu, apa ya? oh ia layangan putus. Di film itu Cappadocia sangat indah loh?" goda Dimas pada sang istri. Dimas memeluk sang istri dari belakang. sambil menciumi rambut sang istri yang tergerai panjang. Wangi sekali rambut itu. Dimas sangat menyukai aroma rambut itu. Didalam kamarnya, Zahra memang selalu melepas hijabnya, bahkan tak jarang setelah menikah dia selalu berpenampilan seksi. tapi itu hanya pada saat dia ada dikamarnya berdua dengan sang suami.
" mas, tidak perlu ke Cappadocia, disini asal sama kamu mas, udah buat hati aku bahagia" Zahra membalas pelukan suaminya dengan memeluk erat kedua tangan sang suami yang melingkar di perutnya. Terasa damai dan hangat.
***
pagi pagi sekali Dimas sudah siap berangkat ke Bali. tuan Aresh sudah mempersiapkan perjalanan honeymoon cucunya sebaik mungkin. Surabaya ke Bali dirasa tidaklah terlalu jauh. sebuah mobil Ferrari hitam membawa perjalanan honeymoon pasangan pengantin baru itu ke Bali. Aresh kakek Dimas tak mengijinkan mereka melakukan perjalanan dengan mobil sendiri, melainkan mereka harus ada sopir yang mengemudikannya.
setelah sampai di Bali mereka menginap di sebuah hotel berbintang yang tak jauh dari pantai. Pantai yang terkenal akan keindahannya yaitu pantai kuta.
"sayang, apa kau suka kamar hotel ini? " tanya Dimas saat ia telah sampai dikamar hotel tempat ia menginap. Dimas memeluk sang istri dari belakang. "I love you" bisik Dimas dibelakang telinga sang istri. Hembusan nafas hangat seakan menyapu daun telinga itu. menggetarkan nya hingga masuk ke jantung hati. Zahra terpejam seakan sengaja menikmati alunan kata cinta yang di ucapkan sang suami.
"I love you too" jawab Zahra seraya tersenyum lembut.
Dimas melepas pelukannya, kemudian menciumi kening sang istri dengan kelembutan. " Tidurlah. besok kita akan jalan jalan ke pantai. kamu pasti lelah setelah melakukan perjalanan jauh" katanya.
"hmmmm" hanya itu yang keluar dari mulut sang istri.
__ADS_1
Dimas merebahkan tubuh kekar itu di ranjang dan menarik tubuh Zahra agar tidur disampingnya. "sini sayang mas peluk", katanya sambil memeluk erat sang istri.
****
pagi hari mereka sudah di pantai. berjemur menikmati indahnya panorama alam pantai. Angin semilir bertiup sepoi sepoi dengan berjejer beberapa pohon kelapa yang tumbuh di bibir pantai yang melambai. deburan suara ombak seolah berirama bersahutan bergantian dengan kicauan burung yang beterbangan di atasnya.
Zahra berpegangan tangan bersama suaminya berjalan di atas pasir putih yang menghampar di bibir pantai itu. Dia mengenakan topi pantai di atas kepalanya. mengenakan kaos lengan panjang couple warna putih senada dengan sang suami.
Dipantai itu bukan hanya mereka saja yang datang berkunjung, tapi banyak juga pasangan muda mudi yang tengah menikmati keindahan pantai itu terlebih beberapa turis luar negeri yang juga liburan disana.
" Hai... Dimas? " sapa seorang wanita yang memanggil Dimas.
sontak saja Dimas menoleh ke arah sumber suara tanpa melepas pegangan tangannya pada Zahra.
Dimas mengernyitkan kedua alisnya. mencoba mengingat siapa wanita yang kini mengenalinya.
sedangkan Zahra memalingkan wajahnya seolah merasa risih dengan dua wanita yang menurutnya berpakaian minim itu.
" wah kayaknya Dimas sudah lupa sama kita ya? " tanya satu wanita yang tubuhnya lebih kecil itu.
" aku Alisha, mantan kamu saat kuliah dulu. masak sih lupa? " cibir wanita berambut lurus itu. bibirnya mengerucut kesal.
" mentang mentang sudah ada yang baru, ia lupa kita ya sha? ah kayak gak tau Dimas aja, udah bosan aja pasti akan ganti yang baru" kata wanita di sebelah Alisha seraya melirik pada Zahra. dari tatapannya jelas sekali ia memasang wajah tak suka.
__ADS_1
Zahra hanya diam namun ia segera merangkul lengan suaminya seolah ia sedang menunjukkan pada kedua wanita itu bahwa ialah pemilik pria tampan di hadapannya.
"Alisha?, Ruri? ah ia aku ingat. maaf ya Sha, Ruri, aku bener tak mengenali kalian. aku pikir kalian masih diluar negeri. makanya aku sama sekali tak kepikiran kalau itu kalia" kata Dimas tersenyum.
melihat sang suami tersenyum pada wanita-wanita berpakaian minim itu sontak saja membuat Zahra geram. ia semakin menarik lengan suaminya dengan kasar membuat Dimas kaget dan menyadari bahwa sang istri tengah memberi peringatan.
"oh maaf ya, kalau begitu kita duluan ya, masih ada keperluan lain" kata Dimas sambil berjalan menjauhi dua wanita seksi itu, Zahra menarik Dimas untuk menjauhi wanita-wanita itu. terlihat sekali kalau ia sedang kesal.
" sayang, jangan marah. dia hanya teman kuliahku dulu" kata Dimas mencoba membujuk sang istri.
Zahra tak menjawab apapun. tatapannya lurus ke depan ke tengah lautan biru bersela buih ombak kecil di sana di mana beberapa orang yang tengah bermain selancar.
tangannya melipat ke dada tanpa ada pembicaraan, ia masih saja merasa risih dengan sikap ramah Dimas pada kedua wanita berpakaian minim tadi.
" terimakasih ya sayang, meskipun kamu ngambek, setidaknya kamu sudah membuktikan bahwa kamu sayang dan cinta sama aku" kata Dimas seraya menggendong sang istri. Ia lekas membawa Zahra ke tengah pantai yang lebih dalam, berniat mandi dan berenang disana.
" eh mas Dimas, mau dibawa kemana? " tanya Zahra terkejut saat ia menyadari sebagian tubuhnya terendam ke dalam air.
Dimas hanya tertawa lebar. "Daripada ngambek mending kita berenang ditengah laut yuk? " kata Dimas.
" takut mas, takut" kata Zahra sambil memegang erat tubuh suaminya. ia tak mau di lepas begitu saja berenang di tengah pantai.
setelah berenang mereka pun kembali ke bibir pantai untuk menghangatkan tubuh. mereka berjemur di atas pasir.
__ADS_1
tak lupa Dimas dan Zahra selalu mengambil foto untuk setiap momennya bersama sang suami. lalu ia membagikan momen itu di media sosialnya.