Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
Zahra kembali


__ADS_3

Dimas hanya terdiam, namun pandangannya tak lepas dari wajah yang sangat ia rindukan. wajah kalem dan penuh kelembutan yang selama ini selalu mengisi hari harinya.


queen merasa aneh dengan lelaki di hadapannya. lelaki yang hanya diam saat di ajaknya bicara. queen hanya menggeleng geleng kepala kemudian dia berniat pergi meninggalkan lelaki yang menurutnya aneh.


"tunggu" seru Dimas saat melihat gadis itu beranjak meninggalkan nya.


Queen menghentikan langkahnya. kembali menoleh ke arah Dimas.


"siapa kamu? " tanya Dimas.


"aku queen. namaku queen. sudah berulang kali aku menyebutkan namaku. tapi kau masih saja selalu bilang kalau aku Zahra" ujar Queen dengan nada kesal.


"bisa kita bicara? " tanya Dimas lagi.


queen menatap ke arah pergelangan tangannya. dia menatap jam yang melingkar disana lalu berkata " jangan sekarang, hari ini aku sedang ada acara. aku ditunggu mama di dalam. aku keluar untuk mengambil sesuatu atas permintaan mama. dan sekarang tentu mama sedang menungguku. mungkin nanti sore di cafe di ujung jalan sana" Queen menunjukan ke arah seberang jalan raya dimana di sana ada sebuah cafe yang lumayan besar.


"kau Nasrani? " tanya Dimas karena gadis itu menyebutkan bahwa mamanya sedang menunggunya di dalam gereja.


Queen hanya mengangguk. seraya tersenyum malas. jujur saja setelah ia terbangun dari koma setelah kecelakaan dan mengalami amnesia, ia tak menyukai dirinya yang sekarang. apalagi Erick berkata jika dirinya adalah nasrani sama seperti orang orang yang telah mengaku sebagai keluarga nya. Hatinya menolak dengan apa yang di sampaikan oleh kakaknya. tapi ia hanya diam saja. sampai nanti dia akan mencari tau sendiri tentang jati dirinya.


terlihat gurat wajah Dimas menyimpan kekecewaan. ia kembali tak yakin jika gadis itu Zahra. "Zahra ku adalah seorang muslim, bukan Nasrani" batin Dimas.

__ADS_1


sore hari Dimas sudah duduk di meja cafe yang ditunjuk oleh queen. Dimas sangat yakin kemiripan antara queen dan Zahra hampir 100%. hanya saja busana dan keyakinan mereka yang berbeda. apalagi saat Dimas memperhatikan liontin milik queen, itu adalah liontin yang sama dengan milik istrinya. Dimas melihat jelas liontin itu tergantung dileher queen karena memang queen tidak mengenakan hijab seperti istrinya.


"Hai, dah lama ya menunggunya" sapa seorang wanita pada Dimas.


Dimas yang sedari tadi memainkan ponselnya, dia menatap foto sang istri waktu ia ada di bali. ada yang sendiri ada juga berdua. terlihat romantis dan sangat bahagia. Dimas menoleh pada queen yang duduk di kursi satu meja dengan Dimas, namun kursi itu berhadapan dengan kursi yang diduduki Dimas.


setelah memesan minuman tak ada perbincangan di antara keduanya. mereka sibuk dengan perasaan masing-masing.


"kau tau siapa foto yang ada di ponselku ini" tanya Dimas setelah beberapa saat terdiam.


queen menerima ponsel itu dan menatap foto yang ada di ponsel Dimas. Foto seorang wanita setengah badan sedang duduk manis dengan tangan ada di dagunya. wanita itu berhijab. tampak cantik sekali.


"wajah wanita di foto itu sama dengan wajahku" kata Queen heran. "siapa dia?, apakah dia Zahra yang sering kau sebut namanya? " tanya queen lagi.


Dimas hanya mengangguk. kemudian dia kembali memperlihatkan foto Zahra saat tak berhijab, berdua dengan Dimas dengan kedua pipi yang menempel.


lagi queen mengambil ponsel itu. Dia lagi terheran. wajah mereka benar benar mirip, bagaikan pinang di belah dua. Queen melirik liontin yang menggantung di leher Zahra. Dia men zoom foto itu.


