
Erick menemui suster Yanti di rumahnya. bertemu dengan keluarga kecil suster Yanti.
"jadi suster Yanti selama ini tinggal di bali?" tanya Erick saat duduk disofa ruang tamu.
"ia, setelah kecelakaan itu, aku diminta untuk segera pindah jauh dari surabaya. karena itulah aku kembali ke Bali, Bali adalah tanah kelahiranku" suster Yanti tersenyum. Erick hanya manggut manggut tak mengerti.
"emang apa yang ingin suster bicarakan sama aku? " tanya Erick tak sabar.
"bagaimana keadaan mamahmu?" tanya suster itu lagi seolah memastikan keadaan mantan majikannya.
" mama baik. tapi dulu saat kecelakaan yang menimpa mama dan suster, mama mengalami amnesia" ujar Erick.
" apakah kamu tau, jika kecelakaan itu sesuatu yang direncanakan oleh seseorang?"
Erick mengernyit. mana ia tau, karena waktu itu ia masih bocil yang tak tau apa apa.
"aku tau kau tak akan tau apapun, karena waktu itu kau masih kecil. karena itu aku akan menceriakan sesuatu padamu.
kemudian suster itu menceritakannya bagaimana kronologis kejadian saat Elizabeth melahirkan baby queen hingga berakhir pada penculikan dan kecelakaan itu.
" jadi adikku tidak meninggal sus? " tanya Erick marah.
" ia adikmu tidak meninggal seperti yang diberitakan publik. adikmu di culik. entah kemana bi Asih membawa baby queen pergi, mamamu bilang jika ia memberikan kalung dan gelangnya sebagai identitas baby queen, kelak jika mereka terpisah setidaknya ada tanda pengenal pada baby queen" suster itu bercerita panjang lebar.
setelah pertemuan nya dengan suster Yanti, Erick tak sabar ingin segera pulang. ia ingin menemui sang ibu dan akan menceritakan tentang baby queen. Erick tau jika selama ini ibunya amnesia dan tak bisa mengingat apapun. Erick akan berusaha mencari keberadaan sang adik dan membawanya pada sang ibu. saat perjalanan pulang, tepatnya saat ia melintasi jalur penyeberangan gunung Gumitir tak sengaja ia menemukan seorang gadis yang tergeletak di pinggir jalan dengan kepala berdarah.
"tepikan mobilnya bro" kata Erick saat ia menatap ke jendela melihat pemandangan pegunungan ia melihat seseorang tergeletak dipinggir jurang.
Tio segera mengerem mobil dan menepikan mobil seperti permintaan temannya. Erick keluar dan menghampiri gadis malang itu. lekas ia meminta teman temannya untuk membantunya menolong gadis itu. saat di dalam mobil, Erick tak hentinya menatap gadis di hadapannya yang sebagian di kepalanya terluka dan merembes darah hingga turun di bagian atas wajahnya. Erick membersihkan wajah Zahra dengan tissu yang ada di mobil itu, tanpa ada pergerakan dari gadis itu sedikitpun, wajah yang familiar baginya.
"sepertinya aku mengenali gadis ini" gumam Erick. "ya, aku pernah melihatnya bersama Dimas" gumam Erick.
__ADS_1
Erick tak tau jika Dimas dan Zahra sudah menikah, karena saat mereka menikah Erick ada di Inggris.
Erick berniat mau menelpon Dimas, saat dia hendak menelpon, tangannya menyentuh sesuatu di bawah punggung gadis itu. ya, posisi gadis itu ada dipangkuan Erick dengan leher Zahra ada lengannya. Erick mengambil sesuatu yang terasa dingin di kulit lengannya. sebuah liontin kalung emas berbentuk kunci. Erick urung untuk menelpon Dimas, ia kembali meletakkan ponselnya dan memperhatikan liontin itu.
"bukankah ini liontin yang sama dengan milik mama yang diperuntukkan queen adiknya?" batin Erick. sebuah liontin kunci dengan hiasan bunga melati di kepala kunci itu. Erick kembali teringat dengan ucapan suster Yanti beberapa jam yang lalu. jika sebenarnya adiknya diculik dan seseorang benar-benar menginginkan adiknya lenyap. Erick berpikir, mungkinkah gadis ini adalah adiknya? jika memang benar, kecelakaan ini pasti karena seseorang telah mengetahui identitas gadis ini. karena itulah Erick berniat untuk menyembunyikan gadis ini sampai semuanya terbukti jika ia benar-benar adiknya yang dulu diculik. Erick mengatur sedemikian rupa untuk memindahkan gadis itu di mobil lain saat di tengah perjalanan dan tentunya di tempat yang tak terjangkau CCTV jalan raya. Erick ingin mengelabui pelacakan tentang gadis itu baik itu dari polisi atau siapapun. semuanya itu tentu saja tak lepas dari bantuan teman temannya.
