TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Perjodohan


__ADS_3

Chami masuk ke dalam rumah matanya langsung tertuju ke tangga di mana Arnold baru turun dengan setelan jas berwarna hitam dan dasi merah, Arnold terlihat sangat tampan bahkan terlihat seperti memancarkan cahaya dari tubuhnya.


"Cih kau baru pulang Dekil? dari tadi aku menunggu sampai aku telat ke kantor." Arnold menghampiri Chami yang tengah terpaku di depan pintu.


"Aku tau aku tampan jadi santai dong lihatnya." Sambung Arnold lagi sambil mengambil kantong yang terdapat obat di tangan Chami.


"Maaf aku terlambat." Jawab Chami singkat, hari ini Arnold tampak berbeda dan lebih rapi di banding kemarin mereka bertemu yang hanya memakai baju santai saja.


"Minggir aku mau pergi." Arnold mendorong pelan Chami ke samping dan membuat Chami bergeser sedikit.


"Tunggu, apa kau mau bekerja Super?"


"Kau bodoh atau apa? kau tidak melihat aku sedang memakai apa dasar Dekil bodoh."


"Bukan begitu kau tampak berbeda dari kemarin."


"Baru kau akui kalau aku tampan."


"Ck.. kau ini terlalu percaya diri."


"Terserahlah aku mau pergi dulu." Arnold hendak berjalan namun langsung di cegat Chami.


"Apalagi Dekil?" Arnold memasang wajah kesal sebab jalannya di cegat Chami.


"Kau bekerja di mana?" Chami ingin tahu dia tahu beberapa orang pemilik perusahaan di kota itu, Chami juga penasaran Arnold bekerja di perusahaan yang mana.

__ADS_1


"CC Company, jangan banyak tanya kayak tau aja cih. Sudahlah aku sudah terlambat."


"Kau pemiliknya?"


"Aku tidak sekaya itu, aku hanya manager disana. Bersihkan rumah dan bersihkan kamarku sampai bersih, awas aja kalau tidak bersih!" Arnold langsung pergi meninggalkan Chami yang menatap kepergiannya, Beni langsung menyambut Arnold dan membukakan pintu mobil bosnya itu tak lama kemudian mobil itu pergi meninggalkan halaman rumah.


"Jadi kau manager papi, dunia memang kecil dan aku akan terus berurusan dengan keluargaku lewat dirimu Super. Jika aku tahu kau bekerja dengan papi ku mungkin aku tidak akan mengikuti mu, jadi kau yang akan di jodohkan dengan Chasi hahaha lucu sekali aku menjadi pembantu dari calon ipar ku sendiri. Ahh... Chasi aku tidak iri denganmu aku senang jika kau bahagia tapi jangan bersikap seperti itu kepadaku aku sungguh sangat sakit."


Chami berjalan menaiki tangga menuju lantai dua dan langsung membuka pintu kamar Arnold, Chami masuk dan melihat sekeliling ia menemukan poto di dinding kamar itu. Tadi pagi ia tak sempat melihat isi kamar Arnold karena lumayan gelap dan insiden kecil membuatnya tidak melihat sekeliling, Chami melihat Arnold dan seorang gadis cantik seusia dengannya.


"Apa ini adiknya? dia sangat cantik sekali." Chami terkagum-kagum melihat wanita yang di samping Arnold itu, ia juga melihat Arnold yang tersenyum bahagia di situ.


"Ahh... sebaiknya aku beres-beres sebelum wanita gila itu mengoceh." Chami langsung bergegas berkemas ia tidak ingin Ayu terus mengoceh yang membuat telinganya panas.


"Selamat pagi pak, saya mau memberi tahu jika Pak Gani memanggil Anda untuk keruangannya." Sapa Bunga dan langsung memberitahu apa yang di pesankan kepadanya tadi, ia tahu jika atasannya itu tidak suka berbasa-basi.


"Baiklah, terimakasih." Jawab Arnold tanpa melihat Bunga, walaupun Bunga cantik bahkan seksi ia begitu tidak tertarik.


Setelah lift terbuka Arnold langsung menuju ke ruangan Gani.


Tok Tok Tok


Arnold mengetuk pintu ruangan Gani dan langsung di persilahkan masuk oleh Gani.


"Arnold."

__ADS_1


"Selamat pagi pak, maaf jika saya terlambat."


"Pagi juga, santai saja ayo duduk dulu." Gani menyuruh Arnold duduk di sofa ruangan itu.


"Terimakasih pak, ada apa bapak memanggil saya kesini?" Tanya Arnold saat ia sudah duduk di sofa itu.


"Mau ngobrol santai saja, bagaimana dengan tawaran saja beberapa bulan lalu?" Gani yang tadi duduk di meja kerjanya ia langsung berjalan dan duduk di sofa depan Arnold.


"Soal perjodohan itu ya pak?"


"Iya, kamu jangan khawatir anak saya cantik dan pintar, dia juga pandai menjaga diri dan yang terpenting dia sangat feminim. Saya yakin jika kamu menyukainya, ini potonya." Gani menunjukkan poto Chasi di handphonenya yang sedang tersenyum dengan dress berwarna pink dan rambut panjang bergelombang.


Arnold tegang melihat poto itu, ia seakan tidak percaya dengan poto yang di tunjukkan oleh atasannya itu.


"Dia Chasi, cantik kan? Kamu tenang saja jika kau melihatnya secara langsung kamu pasti akan langsung jatuh cinta."


"Dekil? jadi semua ini hanya sandiwara mu aja hmm.. dasar wanita itu, dia ingin mengenalku dengan cara menjual rokok di jalanan. Astaga gadis itu aku benar-benar tidak menyangka, tapi feminim apanya jelas sekali dia begitu dekil dan sangat berandalan. Kau mau bermain denganku ya? Cih akan ku buat kau jatuh cinta sampai mohon-mohon kepadaku hahahaha."


"Ehemm jadi bagaimana apakah kau tertarik?"


"Saya akan mencobanya pak."


🌺 ******Selamat Membaca jangan lupa like dan coment, maaf jika typo bertebaran. Jika suka ceritanya jangan lupa vote ya dan terimakasih yang sudah kasih vote.🌺


Terimakasih atas kunjungannya** πŸ€—*πŸ€—*

__ADS_1


__ADS_2