
**Sebelumnya maaf ya seperti awal pertama bikin nih cerita saya akan up satu Chap setiap pagi dan malam, jadi saya akan up dengan waktu itu. ππ€
Lanjut Super dan Dekil ya π**
πΊπΊπΊ
Chami melepaskan tubuhnya dari pelukan Arnold, ia tidak mengerti apa yang di katakan Arnold tadi.
"Apa yang kau maksud tadi, Super?" Chami melihat Arnold penuh tanda tanya.
"Jika kau tidak mau menikah denganku kau akan ku nikahkan dengan cara paksa!" Jawab Arnold serius.
Chami terkekeh mendengar itu, "pergilah bekerja, kau sudah lama tidak bekerja, Super."
"Jangan mengelak Chami, aku benar-benar serius saat ini!"
Chami menghela nafas, "jika aku tidak mau kau mau apa, Super?" Chami menahan amarahnya.
"Aku akan melakukan apa saja asalkan aku bisa menikah denganmu, Chami!" Chami memejamkan matanya dan mengatur nafas.
"Arnold Schwarzenegger, aku Chami Melania tidak akan menikah denganmu!"
Arnold geram karena mendengar apa yang di katakan Chami, ia langsung menarik tangan Chami dengan kasar menuju kamarnya. Chami ingin melepaskan diri dan melawan tetapi ia kaget karena Arnold benar-benar bukan tandingannya.
"Lepaskan aku, Arnold!"
Arnold membuka pintu dan langsung mengunci pintu kamarnya dan mendorong Chami sampai Chami terjatuh ke atas lantai, Chami sangat kaget melihat Arnold yang tidak seperti biasanya.
Arnold dengan cepat mengambil borgol di dalam laci dan langsung memborgol tangan Chami, walaupun Chami melawan sekuat tenaga tetapi Arnold sangat kuat dan tak tertandingi.
"Apa-apaan ini, Arnold. Kenapa kau memborgol ku?" Chami kaget karena Arnold menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dan langsung menindih tubuh Chami.
Tatapan Arnold tajam seperti anjing liar yang menatap mangsa, Chami ketakutan melihat tatapan itu sementara Arnold kini sudah memasukkan tangannya di balik baju Chami.
"Jangan, tolong jangan Arnold!"
__ADS_1
"Tidak Arnold, tolong jangan lakukan itu!"
Chami menggeliatkan tubuhnya kesana kemari tetapi ia hanya dapat bergerak sedikit karena Arnold benar-benar sudah mengunci tubuhnya.
"Arnold, aku mencintaimu!"
Gerakan Arnold berhenti saat Chami mengatakan itu, Arnold ingin membuka baju Chami agar leluasa menjamah tubuh Chami tadi.
"Kau bilang apa tadi?"
Chami bernafas lega karena Arnold berhenti menjamah tubuhnya.
"Arnold, jangan lakukan ini. Aku tidak bisa menikah dengan mu, aku mau pergi jauh dan sungguh aku tidak bisa denganmu."
"Kau mau kemana hah, kau tak akan bisa lari dariku!"
Arnold bangkit dan duduk menatap Chami tajam, Chami menahan air matanya agar tidak menangis.
"Maafkan aku, Arnold."
"Jauh sekali!"
"Sejauh apapun itu kau tidak akan bisa lari dariku, Chami!"
Chami memejamkan matanya sekejap, kemudian ia melihat Arnold yang tengah menatapnya.
"Chami, jika kau tidak mau menikah denganku maka keluargamu yang akan menjadi korbannya. Aku akan memperkosa Chasi karena aku tidak bisa memiliki mu dan aku akan terus meneror orangtuamu sampai mereka mati."
"Hahaha..." Arnold menyerngitkan keningnya melihat Chami tertawa sampai terbahak-bahak, Chami kembali seperti dulu saat ia di pukuli Gani ia malah tertawa.
"Aku tidak bercanda, Chami. Jika kau tidak dapat aku miliki jangan salahkan aku jika aku melakukan semua yang aku katakan."
Chami duduk mendengar itu ia masih tertawa, Arnold masih memperhatikan Chami.
