Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
resepsi pernikahan


__ADS_3

sudah lima hari sejak peristiwa kecelakaan yang menimpa Tiara namun Tiara tak juga kunjung sadarkan diri. Zahra sungguh dalam dilema, apa yang harus ia lakukan? sedangkan hari pesta pernikahannya dua hari lagi. haruskah ia menunda pesta pernikahan itu?, jika memang harus ditunda lalu bagaimana dengan perasaan Dimas dan keluarganya?


Zahra mondar mandir didepan ruang ICU tempat Tiara di rawat. Sungguh dia tak tau apa yang harus ia lakukan. sesekali ia berhenti sekedar untuk menatap saudara pantinya itu di balik dinding kaca. kemudian datanglah Yulia dan Ambar yang baru saja dari kantin. Yulia memperhatikan Zahra yang gelisah.


" kenapa Ra? " tanya Yulia seraya menautkan kedua alisnya heran. " apakah terjadi sesuatu sama Tiara? tanyanya lagi.


" tidak bu, Tiara masih sama belum sadarkan diri" kata Zahra seraya menunduk sambil memelintir ujung jari jari tangannya.


" lalu? " tanya Yulia lagi.


" bu, aku harus bagaimana? sampai sekarang Tiara belum juga sadarkan diri. Lusa sudah acara pernikahan ku dan mas Dimas. apakah aku harus menundanya? " tanya Zahra cemas.


Yulia hanya tersenyum mendengar keluhan Zahra.


" kenapa kau harus menundanya? lanjutkan saja. Masalah Tiara biar kami yang akan menjaganya. Kalau ditunda, keluarga Dimas pasti akan kecewa. jangan buat mereka mengeluh terhadap dirimu nak, lakukanlah yang terbaik untuk keluarga mu" Yulia menepuk pundak Zahra memberikan nasehat. begitu pun Ambar yang berdiri di belakang Yulia menganggukkan kepala memberi dukungan.


"aku akan masuk dan menemui Tiara sebentar" kata Zahra. lalu ia pergi untuk mengambil baju khusus pengunjung ruang ICU, masker dan mencuci tangan.


"Tiara, maafkan aku ya, maafkan karena aku tak bisa mencegah mu dari kecelakaan yang mengakibatkan dirimu celaka" Zahra menggenggam tangan Tiara yang dingin. tak ada pergerakan sama sekali. Seolah Tiara sedang tidur terlelap.


Zahra menatap wajah sahabatnya, wajah yang sebagian tertutup selang yang menghubungkan ke mesin Ventilator. Mata Tiara memang terpejam, tapi Zahra sangat yakin jika Tiara pasti bisa mendengarnya.


"cepat sembuh ya Ra, aku akan menunggumu di resepsi pernikahan ku, bukankah kau sudah berjanji akan datang?. aku akan bersedih jika kau tak datang" Zahrara mengambil tangan Tiara dengan lembut dan menggenggamnya. Matanya pun berkaca kaca. " cepat sembuh ya Ra, aku akan menunggumu di pesta pernikahan ku " kata Zahra dengan suara tercekat.


Zahra pun keluar dari ruang ICU dan menemui Ayu dan Ambar yang sedang menunggu di depan ruangan.


" bu, ibu Yulia dan ibu Ambar bisa menginap dirumah nanti. biar aku yang akan menjaga Tiara" kata Zahra lagi.

__ADS_1


" tidak nak, bagaimana mungkin kau akan menjaga Tiara? sementara dua hari lagi kau akan menikah, kau perlu banyak istirahat. kau tak boleh lelah" kata Ambar.


Zahra hanya diam, yang dikatakan Ambar ada benarnya. dia harus memang harus istirahat.


dua hari kemudian, resepi pernikahan Dimas Aditya Putra Abimana Nugroho sudah di gelar besar besar-besaran di sebuah hotel mewah berbintang. banyak dari kalangan relasi bisnis, konglomerat, ssahabat, keluarga semua diundang untuk menghadiri pesta tersebut. tak terlebih sahabat Dimas waktu di kota kecil waktu dia menjadi kurir. Andi, ilham, Cindy, Zidane, Aisyah ustadz Zakir dan lain lain semua ada disana.


