Terpaut Cinta Abang Kurir

Terpaut Cinta Abang Kurir
gelang yang sama


__ADS_3

Di butik Caroline menghampiri Elsa. "apa yang ingin kau bicarakan tadi waktu kau menelpon ku?"


" Caroline... ad... "belum sempat Elsa melanjutkan ucapannya, Caroline segera menyanggah kalimatnya.


" jangan memanggil aku dengan sebutan nama jika sedang di butik ku. Meskipun kita berteman, tapi disini aku adalah bosmu. jadi aku harap kau menjaga batasanmu" kata Caroline.


wajah Elsa tampak memerah menahan kesal. sifat Caroline memang selalu begitu. dia begitu sombong jika ada di butik nya. tapi jika sedang nongkrong di luar, dia sangat asyik dan dermawan jika sedang dipuji, bahkan sering mentraktir temen temennya . Tapi biarlah dia sudah biasa menahan sifat buruk temennya itu yang terpenting dia akan mendapatkan bonus jika membawa kabar penting untuknya.


" Begini Bos, bos tau wanita yang tadi sedang fitting baju itu kan? " kata Elsa mencoba memulai cerita nya.


" ya, aku tau dia istri Dimas , lalu apa ada yang penting dari semua itu? " Caroline sudah merasa jengah pada Elsa.


" begini boss, saat aku sedang mengukur baju pengantin untuknya, aku melihat dia memakai gelang yang sama dengan gelangmu boss, hanya saja gelang wanita tadi bermata biru sedangkan punya bos bermata merah. apakah dia ada hubungan keluarga denganmu bos?


" mungkin kau salah mengenalinya. tak mungkin gelang ini ada yang menyamai nya. Karena kata mommy gelang ini hanya dimiliki oleh keturunan Wilson. dan gelang ini didesain khusus oleh oma Pauline sendiri. kamu tau, aku adalah satu satunya keturunan perempuan di keluarga Wilson" kata Caroline, ia merasa tak Terima jika dibilang ada yang menyamai gelangnya.


" dengar ya Elsa, kuanggap informasi mu tak penting, sampai aku mendapatkan jawaban nya. aku akan menanyakan semua ini pada mommy ku. jika informasi ini penting maka aku akan memberimu gaji bonus " kata Caroline sambil pergi.


kini ia sedang menuju rumahnya. tak sabar ingin menanyai perihal gelang yang kata ibunya tak ada duanya itu. sesampainya dirumah ia lantas berteriak teriak memanggilnya sang mommy.


"mommy... mommy... mommy.." Caroline berteriak sambil menaiki tangga. ia mengira mommy nya ada di lantai atas. sesampainya dilantai dua ia tak mendapati siapapun di sana. kemudian asisten rumah tangga yang biasa bekerja di sana segera menghampiri Caroline.


" nyonya belum pulang non, mungkin ia masih di gereja" kata asisten yang bernama Saty itu.


" oh ia, hari ini kan minggu" gumam Caroline seraya melihat ke arah dimana jam tangan nya melingkar.

__ADS_1


" tapi biasanya jam segini mommy sudah pulang kan bi? " tanyanya lagi.


" saya tidak tau non" kata Saty .


" ini pasti mommy masih bersama teman temannya, dasar wanita tua masih saja suka bergerombol sama temen temennya, kayak anak muda saja " gerutu Caroline kesal.


 " kalau begitu saya permisi ke belakang dulu non" kata Saty pamit pergi kedapur.


" ya sudah bi" jawab Caroline. Caroline kemudian mengambil ponselnya hendak menelpon sang ibu. ketika ia memencet tombol aplikasi hijaunya , bersamaan dengan itu terdengar sebuah seru mobil masuk ke garasi. sepertinya itu adalah orang yang hendak ia telpon tadi.


lekas ia segera keluar dan menghampiri mommy nya yang baru saja keluar dari mobil.


" My, aku mau bicara, ada yang ingin aku tanyakan perihal gelang ku yang kata mommy tak ada duanya ini" kata Caroline.


" kamu gak lihat kalau mommy lagi capek, bicaranya lain waktu saja. mommy mau istirahat " kata Maria.


