TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Dua Pilihan


__ADS_3

Chasi benar-benar menjual rokok satu tas penuh yang di berikan Chariq tadi kepadanya, hari sudah sudah mulai senja ia sangat kelelahan di tambah tidak makan dan minum. Chasi kembali menuju ke mobil Chariq yang terparkir di ujung jalan, ia berjalan dengan lemah bahkan kakinya sangat lemas.


Saat di depan mobil Chariq ia benar-benar tak kuat dan akhirnya tumbang, Chariq langsung keluar dari mobil dan langsung mengangkat tubuh Chasi masuk ke dalam mobil, dengan cepat Chariq melajukan mobilnya menuju apartemennya.


Chariq menggendong Chasi dan membaringkannya di tempat tidur di mana ia dulu membawa Chami untuk pertama kali ke apartemennya, Chariq memejamkan matanya dan menahan rasa sakit di hatinya cukup dalam. Melihat Chasi membuatnya mengingat Chami, bedanya ia hanya mencintai Chami dan membenci Chasi termasuk orang yang telah menyakiti Chami ia sangat membencinya.


Chasi mengerjapkan matanya, ia melihat ke atas dan mengerjapkan matanya berkali-kali untuk fokus karena pandangannya kabur. Setelah merasa membaik, Chasi langsung kaget saat Chariq berdiri di sampingnya dan menatapnya tajam.


Chasi ingin menjauhkan tubuhnya, tetapi tangan Chariq menahan agar ia tidak menjauh. Chasi bergetar ketakutan, Chariq langsung mendudukkan Chasi dengan kasar membuat Chasi meringis kesakitan.


"Jangan cengeng! kau harus makan dulu, setelah itu ada pekerjaan lagi untukmu." Chariq memberikan makanan yang sudah di sediakannya sebelum Chasi sadar.


"Aku ingin pergi dari sini, tolong lepaskan aku?" Chasi benar-benar memohon, Chariq malah menarik rambut Chasi lagi dengan keras.


"Apa yang aku katakan coba untuk di turuti, jika tidak kau yang akan merasakan sakitnya." Chariq melepaskan cengkramannya, ia memberikan makanan itu ke tangan Chasi dengan kasar.


Chariq memilih duduk di sofa ia hanya memperhatikan Chasi makan dengan memaksakan diri, ia menghembuskan asap rokok yang baru di hidupkan ya tadi. Setelah mengetahui semua tentang Chami membuat ia sangat dendam, apalagi saat mendengar kematian Chami ia ingin membunuh keluarga Chami secara perlahan.


Belum makanan Chasi habis, Chariq bangkit dari duduknya karena sudah selesai merokok. Ia berjalan ke arah Chasi yang sedang makan di atas tempat tidur, Chariq langsung mengambil piring yang di pegang Chasi dan ia meletakkan di atas meja. Chasi hanya melihat apa yang akan di lakukan oleh pria jahat di depannya itu, setelah meletakkan piring Chariq menarik rambut Chasi menuju kamar mandi ia menyuruh Chasi mandi sampai bersih.


"Mandilah, pekerjaan mu sebentar lagi akan kau jalani!" Chariq mengatakan itu sambil mendorong tubuh Chasi dan terbentur dinding kamar mandi, ia meninggalkan Chasi sendirian di kamar mandi yang sudah mengeluarkan air mata.


"Ini adalah hukumanku Chami, ini hukuman atas perbuatanku selama ini terhadapmu. Aku harap kau tenang di sana, mungkin aku akan menyusul mu saat aku sudah bertemu dengan papi nanti."

__ADS_1


Chasi keluar dari kamar mandi menggunakan handuk berwarna putih, ia melihat Chariq yang sudah bertelanjang dada dan duduk di tepi ranjang dengan tangan menopang tubuhnya. Chariq memanggil Chasi dengan tangannya, Chasi berjalan perlahan ia sadar ia akan melakukan hal yang biasa di inginkan para pria brengsek.


Chariq menepuk kasur di sampingnya agar Chasi duduk, ia tersenyum saat aroma sabun dari tubuh Chasi mengeluarkan aroma segar.


"Kau tau apa pekerjaanmu selanjutnya?" tanya Chariq sambil membelai bahu putih Chasi.


Chasi mengangguk ia sangat tahu apa yang di inginkan pria jahat di sampingnya ini, apalagi kalau bukan tubuhnya.


