TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Dia Adikku


__ADS_3

Arnold dan Chami turun untuk makan malam, Ayu sudah menyiapkan makanan untuk Arnold cukup banyak dan ia terus mengutuk karena Chami tidak membantunya dan menghilang tanpa kabar. Arnold turun bersama Chami, Ayu dan Beni entah kemana rumah pun tampak sepi malam itu.


"Kemana yang lainnya?" Tanya Chami melihat ke sudut ruangan yang lainnya.


"Aku menyuruh mereka keluar sebentar, ayo kita makan!" Arnold dan Chami sudah di depan meja makan dan Arnold langsung duduk.


"Aku makan di meja di dapur saja." Chami menolak sebab ia sadar ia pembantu di situ, soal kemarin pagi saat ia makan di meja makan khusus tuan rumah ia khilaf karena kelaparan.


"Makanlah disini, mulai saat ini kau tidak lagi menjadi pembantu di rumah ini."


"Eh...?"


"Kerjaan mu sekarang hanya mengurusku saja!" Chami ikut duduk di depan Arnold karena ia ingin tahu apa yang di maksud Arnold.


"Tapi kenapa begitu, dan bagaimana dengan gajiku?" Chami khawatir sebab ia takut tidak akan mendapatkan uang, ia ingin mengumpulkan uang sebab jika Chasi sudah menikah ia akan pergi jauh.


"Kau ini sibuk sekali dengan uang, tenang saja aku akan membayarnya nanti."


"Tapi bagaimana dengan mengurusmu? Apanya yang mau aku urus kau bukan bayi dan kau pria dewasa yang tidak perlu aku urus." Chami benar-benar bingung, ia tidak mengerti apa yang di maksud dengan Arnold. Mengurus Arnold yang sudah dewasa dan mampu melakukan apapun, menurutnya.

__ADS_1


"Turuti saja perkataanku dan itu sudah termasuk mengurusku, jika kau ingin di gaji lebih besar." Arnold memancing Chami soal gaji, entah mengapa Chami seperti ingin sekali uang padahal pak Gani sangat bergelimpangan harta. Arnold hanya berfikir jika Chami takut ketahuan jika ia tengah bersandiwara.


"Baiklah, tetapi jangan menyuruhku untuk memasak karena aku tidak suka itu."


"Oke. Mulai sekarang kau harus menuruti apapun yang aku suruh, mulai malam ini juga jangan tidur di kamar itu lagi kau harus tidur di kamarku!"


"Kau punya banyak kamar di sini tetapi kenapa kau harus menempatkan ku di kamarmu?"


"Itu perintah."


"Hm... Oh iya siapa poto wanita yang bersamamu itu?" Chami baru ingat untuk bertanya ia juga ingin tahu siapa wanita di samping Arnold itu.


"Dia adikku, dan sudah meninggal." Arnold menatap mata Chami dalam, Chami jadi salah tingkah dan dia pun merasa bersalah karena telah menanyakan itu.


"Maafkan aku."


"Tidak masalah, dia seumuran denganmu dan dia meninggal karena dia di perkosa." Chami kaget mendengar itu, Arnold mengingat semua kenangan bersama adiknya ia bersedih saat adiknya dalam kondisi yang mengenaskan saat di temukan polisi. Adiknya penuh lebam dan pukulan di sekujur tubuhnya, ia yakin adiknya pasti memberontak saat hendak di perkosa makanya penjahat itu memukul adiknya.


"Saat itu ia berusia 16 tahun, dia memang tampak lebih dewasa tetapi sifat dan sikapnya seperti anak-anak."

__ADS_1


"Bagaimana dengan penjahat itu, apa mereka sudah bertanggung jawab?" Chami sangat geram mendengar itu.


"Tidak, mereka hilang tanpa jejak."


"Astaga, maafkan aku telah mengingatkan mu masalah itu."


"Hmm... Kau harus bisa menjaga diri Dekil dan jangan percaya dengan laki-laki di luar sana."


"Terus aku hanya boleh percaya denganmu saja gitu?" Chami menyunggingkan senyumnya.


"Iya dan juga ayahmu, kau harus mempercayai aku dan ayahmu karena aku dan ayahmu tidak akan menyakitimu." Chami menelan perih air ludahnya, mengenang Gani membuatnya sakit.


"Kau benar Super, ayahku tidak akan menyakitiku. Aku tidak tahu dengan kau, aku harap kau tidak menyakitiku." Arnold tersenyum mendengar itu, mana mungkin ia menyakiti wanita yang di sukainya.


"Itu tidak akan terjadi, ayo kita makan." Chami tersenyum mendengar itu, Arnold seperti mengatakan sebuah harapan untuknya. Harapan untuk bahagia.


🌺🌺🌺


Dukung terus ya guys cerita ini dengan like, coment, serta vote 😊 dan share jika cerita ini menarik untuk di baca.

__ADS_1


__ADS_2