Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
saya tak tau apapun


__ADS_3

saat sampai dirumah sakit, disana sudah dijaga ketat oleh polisi. tim dokter tampak sibuk keluar masuk ruangan operasi.


" Anda siapanya korban? " tanya polisi saat Dimas dan Zahra menghampiri ruang operasi.


" kami temannya pak" jawab Dimas. sedang Zahra hanya menangis saja. tampak gurat kekhawatiran ada diwajahnya.


" apa kalian ada di TKP saat kejadian? " tanya polisi itu lagi.


Dimas hanya mengangguk saja.


kalau begitu bisa Anda ikut kami kekantor polisi untuk dimintai keterangan.


" baik Pak. tapi bagaimana kondisinya sekarang??"


" korban mengalami patah tulang. beruntung saat jatuh bukan posisi kepala yang jatuh duluan. Berdoalah semoga teman anda selamat " kata polisi itu lagi.


Akhirnya Dimas dan Zahra itu pun pergi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.


" pada saat kejadian kalian sedang apa disana? " tanya polisi saat mereka sampai disana memulai interogasi.


" kami adalah teman korban saat di panti asuhan. kami juga terkejut kenapa bisa Tiara ada di sini. padahal terakhir bertemu dia masih di panti asuhan" kata Dimas memberikan saksi.


" kalau anda? " polisi menunjuk wanita yang ada disamping Dimas dengan dagunya.


" saya, saya tidak tau apapun " Zahra tambah tergugu. tangisnya kini tak bisa ia tahan lagi. perasaan rasa bersalah karena terakhir kalinya ia yang sedang melihat Tiara naik ke rooftop gedung, dan tak bisa menghentikan temannya itu. ia sangat yakin kalau pria misterius yang tadi menabraknya ada kaitannya dengan peristiwa itu.


" bukan saya pak, saya tidak tau apapun " Dimas dan polisi merasa heran dengan sikap ketakutan Zahra.


" tenang sayang, polisi tidak bilang kalau kau yang melakukan nya, dia hanya bertanya apa hubungan kita, itu saja " Kata Dimas seraya memeluk sang istri untuk menenangkan hatinya.


" apa anda tau sesuatu? " tanya polisi yang mulai merasa curiga dengan sikap Zahra.


" pada saat kejadian, posisi anda dimana?" tanya Polisi lagi.


" pada saat kejadian, kami sedang melakukan pesta di lantai dua pak. entah kenapa tiba-tiba ada yang bilang kalau ada yang jatuh, makanya kami semua keluar mencari tau. itu saja pak" kata Dimas menjelaskan.


" baiklah. sekarang kalian boleh pergi. kuharap kalian bersedia kami panggil lagi jika kami membutuhkan keterangan lebih lanjut" kata lelaki berseragam khas kepolisian itu.

__ADS_1


Dimas dan Zahra pun keluar dari kantor polisi dan menuju ke rumah sakit dimana Tiara sedang dirawat.


Sesampainya di rumah sakit mereka segera menuju keruangan operasi. ternyata proses operasi pun sudah selesai. mereka tak mendapati kemana Tiara dipindahkan. Beberapa saat kemudian ada seorang perawat sedang lewat, lekas Dimas menghentikan perawat itu dan bertanya " sus, pasien yang tadi sedang dioperasi sekarang dipindahkan kemana? " tanya Dimas.


" oh wanita yang jatuh dari rooftop itu ya mas? dia dipindahkan ke ruang ICU karena pasien paca operasi belum sadarkan diri, dokter bilang dia sedang mengalami cedera otak " kata wanita berseragam putih itu.


Dimas dan Zahra segera menuju ruangan ICU. di sana juga sedang ada polisi yang berjaga. mungkin karena kasusnya belum selesai.


"bagaimana kondisi saudara saya pak? " tanya Zahra saat menghampiri polisi.


" dokter bilang dia belum sadarkan diri" kata polisi itu.


" siapa diantara kalian yang merupakan saudara korban? " tanya polisi itu lagi.


" kami adalah saudara korban. dan sebentar lagi kami akan menghubungi ibu panti tempat Tiara tinggal " kata Dimas.


" baiklah, kami akan pergi, kami akan segera mengusut tuntas kasus ini. apakah benar korban mencoba melakukan percobaan bunuh diri atau malah sengaja dibunuh" kata polisi itu lagi.


Dimas dan Zahra pun mengangguk dan polisi itu pun pergi.


setelah kepergian polisi itu Dimas menatap lekat sang istri, sepertinya Dimas menangkap sesuatu dimata sang istri.


