Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
pria misterius


__ADS_3

Dimas kini sudah bergabung di perusahaan bersama ayahnya. dia memegang jabatan sebagai CEO di perusahaan yang bergerak dibidang jasa antar barang. Meskipun tergolong baru tapi Dimas mampu mengimbangi pegawai yang lain. Dimas ditemani oleh Steven sahabat sekaligus sepupu dari ibunya. Dia ditunjuk oleh Abimana untuk menjadi asisten Dimas jikalau Dimas memerlukan bantuan di kantor.


sedangkan Rayyan hanya memegang perusahaan cabang dari perusahaan XXpres. itulah mengapa Rayyan sangat iri dengan posisi yang dimiliki Dimas.


setelah Dimas bersedia turun kedunia bisnis, Abimana mengadakan sebuah pesta penyambutan untuk putra pewarisnya. pesta di hadiri berbagai relasi tak terlebih keluarga Bramana juga hadir. begitu juga keluarga Wilson juga hadir.


meskipun tak terlalu mewah tapi pesta itu cukup elegant dalam penyambutan sang putra. Dimas mengenakan jas kebesaranny berwarna abu abu sedangkan Zahra mengenakan Dress muslim warna senada dengan suaminya. Mereka tampak mesra sekali.


" Hai Tiara, kau disini? " Sapa zahra saat ia baru kembali dari toilet melihat Tiara juga berada di pesta itu. ia merasa heran saja melihat saudara sepanti asuhan itu berada di pesta penyambutan suaminya.


" ia Ra, kekasihku relasi bisnis suamimu. aku kesini karena di minta untuk menemaninya " Tiara tampak kikuk bertegur sapa dengan temannya itu.


" wah aku senang bisa kembali bertemu denganmu. bagaimana kabar ibu panti dan adik adik di panti asuhan? aku sangat merindukan mereka " kata Zahra


" mereka baik baik saja Ra, tapi kumohon nanti jangan kau ceritakan asal usul ku. karena aku bilang kalau aku adalah anak orang kaya. Aku takut jika nanti Raymond tau kalau aku gadis panti dia malah memutuskan hubungan dengan ku.Aku tak ingin kehilangan kesempatan menjadi istri orang kaya seperti dirimu. Dan satu hal lagi ya Ra, untuk beberapa hari ku pinjam dulu gelang mu ya. nanti akan aku kembalikan " kata Tiara seraya mencubit pipi cantik Zahra, lalu pergi.


" hmmmm" Zahra mendengus pelan sambil meng geleng-gelengkan kepala.


" Hai.." sapa seseorang dari belakang.

__ADS_1


sontak Zahra menoleh kearah sumber suara.


" kulihat dari tadi kau bersama Dimas. bukankah kau adalah gadis yang dulu pernah kulihat sedang makan bersama Dimas di restaurant itu? " tanya pria jangkung dengan sedikit berjambang itu.


" ia, saya adalah istri Dimas" kata Zahra.


" kenalkan nama saya Erick Smith. siapa namamu? Erick menjulurkan tangan kepada Zahra, namun tangan Erick mengantung di udara karena tak berbalas oleh Zahra. Zahra menangkup kan kedua tangannya sambil menunduk.


" nama saya Zahra " katanya seraya tersenyum.


" owhh, nama yang cantik " kata Erick.


" kalau begitu saya permisi kedepan" kata Zahra lalu pergi meninggalkan Erick seorang diri.


saat Zahra kembali ke ruang pesta Zahra melihat Tiara pergi menyelinap di balik keramaian, ia keluar dengan terburu buru dan menaiki lift. Zahra hendak mengejar Tiara tanpa sengaja ia di tabrak seseorang dari belakang, ia tinggi besar dengan memakai jas hitam dan kacamata hitam. karena tubuh Zahra yang kecil hingga ia terpental kesamping. Zahra melihat pria itu juga memasuki lift yang sama dimana Tiara juga masuk. Firasat Zahra merasa tak enak, Dia buru buru bangkit dan juga hendak masuk lift. sepertinya Tiara memencet lantai 10, lantai teratas di gedung itu. " kenapa Tiara menuju rooftop gedung? apa yang akan dia lakukan disana? terus kenapa orang itu mengikuti tiara? " Pikiran Zahra bener bener kacau. Hatinya takut akan terjadi sesuatu yang buruk pada saudara sepanti asuhan itu. saat tiba di lantai atas, Zahra kembali berpapasan dengan pria misterius itu lagi. sepertinya ia sedang terburu buru pergi. Zahra hanya melihatnya sekilas lalu segera mencari Tiara. tapi ia tak menemukan siapa pun di sana. Merasa tak ada siapapun di sana, ia pun kembali turun dan kembali ke ruang pesta dan hendak mencari suaminya. tapi sepertinya diruang pesta juga tak ada siapapun. semua orang berlari keluar gedung. sedang terjadi sesuatu di sana.


" mas, Pada kemana orang orang? " tanya Zahra saat melihat ada seorang pelayan yang sedang membereskan sisa sisa makanan.


" itu mbak, sedang terjadi kecelakaan, ada seorang wanita yang jatuh dari rooftop mungkin sedang melakukan percobaan bunuh diri" kata pelayan itu.

__ADS_1


" jatuh? bunih diri?" jantung Zahra seakan berhenti berdegup. tubuhnya lemas, keringat pun kembali merembes di sekujur tubuhnya. Sepintas bayangan terlintas jika Tiara lah yang sedang pelayan itu bicarakan.


" tidak, tidak mungkin Tiara " kata Zahra sambil berlarian ke depan ke tempat TKP.


sesampainya disana sudah ada orang orang berkerumun termasuk Dimas. Zahra berniat menerobos ke tengah kerumunan hendak melihat wanita yang terjatuh dari rooftop itu. tapi Dimas segera menahannya.


" siapa itu mas? bukan Tiara kan? " kata Zahra seraya meneteskan airmata.


Dimas tak menjawab, justru ia menarik Zahra kedalam pelukannya. membekapnya kuat.


Bersamaan itu pula petugas kepolisian sedang mengevakuasi korban untuk dibawa kerumah sakit.


Dimas masih membekap tubuh Zahra kedalam pelukannya. sehingga membuat Zahra tak sempat melihat siapa dan bagaimana kondisi wanita yang jatuh itu.


" sabar ya sayang " hanya kata kata itu yang keluar dari mulut Dimas.


tanpa bertanya pun Zahra mengerti arah pembicaraan Dimas, ia sangat yakin jika wanita yang dimaksud adalah Tiara.


" ayo mas kita ikut kerumah sakit. Aku yakin dia bukan tiara kan? "kata Zahra tersedu-sedu.

__ADS_1


" ia ayo kita pergi, ma, pa aku mau kerumah sakit dulu ingin memastikan bagaimana kondisinya " kata Dimas pada orang tuanya.


mereka hanya mengangguk saja tanpa berkata apapun.


__ADS_2