
Flashback on
"Kenapa sih kita harus bersandiwara seperti itu, aku nggak mau melibatkan perasaan apalagi untuk wanita yang seumuran mereka dan kenapa juga Papa bersikeras menyuruh aku bersandiwara menyukai Chami padahal aku menyukai Chasi pa." Carli tidak habis pikir kenapa Rendra menyuruhnya melakukan hal yang tidak wajar baginya.
"Kamu turuti saja perkataan papa apa jika kamu berhasil maka papa akan menjodohkan kamu dengan Chasi." Ucap Rendra meyakinkan Carli anaknya padahal ia ingin keluarga yang Gani dan Zira benar-benar hancur.
"Papa beneran mau jodohkan aku dengan Chasi jika aku melakukan ini, tetapi aku tidak tega mengatakannya kepada Chasi pa." Carli bingung harus bagaimana ia menyukai Chasi tetapi ia harus mengatakan jika ia menyukai kembaran orang yang dicintainya.
"Kamu percayakan saja kepada Papa, jika kamu sudah mengatakannya papa akan berbicara dengan Gani masalah pernikahan mu nanti dengan Chasi."
"Baiklah, tapi papa janji akan memberitahu om Gani ya? Aku menyukai Chasi pa dan jangan sampai aku tidak jadi nikah dengannya."
"Iya... iya papa janji, tetapi jika kamu sudah mengatakan itu kita pindah dulu dari rumah ini beberapa bulan, papa akan keluar negeri dan kamu harus ikut. Setelah pulang papa akan menikahi kamu dengan Chasi."
__ADS_1
"Kenapa harus pindah pa?"
"Kamu jangan banyak tanya, yang kamu harus lakukan itu saja. Jika kamu mau menikah dengan Chasi!"
"Baiklah pa, aku akan melakukannya."
Rendra tersenyum di dalam hati ia akan membuat permusuhan lewat Chasi dan Chami, ia tahu jika Chasi menyukai Carli karena Chasi pernah bercerita kepada dirinya mengenai hal itu.
Besoknya Carli menemui Chasi, Chasi sangat senang karena Carli mengajak bertemu di cafe dan itu hanya berdua. Chasi fikir Carli akan menembaknya untuk di jadikan kekasih tetapi Carli mengatakan hal yang menyakitkan karena ia akan pindah.
"Kakak mau keluar negeri mengikuti papa."
"Tapi kenapa mendadak?" Chami ingin mengatakan perasaannya, ia tidak ingin di tinggal oleh Carli apalagi ia sangat menyukai lelaki itu.
__ADS_1
"Kak jangan pergi, aku menyukai kakak. Aku mohon kak terima aku menjadi kekasihmu dengan itu kakak tidak akan pergi kemana-mana lagi." Carli sungguh senang karena Chasi juga menyukainya, tetapi kata-kata Rendra terngiang di teliganya. Carli menatap Chasi tidak tega tetapi ia harus mengatakan itu agar ia dapat menikah dengan Chasi.
"Maafkan aku Chasi, aku menyukai Chami kau bisa menyimpan perasaan mu saja." Chasi kaget mendengar itu, ia sungguh merasa sakit karena cintanya di tolak dan di tambah lagi jika Carli menyukai Chami.
"Tapi kak aku sungguh menyukaimu."
"Maafkan aku Chasi aku sungguh tidak bisa, aku harus pergi sekarang." Carli bangkit dari duduknya dan langsung meninggalkan Chasi dengan cepat, ia sungguh tidak tega melihat air mata Chasi yang turun dari pipi halus itu.
"Kenapa? Kenapa harus Chami kenapa bukan aku saja? Kenapa harus dia, aku membencimu Chami!! Kau membuatku malu dan kau telah merebut cintaku, aku sungguh membencimu dan aku tidak ingin melihat kau lagi. Bagus jika papi mengusir mu agar kau mati di sana." Chasi sungguh merasa dendam dengan kembarannya, ia ingin mencakar wajah Chami agar tidak mirip dengannya sebab jika ia melihat Chami berarti ia seperti melihat dirinya sendiri.
Flashback off
Chasi masih berdua di dalam kamar bersama Chami, mereka saling memandang dan berpikir masing-masing. Sudah lama diam akhirnya Chami membuka suara.
__ADS_1
"Aku akan pergi dari rumah ini dan mungkin tidak akan kembali lagi, dan jangan beri tahu kepada siapapun termasuk papi dan mami. Aku akan pergi asal kau tidak membenciku." Chami yakin dengan keputusannya, ia akan pergi dan mungkin tidak akan kembali lagi di dalam rumah mewah Gani, Chasi diam mendengar keputusan Chami ia tidak tahu harus bagaimana dan ia tidak tahu harus berbuat apa.