"Hahaha.. kau sungguh lucu Arnold, kenapa kau tidak membunuhku saja?" Arnold menyunggingkan senyumnya mendengar apa yang di katakan Chami barusan.
__ADS_1
"Mana mungkin aku membunuhmu."
"Arnold, kau mau kejujuran dariku kan? Akan aku beritahu saat ini juga!"
Chami diam sekejap ia mengatur nafas, Arnold masih setia menunggu apa yang ingin di katakan Chami.
"Arnold, kau tahu jika aku ini sudah gila. Aku sudah gila Arnold saat tahu jika ayahku mau menjual ku hahaha, aku ini wanita gila Arnold. Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua, hanya dulu dan itu saat aku masih kecil aku merasakannya sedikit. Arnold, aku ini sudah gila kau tahu mengapa aku ingin mengumpulkan uang dan aku selalu gila dengan gaji ku ini. Aku ingin membayar orang untuk pemakaman ku sendiri, aku sudah pergi dari rumah itu dan aku tidak akan pernah kembali. Kau tahu Arnold, setiap hari aku merasa hampa dan setiap hari aku kesakitan karena terus mengingat penyiksaan itu. Aku tidak tahu kau mengerti atau tidak yang aku bicarakan, yang jelas hatiku ini sudah mati aku dan akan terus mati. Aku memang gila, aku gila!!"
Chami menangis setelah mengatakan itu, borgol besi yang masih mengunci tangannya di hantamnya ke keningnya membuat keningnya berdarah. Arnold langsung menahan agar Chami tidak memukul diri sendiri lagi, ia langsung mengambil kunci di dalam laci dan membuka borgol tersebut. Chami terus tertawa sambil menangis, darah banyak keluar dari keningnya.
"Aku wanita gila, aku wanita gila!" Tangan Chami sudah terlepas dari borgol tetapi ia masih memukul keningnya yang berdarah ia tidak merasakan sakit sedikitpun, sedangkan Arnold sesudah melepaskan borgol tadi ia langsung ke dapur mengambil kotak P3K yang di simpan di sana.
Arnold sangat kaget saat ia kembali ia melihat Chami bersimbah darah, borgol yang di tinggalkannya tadi di atas kasur kini sudah berhasil merobek lengan Chami sebelah kiri. Arnold langsung mengambil borgol itu dan melemparkannya jauh, Arnold melihat lengan Chami yang sudah menganga ia tidak menyangka jika Chami akan melakukan itu.
"Maafkan aku, Chami."
Arnold menangis melihat Chami yang masih tertawa walaupun kening dan lengannya terluka parah, Arnold menyesal karena telah membuat Chami jadi seperti ini.
"Sssttt.. aku akan mengobatimu."
"Aku wanita gila, Arnold. Kau masih mau menikah dengan wanita gila sepertiku hah?"
Arnold diam saja tetapi jawaban di hatinya iya, ia akan menikahi Chami. Arnold meneteskan air matanya sambil mengobati Chami, spray yang berwarna putih kini sudah di penuhi darah Chami.
"Jika aku mati nanti tolong jangan perkosa Chasi ya, dia sudah mencintai orang lain. Jangan juga menganggu orangtuaku apalagi ayahku, nanti kau bisa gila seperti ku hahaha."
Arnold menggigit bibirnya sampai berdarah ia sakit mendengar apa yang di katakan Chami, gadisnya kini sudah berubah dan itu semua salahnya ia ingin menghukum dirinya sendiri saat ini.
"Maafkan aku." Ucap Arnold lirih.
"Sstt.. jangan berbicara seperti itu, kau menginginkan tubuhku kan? aku akan memberinya tapi nanti ya setelah aku selesai menstruasi, tapi setelah itu izinkan aku mati. Aku akan ke surga nantinya, dimana tidak ada orang yang memukulku dan aku akan mendapatkan ayah yang baik di sana."
Bibir Arnold bergetar ia sudah tidak kuat lagi, hatinya lemah mendengar itu. Arnold benar-benar terisak, ia menangis sambil melilitkan perban di lengan Chami.
"Jangan menangis, Arnold!"
__ADS_1