Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
ijab qobul


__ADS_3

" pa, ma, kumohon mengertilah " Dimas tampak panik melihat mata Zahra berembun.


Yulia mengerti keadaan Zahra, ia segera menghampiri wanita yang sudah ia besarkan selama duapuluh tahun itu. " dengar nak, jangan jadikan ini beban bagimu. jadikan ini yang terbaik dalam hidupmu " kata yulia menenangkan hati Zahra.


Arumi pun tak kalah diam saja. ia yang sedari tadi duduk di samping Zahra, segera mengambil tangan Zahra dan menggenggam erat. " apa kamu belum siap untuk menikahi putraku?, kami tak akan memaksamu. namun jika kamu merasa belum siap, maka tentu kami akan pulang dengan membawa kekecewaan. Dan mungkin kami tak akan pernah kembali lagi. Kami sangat berharap agar kau segera mengambil keputusan" kata kata Arumi tegas.


semuanya terdiam mematung. semua mata tertuju pada Zahra seorang. menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh Zahra, terutama Dimas, dia sangat cemas, dia sangat tak menyangka jika mamanya akan membuat penekanan dengan begitu tegas, seolah Zahra tak punya pilihan lain.


Zahra menarik nafas dalam dalam, berusaha menenangkan diri. ia ingin mengutarakan apa yang ada di hatinya. " maafkan saya mama Arumi, bukannya saya ingin menolak, tapi... Zahra menjeda kalimatnya teras berat rasanya untuk melanjutkan.


" tapi apa? " kata Arumi tak sabar.


" dari dulu saya hanya menginginkan kelak jika saya menikah, saya ingin agar ayah kandung saya yang menjadi wali nikah saya. sedangkan sampai sekarang saya belum bisa menemukan siapa ayah kandung saya" mata Zahra kembali berkaca kaca. berusaha sekuat mungkin agar airmata tak jatuh dari mata cantiknya.


semua mendadak hening, berkelana dengan pikiran masing-masing. satu permintaan yang sederhana yang penuh makna namun sulit untuk dilakukan.


mama Arumi menarik nafas dalam dalam. kemudian dia melanjutkan kata katanya.


" Dengar nak, itu bisa kamu lakukan jika kau sudah mendapatkan ayahmu, untuk saat ini, sebaiknya kalian menikahlah dulu dengan menggunakan wali hakim saja. tak baik menunggu lama lama jika kalian sudah saling cocok" Kata Arumi kemudian.

__ADS_1


" Yang dikatakan bu Arumi ada benarnya juga nak, mungkin nak Dimas adalah takdirmu" kata Yulia berusaha meyakinkan.


" Bismillah, semoga langkah yang aku ambil adalah keputusan yang benar " Zahra berdoa dalam hati lalu menarik nafas dalam dalam kemudian melanjutkan berbicara. " baiklah, saya akan menerima pernikahan ini dengan ikhlas " ujar Zahra seraya tertunduk.


" Alhamdulillah... " jawab semua orang hampir bersamaan.


" kalau begitu mari kita langsungkan acara yang sakral ini di musholla depan, bagaimana?" tanya Abimana yang tak sabar ingin segera membawa pulang menantunya.


"Biar aku nanti yang akan menjadi wali hakim Zahra, apakah boleh? " pak RT mencoba menawarkan dirinya, karena sejujurnya pak RT juga sangat sayang kepada Zahra. Zahra yang sangat baik hati dan bahkan sering juga kerumah pak RT untuk sekedar membantu bu RT memasak kala ada kegiatan ibu ibu PKK atau arisan.


" ya, itu ide yang bagus" kata Yulia. " seandainya saja suamiku ada pasti aku akan meminta dia untuk menjadi wali hakim Zahra " batin Yulia.


mereka semua mengangguk dan segera menuju ke mushola bersama sama.


Andi segera mempersiapkan segala keperluan akad, seperti meja untuk akad nikah dan Al-Quran juga tak lupa ada di atasnya. Sambil sesekali membereskan musholla, andi selalu mencari kesempatan melirik ke Tiara. " Cantik juga teman Zahra itu, aku juga mau jadi pacarnya "batin Andi.


Disisi lain Dimas sangat gelisah. raut wajahnya tak tenang. baginya ini terlalu mendadak. Dia belum mempersiapkan segalanya. Bagaimana nanti proses ijab qobul nya. Bahkan ia sendiri belum hafal lafadz nya.


melihat Putra nya gelisah, Arumi segera mendekati Putra semata wayangnya. " kenapa kau tampak gelisah sekali nak?, apakah kau tidak senang? "

__ADS_1


"bukan itu ma, aku belum siap. apa yang akan aku Lafadzkan jika nanti ijab qobul?" tanya Dimas cemas, tangannya sangat dingin sedingin es.


"jangan khawatir ayo duduk dulu, kita lihat caranya di youtube ya? sambil menunggu kedatangan pak penghulu, kamu bisa belajar" ujar Arumi seraya tersenyum. tangannya memegang pundak sang putra Berusaha memberikan semangat pada nya.


Sebelum kedatangan pak penghulu, semua pada mempersiapkan segala sesuatunya. Yulia dan Ambar segera kedalam untuk menyiapkan menu makanan di bantu juga oleh Tiara dan bu RT. Dimas ditemani Andi belajar menghafal lafadz ijab qobul nya. Sedangkan Zahra kembali ke kamar untuk memperbaiki riasan nya yang sudah memudar. Arumi dan Abimana entah sedang berbicara apa. sedangkan para rombongan pemain musik juga sedang asyik dengan perbincangan nya sendiri.


jam dinding sudah menunjukkan tepat jam sepuluh pagi. bersamaan dengan itu pula yang ditunggu sudah datang. Pak penghulu datang bersama satu asistennya.


semua sudah hadir. Zahra dan Dimas duduk bersisian di satu meja, dengan satu mushaf ada di sisi kanannya. sedangkan para orang tua sudah ada di belakang pengantin. juga Aisyah dan tiara ada di sebelah Yulia dan ambar. Aisyah baru saja datang setelah Zahra memberinya kabar bahwa ia akan menikah hari ini juga. Zahra tak mau melewatkan hari sakralnya begitu saja tanpa Aisyah sahabat nya. sedangkan yang lain sudah duduk di belakang, berjejer membentuk seperti shaf sholat.


" saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Dimas Aditya Nugroho bin Abimana Nugroho dengan ananda Zahra Aulia dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai satu milyar rupiah di bayar tunai"


" saya Terima nikah dan kawinnya ananda Zahra Aulia dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Terdengar Dimas mengucapkan kalimat Qobul setelah pak RT selaku wali hakim Zahra mengucapkan kalimah ijab terlebih dahulu . keduanya berjabat tangan dengan khidmat.


" Bagaimana saksi? sah?" terdengar pak penghulu bertanya pada saksi.


"sah" jawab mereka serempak.


"Alhamdulillah" kata pak penghulu mengucapkan syukur. kemudian pak penghulu membacakan do'a kepada kedua mempelai setelah ijab qobul itu selesai.. semoga pernikahan mereka langgeng SAKINAH MAWADDAH WA ROHMAH. "Amiiiin" mereka semua mengaminkan doa pak penghulu.

__ADS_1


__ADS_2