TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©


Zira tengah bersedih di atas tempat tidur ia tidak tahu kapan Chami pergi dari rumah sedangkan Gani tampak biasa saja, Zira sangat ingin memarahi Gani karena tidak berbuat apa-apa saat mengetahui jika Chami telah pergi.


"Kenapa papi tenang saja? anak kita pergi lagi Pi!!" Gani tengah membaca majalah hanya berdecak.


"Pi, papi dengarin mami gak sih? anak kita itu pergi Pi!!" Gani menghempaskan majalah yang di bacanya, Zira kaget melihat Gani yang menatapnya dengan penuh amarah.


"Anak pembawa sial itu memang tidak layak tinggal di rumah ini, biar dia pergi dari sini dia memang tidak ingin di sini lagi!! Mungkin dia sudah jadi pelac*r di luar sana makanya dia tidak betah di sini!" Gani pergi meninggalkan Zira yang tengah memegang dada, Zira sakit saat Gani menyebut Chami pelac*r anak gadis malangnya pasti akan begitu hancur jika ia mendengarnya.

__ADS_1


Gani keluar dari kamar dengan keadaan marah, ia masuk ke dalam kamar Chami. Gani membuang semua baju Chami ke dalam tempat sampah, tidak ada tersisa satupun. Semua barang milik Chami semua di buangnya, termasuk boneka-boneka kecil yang tersusun di meja pun ia buang padahal boneka itu adalah hadiah terkahir dari Gani untuk Chami saat usia Chami tujuh tahun.


Gani menumpukkan barang-barang Chami di tempat sampah kamar itu, ia membuka laci di meja itu karena ingin mengeluarkan semua barang-barang Chami yang terdapat di sana. Gani melihat ada poto di sana, potonya bersama Chami kecil yang tengah tertawa riang. Chami sungguh periang dan pintar saat masih kecil dan Gani sangat bangga dengan anaknya itu. Gani mengambil itu di tatapnya dengan kebencian dan ia merobek poto itu dengan kuat sampai poto itu benar-benar tidak berbentuk dan hancur.


"Dasar sial, anak pembawa sial. Argggghhhh..." Gani menarik selimut dan spray ia benar-benar menghancurkan isi kamar Chami. Gani sangat marah ia ingin sekali membunuh tetapi ia tidak ingin melakukan itu, Gani memukul tembok kamar Chami sekuat tenaga sampai tangannya berdarah.


"Kau memang sial, dasar anak sial."


Chami sedang mencuci piring bekas ia makan dengan Arnold tadi, ia merasa tidak enak dengan tubuhnya. Chami dengan cepat mencuci tangannya yang tengah bergetar tiba-tiba, Chami tidak tahu kenapa tubuhnya jadi lemas dan terasa aneh. Jantungnya berdegup kencang terlalu cepat membuat ia kesakitan, Chami memegang dan menepuk-nepuk dadanya. Chami ingin duduk di kursi tetapi kakinya terlalu lemas untuk berjalan, akhirnya Chami terduduk di lantai.

__ADS_1


"Arghh kenapa sangat sakit, ada apa dengan jantungku? Ya Tuhan ini sakit sekali." Chami terbaring ia merasakan badannya tidak baik-baik saja. Kini semua badannya terasa sakit seperti sedang di pukul keras, Chami mengeluh di dapur sendirian karena Arnold sudah kembali ke kamar duluan.


Chami tidak kuat menahan diri ia langsung tak sadarkan diri, hidungnya dengan deras mengeluarkan darah. Sebelum tak sadarkan diri ingatan Chami kembali di mana Gani menyiksanya, semua yang di lakukan Gani semuanya terulang kembali. Setiap pukulan yang Gani beri semuanya kembali seperti nyata, tubuh Chami kesakitan karena pukulan itu benar-benar seperti nyata.


Chami menangis dan berdarah, badannya penuh kesakitan sampai ia tidak sadarkan diri. Wajah Gani yang penuh amarah semua terekam dengan jelas, semua yang di katakan Gani untuknya semua jadi terulang kembali.


"Kau memang anak pembawa sial." Suara itu terngiang-ngiang di dalam pikiran Chami, ia menangis dan ia seolah-olah melihat kembali secara nyata saat Gani menendang perutnya. Chami tidak kuat mengingat itu, semuanya terasa nyata membuat kepalanya sakit dan badannya hancur.


🌺🌺🌺

__ADS_1


šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©


šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©šŸ‡®šŸ‡©


__ADS_2