TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Raja dan Putri


__ADS_3

Chami kecil sedang bermain di pantai di temani oleh sang ayah, Chami tengah menyusun pasir membuat istana ia mencetak istana yang cantik. Sedangakn Chasi dan Zira bermain air, hari itu adalah hari Minggu dan Gani selalu mengajak keluarganya liburan.


"Gadis kecil papi bikin istananya besar sekali, emang baut siapa?" Gani tersenyum saat Chami kecil sangat kreatif.


"Chami bikin buat papi dong."


"Hahaha kita kan punya istana jadi kita tidak perlu dong bikin istana lagi." Walaupun berbicara seperti itu Gani tetap membantu apa yang di kerjakan Chami kecil.


"Kalau istana kita roboh Chami yang akan membuatnya untuk papi."


"Kamu ini ya, kalaupun istana kita roboh papi yang akan memperbaikinya. Gadis cantik papi ini memang sangat baik ya, pokoknya kamu tinggal duduk manis aja seperti tuan putri."


"Kalau aku tuan putri berarti papi rajanya dong?" Chami melihat Gani, papinya tengah tersenyum dan mengangguk.


"Wah... semua perkataan papi harus Chami di turuti dong?"

__ADS_1


"Yap."


"Papi janji ya akan selalu menyayangi Chami selamanya."


"Papi janji sayang, selamanya untuk Chami, selamanya untuk Chasi dan selamanya untuk mami." Chami kecil tersenyum melihat Gani, ia lalu melihat istana yang dibuatnya. Chami termenung sesaat pikiran anak kecil memang penuh khayalan.


"Tapi jika ada yang berbuat salah raja pasti akan menghukum kan Pi?"


"Iya lah, raja akan menghukum orang yang berbuat salah."


"Kalau untuk tuan putri raja, raja tidak akan menghukum tuan putri. Raja akan selalu menyayangi tuan putri selamanya." Chami kecil senang dengan jawaban itu, tetapi ada pertanyaan lain yang mengusik pikirannya.


"Hm.. tapi bagaimana kalau raja berbuat salah, siapa yang akan menghukum raja?"


Chasi dan Zira berlarian kearah Gani dan Chami, mata Chasi tertuju dengan istana buatan Chami. Chasi berlarian dengan senang dan langsung menabrak istana buatan Chami dengan sengaja lalu tertawa renyah. Chami melihat ke arah Gani dengan wajah kecewa tak lama itu ia juga ikut menghancurkan istana buatannya, ia teringat apa yang di katakan Gani tadi jika tuan putri akan selalu di sayangi. Chami juga ingin jika Chasi di sayangi, makanya Chami berpura-pura senang saat istananya di hancurkan oleh kaki kecil Chasi.

__ADS_1


***


Arnold berjaga di kamar VIP tempat Chami di rawat, ia menatap Chami dengan penuh kasih dan terus memegang tangan Chami seakan-akan tidak ingin terlepas.


Arnold ingin memutuskan perjodohannya dengan Chasi sebab ia lebih memilih Chami untuk di jadikan istrinya, ia akan membicarakan hal itu dengan Gani. Walaupun Gani menolak nanti ia akan tetap bersikeras untuk mempertahankan Chami di sisinya, dan walaupun dengan memecatnya dari perusahaan.


"Aku mencintaimu Dekil, aku akan menikahi mu!" Arnold mengecup punggung tangan Chami.


"Ceritakan semuanya nanti, kau harus berbagi beban denganku. Jangan sok kuat, kau wanita cantik dan manis kau perlu di lindungi dan Super mu ini yang akan melindungi mu. Cepat sadar ya, aku akan tetap bersamamu."


Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari perlahan mata Arnold mulai mengantuk, ia memang tidak terbiasa begadang sedari kecil makanya ia cepat mengantuk. Arnold beranjak dari duduknya dan langsung berjalan ke ranjang satunya lagi khusus untuk yang menjaga pasien. Arnold berbaring, ia melihat ke arah Chami sebentar lalu dengan cepat ia mulai tertidur.


"Bagaimana jika raja bersalah, siapa yang akan menghukum raja?" Chami bergumam pelan, air matanya perlahan keluar. Chami masih tertidur tetapi ia seperti di jaman itu, saat ia kecil dan sampai sekarang pun Chami belum mendapatkan jawaban itu.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, vote, and rate5 😊😊 mohon dukungannya guys 😍😍


__ADS_2