TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Chasi Bingung


__ADS_3

Chasi memilih tidak pergi kuliah hari ini, pikirannya sangat kacau saat mengetahui jika Chami tidak mengetahui perihal Carli bahkan kembarannya itu tidak ingat siapa Carli jika tidak di ingatkannya. Chasi tidak tahu harus apa dan ia juga tidak tahu harus bagaimana, Chami telah memutuskan untuk pergi dari rumah dan memilih tidak kembali lagi.


Tok Tok Tok


Zira mengetok pintu kamar Chasi, ia ingin tahu apa yang anak kembarnya bicarakan tadi di dalam kamar Chami. Saat Chasi masuk ke dalam kamar Chami tadi tiba-tiba ada tamu yang datang dan itu temannya Zira makanya ia tidak mengetahui jika Chasi sudah keluar dari kamar Chami.


Zira masuk ke dalam kamar Chami dengan senyuman, Chasi bingung harus mengatakan apa. Ia sangat bingung apakah ia harus mengatakan jika Chami memilih pergi dan tidak kembali lagi? Apa ia harus berbohong dan mengatakan sesuatu yang lain. Zira duduk di tepi ranjang tempat tidur ia tersenyum saat Chasi duduk dari baringnya.


"Jadi bagaimana dengan Chami?" Zira sungguh ingin tahu jawaban itu, sebab ia melihat pintu kamar Chami tetap tertutup dan terkunci. Zira tidak tahu jika Chami pergi lewat belakang dan ia mengendap-endap agar tidak terlihat dengan anak buah Gani.


Chasi bingung harus menjawab apa, ia ingin berkata jujur tetapi ia tak bisa begitu juga dengan berbohong ia makin tidak bisa.

__ADS_1


"Kenapa diam? Chami tadi mengatakan apa?"


"Chasi tidak tahu mami, Chami tidak mengatakan satupun saat Chaos berada di dalam kamarnya." Jawab Chasi bohong, ia sungguh ingin mengatakan jujur perihal Chami yang tidak ingin kembali lagi tetapi ia urungkan karena takut Zira jatuh sakit.


"Huh.. mami sangat sedih melihat Chami seperti itu, papi juga sungguh tega terhadap Chami." Zira menghela nafas, ia tak sanggup jika mengingat saat Chami menangis dan mengatakan hal-hal yang pedih di sela tangisnya.


"Mi, sebenarnya kenapa Chami berbeda denganku? Dan kenapa papi suka memukul Chami sedangkan Chasi tidak pernah di pukul?"


"Mi Chasi ke kamar mandi dulu ya." Zira mengangguk dan Chasi pun langsung bangkit menuju kamar mandi di dalam kamarnya.


Chasi memandang kaca, saat ini ia tidak benci saat melihat wajahnya karena tahu jika Chami tidak menyukai Carli dan itu akan ada harapan untuknya. Chasi memandang wajah, bahu dan lengan yang sangat mulus. Berbeda dengan Chami yang penuh bekas luka, bekas luka itu tampak perlahan menghilang di makan waktu tetapi masih ada yang tersisa di bagian tertentu karena kejamnya sewaktu penyiksaan Gani ke Chami.

__ADS_1


"Bagaimana aku harus bersikap ke Chami dan akupun tidak tahu di mana dia sekarang? Tetapi bagaimana dengan kak Carli? Aku sungguh merindukannya, kak kembalilah aku ingin menikah denganmu."


***


Arnold pulang cepat hari ini karena ia sedang bahagia dan malas untuk bekerja, pikirannya terus-menerus tentang pernikahan. Arnold pulang dengan senyuman membuat Beni bingung dengan tingkah Arnold yang berbeda dari biasanya, Beni menjeput Arnold me kantor karena bosnya memberitahu akan pulang cepat.


Arnold sampai ke rumah langsung menuju kamar Chami ia langsung membuka lemari dan melihat baju-baju yang di belikannya untuk Chami saat mereka bertemu, setelah puas dengan melihat baju dan barang-barang Chami ia langsung keluar dan menuju kamarnya.


Ceklek


"Chasi."

__ADS_1


__ADS_2