"Bagus, aku mempunyai dua pilihan. Kau harus memilih salah satu, pertama kau ingin melihat mayat ayahmu saat ini juga atau kau ingin melayaniku malam ini?" tanya Chariq sambil tersenyum melihat Chasi.


Chasi melototkan matanya, ia tidak ingin jika ayahnya meninggal. Ia sudah kehilangan ibu dan kembarannya, ia tidak lagi ingin kehilangan ayahnya.


"Tidak, jangan bunuh papi! Aku akan melayani mu saat ini juga, tapi aku mohon jangan bunuh papiku!" Chasi menjawab dengan cepat, sungguh ia tidak ingin melihat ayahnya meninggal karena pria jahat ini.


Chasi memejamkan matanya, ia ingin menangis saat itu juga bahkan ia ingin membunuh pria yang tidak berhati ini. Chasi akan melakukannya, ia melakukannya demi sang ayah, Gani.


Chasi benar-benar menggoda Chariq, ia berakting seperti wanita-wanita penggoda kelas atas. Chasi sangat pandai membuat Chariq bergairah, ia bahkan telah memberikan kenikmatan dunia untuk pria kejam itu. Tanpa di sadari Chasi, Chariq sudah merekam semua aksinya. Chariq sengaja melakukan itu agar ia bisa mengirim video mesum Chasi kepada Gani, Chariq ingin membunuh Gani secara perlahan ia ingin merusak pikiran Gani sama yang di lakukannya kepada Chami, gadis kecilnya.


***


"Ampun papi, aku tidak bersalah!"


"Papi, aku mohon jangan memukulku!"

__ADS_1


"Kenapa mau menjual ku, papi?"


"Katakan padaku, apa salahku?"


"Jika raja bersalah, siapa yang akan menghukum raja?"


Gani meremas rambutnya dengan kuat, ia sampai memukul-mukul kepalanya sendiri dengan tangannya. Gani terus mendengar teriakan kesakitan di kamar Chami, tetapi ia tetap tidak ingin pergi dari situ.


Sampai tengah malam Gani kesakitan di dalam kamar Chami, teriak-teriakan dari suara Chami terdengar kuat di telinganya. Para pelayan di rumah itu hanya bisa mendengar teriakan demi teriakan yang keras dari dalam kamar Chami, mereka juga sibuk mencari Chasi yang tidak pulang. Anak buah Gani pun berinisiatif mencari Chasi tanpa perintah, tetapi tak satupun yang dapat menemukan Chasi.


Suara bell di rumah itu terdengar, walaupun tengah malam para pelayan belum tidur karena mereka khawatir dengan tuannya. Salah satu pelayan yang bernama Surti membukakan pintu, ia melihat seorang pemuda yang memakai jaket hitam membawa sebuah paket.


"Permisi, saya mengirimkan paket atas nama Bapak Gani. Ini benarkan alamatnya?" tanya pria itu sambil tersenyum, tanpa curiga Surti mengiyakan.


Surti memperhatikan kotak yang di pegangnya itu, berwarna coklat dan ukurannya tidak terlalu besar hanya seukuran telapak tangan orang dewasa. Surti mengetuk pintu kamar Chami, walaupun ia tahu Gani sedang berteriak di dalam tetapi ia tetap ingin mengantarkan kotak itu karena takut jika itu penting.


Gani berhenti berteriak saat ada orang yang mengetuk pintunya, ia mendengar jika ada paket untuknya. Dengan cepat Gani membuka pintu, ia melihat kotak di tangan Surti dan langsung merampasnya, kemudian ia kembali mengunci kamar Chami.


Gani duduk di ranjang, dengan cepat ia membuka paket yang tak di pesannya. Mata Gani melotot melihat anak gadis kesayangannya sedang tertidur tanpa busana dengan badan yang penuh warna merah akibat ulah Chariq. Gani juga mengambil flashdisk yang di dalam kotak itu, ia yakin jika itu adalah video mesum anaknya.


"Argggghhhh.... sial! kenapa hidupku selalu sial?!" Gani mengamuk di dalam kamar ia marah sambil menangis, anak kebanggaannya kini sudah di nodai orang lain.


Bersambung

__ADS_1


Hai... hai... dukung juga ya novelku yang judulnya AWAS JATUH CINTA πŸ€­πŸ€—


__ADS_2