" apa yang kau sembunyikan dariku sayang? tidakkah kau ingin berbagi cerita dengan ku? " tanya Dimas lagi. entah mengapa Dimas sayang yakin jika istrinya mengetahui sesuatu.


" mas, tadi aku.. " Zahra memutuskan kalimatnya mencoba menelan ludahnya yang terasa berat. suaranya seakan tercekat karena perasaan takut.


"tadi aku, maksudnya sebelum Tiara jatuh, aku sempat melihat Tiara berjalan terburu buru naik lift menuju rooftop. Dan aku berniat mengejarnya tapi aku ditabrak seorang lelaki misterius. sehingga aku terjatuh. aku berusaha mengejar Tiara hingga keatas, tapi aku terlambat. anehnya saat aku ke atas aku lagi lagi melihat pria misterius itu lagi. tapi aku yakin jika Pria itu ada hubungannya dengan kematian Tiara. aku merasa sangat bersalah tidak bisa menjaga Tiara" mata Zahra kembali berkaca kaca.


Dimas langsung memeluk sang istri mencoba menenangkan istrinya.


" apa yang menyebabkan pria misterius itu ingin membunuh Tiara? apakah dia punya masalah dengan Tiara? " tanya Dimas.


" entahlah mas aku sendiri tidak tau" kata Zahra sambil menangis di dalam pelukan sang suami.


" kita cari tau bersama, kamu jangan merasa bersalah. ini sudah takdir. kata Dimas lagi sambil mengelus kepala sang istri.


" apakah kamu tau yang, kenapa Tiara bisa sampai disini? bukankah ini adalah pesta untuk para relasi bisnis papa? " tanya Dimas heran.

__ADS_1


" sebelumnya aku bertemu dengan Tiara dan kami sempat mengobrol. Dia bilang katanya dia sedang menemani kekasihnya. dan dia juga berpesan supaya aku tak pernah menceritakan darimana kita dibesarkan. katanya dia malu takut diputusin kekasihnya. Dia juga sempat pinjam gelang... " Zahra menjeda kalimat nya. teringat akan gelang itu.


****flashback****


" halo Assalamu'alaikum" kata Zahra saat menerima panggilan telepon.


"ia... "


"ia..... "


"dimana....? "


" baiklah aku akan segera kesana " kata Zahra kemudian ia menutup panggilan telepon dan segera menemui sang mertua.


" ma, aku ijin keluar sebentar boleh kan ma? " tanya Zahra saat menemui sang mertua yang lagi duduk membaca koran.


" mau kemana Ra? "


"saya mau ke minimarket sebentar ya mah? "


" ia boleh, kamu pergi sama mang ujang ya? " kata Arumi.


" baik ma" kata Zahra kemudian ia segera bersiap keluar.


Sebenarnya ia ke minimarket mau ketemuan sama Tiara. Tiara yang meminta Zahra untuk menemuinya. sesampainya di minimarket, Tiara sudah menunggu didepan minimarket.


" Kamu di sini Ra? sejak kapan? kenapa tidak kerumahku saja? aku Buru buru Zahra, aku tak ada waktu. aku kesini mau pinjam sesuatu sama kamu" kata Tiara.


" may pinjam apa? uang? " tanya Zahra.


"bukan . aku mau pinjam gelang kamu sebentar. aku sedang dekat dengan seseorang. dan aku bilang kalau aku anak orang kaya. dengan memakai gelang kamu aku jadi terkesan seperti anak konglomerat" kata Tiara sembari melirik ke arah gelang Zahra dipakai.


" bukannya aku menolak meminjamkan nya padamu Ra, tapi alangkah baiknya suatu hubungan itu dimulai dengan kejujuran, bukan dengan kebohongan Ra" kata Zahra menasehati wanita cantik semampai itu.


" ia aku tau Zahra, tapi ini beneran mendesak. aku terpaksa. biar nanti aku akan memberitahu siapa aku pelan pelan. dia pasti ngerti kok. ya, boleh ya. plisss " terdengar Tiara merengek memohon.


" ok, baiklah. tapi ingat jaga baik baik gelangku, ini adalah peninggalan orang tuaku, aku tidak mau kau menghilangkan nya" peringat Zahra sambil melepas gelang charm bracelet bermata biru itu dan memberikannya kepada Tiara. Dan Tiara menerima nya dengan raut bahagia.

__ADS_1


"ok Ra, makasih banyak ya. kau memang sahabat ku yang paling baik" kata Tiara seraya mencubit gemas pipi Zahra lalu pergi sambil tertawa.


Zahra hanya menggeleng geleng kepala melihat kekonyolan teman panti nya itu. lalu ia pun masuk ke minimarket untuk berbelanja kebutuhan nya.


__ADS_2