Zahra mendapatkan perawatan di salah satu klinik tempat praktek temannya di Probolinggo, hingga akhirnya ia dipindahkan ke Surabaya, dan kemudian dibawa ke Inggris. tapi Zahra mengalami amnesia total. Erick langsung memberikan Zahra dengan identitas baru dan menamainya Queenzha dan membuang identitas lama Zahra. Tapi sebelum itu Erick memastikan jika memang benar Zahra adalah adiknya. ia melakukan tes DNA Zahra dengan ibunya di surabaya. dan hasilnya 90% cocok. Erick berniat akan membawa queen pulang pada saat ibunya ulang tahun nanti. tapi semuanya keburu ketahuan.
***
Elizabeth tampak kebingungan dengan cerita putranya, tentu saja dia bingung karena dari cerita adiknya bayinya meninggal dulu saat kecelakaan.
"ma, dia adalah queen, putri mama" jelas Erick. "queen tidak meninggal ma, melainkan dia diculik. dan mama tau? tante Maria sudah memanipulasi kecelakaan yang menimpa mama. bayi yang meninggal itu bukan putri mama. itu rekayasa tante Maria saja" sambungnya setelah menjeda kalimatnya.
Elizabeth diam, dia hanya menggeleng geleng kepala dengan netra berkaca kaca. kemudian kedua tangannya memegang kepalanya. Seketika Elizabeth mengalami sakit kepala luar biasa. bayang bayang saat penculikan dan kecelakaan masa lalu kini kembali melintas. pikirannya tak mampu membendung memori demi memori yang kembali bermunculan. otaknya tak sanggup mereflek dengan baik karena itulah dia pingsan.
Semua orang panik, Erick dan Queen kebingungan.
segera Erick menelpon dokter langganan keluarga yang beberapa hari ini merawat Queen.
beberapa menit kemudian dokter pun datang. ia memeriksa Elisabeth yang kini terbaring di sofa ruang tamu.
"bagaimana kondisi mama saya dokter? " tanya Erick cemas.
"mama anda baik baik saja, dia mungkin hanya syok saja. apakah mama anda mengalami amnesia? " tanya dokter.
"ia, jawab Erick singkat.
"tunggulah dulu hingga ia sadar, ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi" jelas dokter.
"apa? " tanya Erick.
__ADS_1
" yang pertama, kemungkinan mama anda akan mendapatkan kembali ingatannya.
"kedua, kemungkinan mama anda tidak akan mengingat apapun dan bahkan itu bisa untuk selamanya". papar dokter.
tak lama kemudian, Elizabeth membuka matanya. dokter segera menghampiri Elizabeth dan memeriksanya kembali.
" dimana saya? " tanya Elizabeth sambil menatap sekelilingnya.
"mama! " kata Erick mendekati sang mama, sementara Queen masih berdiri tak berani mendekati. ia masih bingung karena wanita itu takut belum menerima dirinya sebagai puterinya. meskipun dalam hatinya ingin sekali memeluknya.
Elizabeth kembali memegangi kepalanya.
"Apa yang anda rasakan? " tanya dokter.
"saya baik baik saja dokter" jawab Elizabeth.
"apakah anda bisa mengingat bayangan yang sering melintas di pikiran anda? tanya dokter lagi.
Elizabeth tersenyum." saya bisa mengingat semuanya dokter".
"puji Tuhan" kata dokter itu lagi. kemudian dokter itupun memberikan Elizabeth resep obat untuk ditebus di apotek.
setelah itupun dokter pergi.
Elizabeth kembali menatap gadis cantik yang berdiri tak jauh darinya.
"kamu queen? queen putriku? mendekatlah" pinta Elizabeth. tatapan penuh kasih sayang dan kelembutan. Queen pun menghampiri mamanya dan memeluknya.
"mama? " netra queen berkaca kaca.
"jangan menangis sayang, aku mamamu. maafkan mama karena tak bisa menjagamu hingga kita terpisah cukup lama. Terimakasih Erick kau menemukan adikmu, terimakasih nak. kalian berdua adalah putra dan putriku. terimakasih Tuhan" Kata Elizabeth seraya memeluk kedua anaknya dan dalam hatinya tak hentinya ia bersyukur.
__ADS_1
sang nenek hanya tersenyum melihat menantu dan kedua cucunya kini bersatu kembali.