Zahra mengenakan gaun berwarna putih dengan rok yang mengembang ala negeri dongeng dengan bordiran bunga yang terkesan mewah dan elegant. Dipadu dengan hijab warna putih dengan payet yang menjulur sampai ujung kaki.


Bersanding dengan Dimas yang sangat tampan bagaikan seorang pangeran dari negeri dongeng.


Bagaikan raja dan ratu. sepasang insan yang dipasangkan sempurna oleh sang Maha Pencipta untuk saling melengkapi. Hidup berdampingan menjalani ikatan suami istri hingga menua nanti. ikrar pun diucapkan untuk saling menjaga sesuai syari'at islam.


semua orang mengucapkan selamat pada pasangan pengantin ini. tak terkecuali Cindy dan ilham meskipun berat hati ia pun mengucapkan selamat pada keduanya.


" selamat ya Dimas dan Zahra, semoga langgeng hingga kakek nenek " kata Cindy meskipun dengan nafas berat ia pun menjulurkan tangan mengucapkan selamat. Dimas dan Zahra pun menerima ucapan selamat dari Cindy dengan senyum bahagia.


" terimakasih ya ilham atas kehadiran dan do'a nya" jawab Dimas.


Aresh dan Shella tersenyum jumawa melihat cucunya sudah menikah. Meskipun Dimas menikah dengan wanita acak, Aresh dan Shella tak pernah mempermasalahkannya. bagi mereka yang penting Dimas bahagia.


Abimana dan Arumi pun ikut bahagia melihat sang putra duduk di singgasana bagaikan raja. Sekarang pernikahan mereka sudah dipublikasikan. kini semua orang sudah tau status Dimas bukan lajang lagi.


Demikian juga Yulia dan Ambar, ia mengucapkan selamat pada gadis yang selama ini ia asuh.


" selamat ya nak, semoga langgeng pernikahannya" kata Yulia menyalami Zahra. Zahra segera memeluk tubuh Yulia. Ia menangis tersedu. tangis haru seorang anak pada sang ibu. Yulia pun menepuk pelan pundak Zahra dan berkata. " jangan menangis, seharusnya kau tersenyum. ini hari bahagiamu nak" begitu pula dengan Ambar memeluk Zahra. Secercah nasehat mereka ucapkan untuk anak asuhnya.


" jaga Zahra nak, berjanjilah apapun yang terjadi kau akan selalu ada untuknya" kata Ambar pada Dimas.

__ADS_1


Dimas hanya mengangguk saja. sambil menciumi punggung tangan Yulia dan Ambar secara bergantian.


selain mereka yang berbahagia, ada juga sebagian yang merasa iri atas pernikahan mereka. terlebih kau hawa. mereka merasa iri pada Zahra karena keberuntungan nya mampu membuat lelaki tampan itu lebih memilihnya.


Caroline tak menghadiri pernikahan Dimas. karena dia belum siap melihat mantan kekasihnya menikah dengan wanita lain. Rasa cintanya terlalu dalam hingga ia belum bisa moveon.


Begitu juga dengan keluarga Bramana, meskipun mereka ada dan menghadiri acara pernikahan Dimas, tapi sejujurnya hati mereka masih saja diliputi benci dan dendam.


"Selamat ya atas penikahanmu" kata Rayyan saat menghampiri Dimas.


" terimakasih " jawab Dimas.


kemudian Rayyan berpindah mengucapkan selamat pada Zahra.


" selamat datang di keluarga Nugroho. Kau cantik sekali " kata Rayyan menjulurkan tangannya pada Zahra.


Zahra menyambut uluran tangan Rayyan dengan senyuman dan menjawabnya "terimakasih".


Disaat suasana bahagia itu terdengar ponsel Abimana berdering. ia segera mengangkat panggilan telepon itu.


" ia halo" kata Abimana.


" dari rumah sakit? "


"ia. ia . baiklah kami akan segera kesana" terdengar Abimana bicara dengan seseorang.


" ada apa pa? " tanya Arumi yang sedari tadi berdiri disamping suaminya.

__ADS_1


" telpon dari rumah sakit, katanya ada perkembangan dari Tiara. segera beritahu bu Yulia dan Ambar agar mereka segera kesana"


__ADS_2