Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
Rahasia Besar


__ADS_3

Malam itu sehabis sholat isya, Yulia memanggil Zahra untuk membicarakan sesuatu yang penting.


Yulia dan Ambar sudah menunggu kedatangan Zahra diruang kerja Yulia. Yulia berniat menceritakan tentang rahasia besar Zahra.


Beberapa saat kemudian, pintu diketuk, terdengar sebuah salam dari luar.


"Assalamu'alaikum" zahra mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


" waalaikumsalam, masuklah Zahra" terdengar suara Yulia dari dalam. Zahra pun masuk dan terlihat Yulia dan Ambar duduk di sofa ruang itu.


" silahkan duduk Ra, Ambar mempersilahkan Zahra duduk disebelahnya.


" begini Ra, ibu pikir ini adalah saat yang tepat untuk memberitahu kamu siapa kamu sebenarnya. bagaimana latar belakang hidup kamu. Dan darimana kamu berasal. apakah selama ini tak pernah terbayang olehmu untuk mencari tahu tentang jatidiri kamu Ra? " Yulia memicingkan matanya menatap tajam mata Zahra. mencoba menelisik di dalam sana apa yang sedang dipikirkan wanita bermata sipit itu.


" deg... deg... " jantung Zahra berdetak begitu cepat. baru tadi siang dia dan Aisyah membicarakan tentang siapa keluarga Zahra. Dan kini tanpa Zahra menyinggung masalah itu, Yulia sendiri telah membicarakan nya.


"aku baik baik saja bu, tinggal disini bersama dengan anak anak panti yang lain aku merasa hidup ku lebih dari cukup ditambah lagi kasih sayang yang ibu berikan itu sungguh luar biasa bagiku"


" bukan itu masalahnya nak, usiamu sudah mendekati duapuluh tahun. Dan cepat atau lambat kamu juga akan meninggalkan panti ini. kami rasa sudah cukup selama ini kami menyembunyikan siapa dan darimana kamu berasal. Bagaimana kamu bisa berakhir dari sini" Yulia menarik nafas dalam dalam.

__ADS_1


" Bar, bisa tolong kau ambilkan mini bag yang ada di laci kamarku? " Ambar pun mengangguk lalu ia keluar. tak butuh waktu lama, Ambar pun kembali dengan membawa tas kecil berwarna biru. Ambar memberikan tas itu pada Yulia.


" identitasmu ada di dalam tas ini" Yulia memandangi tas kecil berwarna biru dengan bordir bunga mawar di luar nya. pikirannya melayang mengingat kejadian duapuluh tahun silam.


malam itu habis maghrib Yulia hendak menjenguk bu RT yang lagi sakit. ia berjalan kaki bersama Ambar teman sekaligus orang kepercayaannya yang membantu mengurus panti asuhan. ketika mereka berjalan di trotoar, tiba-tiba datang seorang wanita setengah baya tengah berlari sambil menggendong bayi. wanita itu ter engah engah menghampiri Yulia dan Ambar.


" maaf Bu, saya mau minta tolong. tolong selamatkan bayi ini. saya tak punya banyak waktu. kalau saya punya kesempatan saya akan mengambilnya kembali. jika saya tak kembali tolong jangan tunjukkan identitas bayi ini hingga usianya duapuluh tahun" nafas wanita itu terasa begitu berat. dadanya naik turun berusaha mengatur pernafasan nya. Dia menyerahkan bayi yang masih merah itu ketangan Yulia. Kemudian tanpa menoleh ke belakang lagi wanita itu lari sekencang kencangnya dan menghilang di tengah kegelapan malam.


Yulia dan Ambar saling pandang, tak banyak bicara, berkelana dengan pikiran masing-masing. Yulia memandang ke wajah bayi mungil yang memakai bedong merah muda itu dengan penuh iba. Bayi itu dalam kondisi terlelap. wajahnya masih merah, mungkin baru dilahirkan.


Tak beberapa lama kemudian dari arah belakang ada dua orang berpenampilan preman juga berlari, sepertinya sedang mengejar wanita yang memberikan bayi tadi. Yulia notice dengan kehadiran dua preman itu. ia buru buru bersembunyi di balik rimbunan tanaman hias di depan rumah warga, meninggalkan Ambar sendiri. Dua preman itupun menghampiri Ambar.