" gak bisa mommy, ini sangat penting. mommy harus menceritakan kepadaku kenapa gelang ini sampai ada orang lain yang memiliki, sedangkan kata mommy hanya aku yang memilikinya. tapi buktinya ada perempua lain yang juga memiliki gelang sama" desak wanita muda berambut pirang itu.


Maria sontak menoleh ke arah putrinya seraya melepas kacamata hitam yang sedari tadi bertengger di wajahnya. " apa kamu bilang? memang siapa yang memiliki gelang yang sama dengan gelangmu? " Maria mengernyitkan kedua alisnya tak percaya. " ayo bicara didalam " kata Maria kemudian.


maria masuk dan diikuti Caroline dari belakang. kemudian mereka duduk di sofa ruang tamu.


" memangnya siapa yang memiliki gelang yang sama dengan gelangmu? kalau hanya mirip mungkin banyak di pasaran. tapi kalau sama persis tak akan ada" jawab wanita setengah baya itu seraya menyandarkan punggungnya di sofa.


" gelang yang kamu pakai itu adalah gelang mommy, omahmu yang memberikan gelang itu di saat mommy pertama kali masuk ke keluarga Wilson dan menjadi menantunya. gelang itu sengaja di disain seperti itu dan tak ada dipasaran. omah Pauline membuat dua buah gelang untuk menantunya. yang satu untuk mommy dan yang satu lagi untuk istrinya Smith, si Elizabeth. kata Maria lagi.

__ADS_1


" nah tu kan bener, berarti gelang ini bukan cuma aku yang punya. gelang mommy bermata merah sedangkan punya tante Elizabeth warna biru iya kan? " tanya Caroline mencoba menebak apa yang sedang ada dipikirkan nya.


" bagaimana bisa kamu tahu? " tanya maria tak percaya.


" ya iyalah mommy, kan aku udah bilang kalau aku tadi melihat wanita memakai gelang yang sama dengan gelang ku hanya saja warna mata gelangnya yang berbeda, punyaku merah. punya dia biru" Caroline mencoba menjelaskan.


" tidak mungkin. itu tidak mungkin terjadi. anaknya Elizabeth sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu "


" tapi buktinya mommy, Elsa melihat ada wanita yang memakai gelang yang sama"


" tapi itu kan Elsa, bukan kamu yang melihatnya. Bisa saja kan dia salah" kata Maria mencoba bersikap tenang. Sebenarnya di hatinya timbul berbagai pertanyaan. Selama ini ia memang tak pernah melihat Elizabeth mengenakan gelang itu. lalu kemana gelang itu?. "tidak, tidak mungkin bayi Elizabeth masih hidup. aku sudah menyuruh orang orang ku melenyapkan bayi itu dan juga pengasuhnya.


" mommy. . . kok malah melamun sih mom? " Caroline malah kesal dengan sikap diam ibunya.


" Dimana Elsa temanmu itu melihat wanita yang memakai gelang charm Bracelet itu? "


" Di butik tadi" jawab Caroline seraya memasang wajah cemberut.


" sedang apa wanita itu di butik? " tanya Maria seakan merasa khawatir.


" Mommy tau Dimas kan? anaknya om Abimana. wanita itu istrinya Dimas, dia datang ke butik untuk fitting baju pengantin " jawab Caroline.


" Darimana wanita itu berasal? " tanya Maria seakan mengintimidasi.


" mana aku tau lah mommy, lagian untuk apa aku bertanya. Kalau dilihat dari penampilannya seperti wanita kampung. cantik sih, tapi gayanya gak modis. Dimas aja yang buta lebih memilih gadis kampung daripada aku. padahal aku jelas jelas lebih cantik lebih kaya dan lebih segala-galanya" kata Caroline seraya memasang wajah cemburu. bibirnya pun memonyong kedepan seraya melipat kedua tangannya ke dada.

__ADS_1


"ya sudah, pembicaraan sudah selesai kan? sekarang mommy capek mau istirahat" kata Maria sambil melangkah pergi.


" mommy..., ih kok malah pergi sih. lah terus jawabnnya apa? " kata Caroline kebingungan.


__ADS_2