"liontin itu? " tanya Queen dengan menatap liontin miliknya kemudian kembali memperhatikan liontin milik Zahra.


"tidak mungkin foto itu aku" sahutnya.

__ADS_1


"siapa sebenarnya kamu? dari awal kita bicara, kau belum menyebutkan namamu? " tanya queen dengan suara bergetar.


Dimas hanya diam. sekarang dia sangat yakin jika queen adalah Zahra. Dia juga yakin Zahra pasti hilang ingatan dan kembali dengan identitas baru yaitu queen. satu hal lagi yang belum Dimas pastikan.


"namaku adalah Dimas, dan foto wanita di ponsel itu adalah istriku. namanya Zahra Auliya. sekarang dia menghilang entah kemana. kami mengalami kecelakaan. karena itulah aku mengalami kelumpuhan kaki. hingga sekarang aku tak bisa menemukan dia" Dimas tampak berkaca kaca. hatinya terasa sakit kala menahan kerinduan pada sang istri.


Queen jadi bersedih mendengar cerita Dimas. ia juga dapat merasakan seberapa besar beban hidup yang dirasakan lelaki di hadapannya.


"kamu tau, aku berpikiran jika kamu adalah istriku. dan aku juga sangat yakin kalau kau itu istriku. selain dari kalung itu istriku juga memiliki tahi lalat di pergelangan tangan kirinya. juga memiliki tanda lahir di punggung sebelah kiri. dan untuk membuktikan bahwa dugaanku salah aku minta tolong padamu agar kau memperlihatkan tahilalat di pergelangan tangan kirimu itu" ujar Dimas dengan penuh permohonan. ia tertunduk tak berani menatap wajah queen.


tanpa pikir panjang queen melepaskan arloji yang melingkar di tangan kirinya. ia terbelalak tak percaya. dan benar saja jika di pergelangan tangan kirinya ada tahilalat kecil berwarna hitam. dan ia juga tau jika dipunggung nya terdapat tanda lahir. sungguh ini semua tak mungkin suatu kebetulan.


"apakah kau benar suamiku?, aku sungguh tak bisa mengingatnya" ujar queen dengan lelehan air mata.


Dimas kembali memberikan ponselnya, di sana ia menunjukkan foto fotonya bersama Zahra, mulai dari foto pernikahan hingga foto honeymoon di bali.


Queen menangis sambil sesekali memegangi kepalanya. terasa sakit sekali kepalanya di saat ia menatap foto foto itu. sakit kepala yang luar biasa, kepalanya terasa berdenyut. tubuhnya tak bisa mengimbangi otaknya. pandangannya kabur dan...


"Brughhh.... " Queen terjatuh ke lantai. ia tak sadarkan diri. Dimas panik. semua orang yang ada di situ lantas mendekat untuk menolong Queen. Dimas masih belum bisa untuk menggendong queen, karena kakinya belum terlalu kuat, kakinya baru sembuh . Dimas meminta orang orang di cafe itu untuk membawa queen ke dalam mobil Dimas. Dimas akan membawa queen kerumah sakit. sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan, ia akan segera mencari tau apakah queen beneran Zahra atau bukan. ia menelpon Thomas untuk minta bantuannya. Dan dengan segera Thomas pun datang. Di sana mereka mendapat keterangan dokter jika pasien atas nama queen memang mengalami amnesia. juga berdasarkan beberapa hasil penyelidikan Thomas, semuanya dikaitkan. hasil rambut dari nyonya Elizabeth yang pernah Thomas ambil beberapa bulan yang lalu sebelum kecelakaan juga di cocokkan dengan sampel rambut Queen. dan semuanya sudah terbukti, jika queen adalah Zahra.


Hati Dimas berbunga bunga, ia telah kembali menemukan belahan jiwanya yang telah lama hilang. pelita hidup yang dulu meredup kini kembali bersinar. ia tak hentinya bersyukur kepada Tuhan karena telah melindungi istri tercintanya dan bukan hanya itu ia juga bersyukur karena Tuhan sudah mengembalikan separuh hatinya yang hilang.

__ADS_1


__ADS_2