Ambar tertegun. wajahnya langsung pucat. tapi dia tetap berusaha menyembunyikan rasa paniknya. Dia teringat ucapan wanita tadi, agar melindungi bayi itu. mungkin yang dimaksud wanita itu adalah preman preman ini yang menginginkan bayi itu. " aku harus melindunginya" batin Ambar.


" ah ia, tadi aku lihat dia lari ke arah sana" Ambar sengaja menunjukkan jalan yang berbeda dari jalan yang di ambil wanita itu. Di depan sana ada jalan persimpangan karena itu Ambar menunjukkan jalan kekiri sedang wanita itu tadi mengambil jalan ke kanan. Dan preman itu pun mengejar wanita itu mengikuti jalan yang ditunjukkan Ambar.


Setelah dirasa cukup aman, para preman itupun tak terlihat, Ambar lekas memanggil Yulia.


" mbak, sudah aman. keluarlah! " Yulia pun keluar dari persembunyiannya. Celingak celinguk tetap memastikan keadaan. meskipun terlihat aman aman saja karena para preman itu tak terlihat, namun Yulia masih saja khawatir. ia takut para preman itu kembali lagi.

__ADS_1


" Bar, sebaiknya kita segera kembali ke panti asuhan. aku rasa di sini bayi ini tidak aman, kita tunda saja membesuk bu RT. Nyawa bayi ini lebih penting"


Ambar pun mengangguk setuju dengan ucapan Yulia. Akhirnya mereka pun kembali ke panti asuhan. Berjalan tergopoh gopoh agar segera sampai.


beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di panti asuhan. lekas lekas mengunci pintu dan membawa Bayi mungil itu ke dalam untuk segera diperiksa kondisinya.


saat di letakkan di atas kasur, Yulia membuka bedong bayi itu untuk memeriksanya. terlihat bayi itu masih merah dengan Tali pusat yang basah seperti baru dipotong. " sepertinya bayi ini baru tadi siang dilahirkan " gumam Yulia.


" hmmm, mbak benar. wajahnya sangat cantik. kamu aman di sini sama kami ya sayang" Ambar mengusap lembut pipi bayi itu. Ambar memang tak pernah tau bagaimana rasanya punya anak. tapi nalurinya sebagai seorang ibu tak perlu diragukan.


" kita beri nama siapa mbak? " tanya Ambar.


Yulia terdiam. ia tampak berpikir nama apa yang cocok untuk bayi ini. " Zahra". Zahra Aulia " yang artinya bunga yang suci.


"nama yang cantik" gumam Ambar.


kemudian Yulia memeriksa isi mini bag warna biru itu. Yulia melihat ada sebuah kalung emas dengan liontin berbentuk kunci dengan gambar bunga melati di kepala kunci itu. kemudian tangannya kembali merogoh isi tas itu kembali. terdapat sebuah gelang emas cantik. Gelang emas charm bracelet. seperti gelang rantai tapi di gelang ini terdapat bandul di sepanjang rantainya. terlihat manis dan lucu apalagi jika dipakai gadis remaja. juga ada sebotol dot susu mungkin sengaja di siapkan untuk si bayi ketika haus.


" sepertinya perhiasan ini sengaja di desain khusus untuk bayi ini, untuk Zahra " Dengan seksama Yulia memperhatikan liontin dan gelang itu. Kemudian memberikan nya pada Ambar. Begitu pun Ambar, kedua bola matanya membulat sempurna melihat takjub perhiasan emas itu.

__ADS_1


" ia, mbak benar. Ada rahasia besar dibalik liontin dan gelang ini. makanya wanita itu bilang jika seandainya dia tak kembali untuk mengambil Zahra. kita tak boleh memberikan perhiasan ini pada Zahra. Karena bisa jadi ini sangat membahayakannya. Tapi jika Zahra tak menggunakannya, maka selamanya ia tak akan tau siapa keluarganya. Siapa orang tua kandungnya "


__ADS_2