TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Merajuk 2


__ADS_3

Chami membuka selimut saat Arnold memanggilnya dengan nama panjangnya, tetapi ia memasang wajah masam dan menatap Arnold dengan kesal. Arnold tersenyum melihat Chami ia merasa seperti sepasang kekasih dengan Chami yang sang wanitanya sedang merajuk, Arnold seperti anak remaja yang seumuran dengan Chami yang baru merasakan cinta.


"Ayolah jangan begini, yuk kita makan lagi!" Chami menjelingkan matanya ia sangat tahu jika Arnold berusaha membujuknya.


"Makan lah sana, aku sudah kenyang." Chami kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Arnold terkekeh pelan melihat kelakuan Chami ia sangat senang bisa mendapatkan momen seperti ini. "Sayang, kamu mau bermanja denganku?" Arnold mencuil-cuil kaki Chami dari balik selimut.


"Astaga kenapa aku jadi seperti ini, sadar Chami kau jangan berperilaku tidak jelas seperti ini. Tapi pria ini kenapa sungguh menggoda!" Chami menggigit bibir bawahnya, ia menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikirannya.


"Sayang, aku tahu kamu sangat lapar. Ayo kita lanjutkan makan lagi sebelum baksonya dingin." Chami mengingat bakso tadi, sungguh ia sangat lapar tetapi ia sangat bingung kenapa ia jadi kekanakan seperti ini.


Chami membuka selimut pelan ia ingin mengintai Arnold sedikit, Chami membulatkan matanya karena melihat wajah Arnold di depan matanya. Arnold menyunggingkan senyumnya, Chami terpesona melihat mata Arnold yang menatapnya dalam, hidung yang mancung dan bibir yang benar-benar menggoda iman. Arnold tersenyum menang saat tatapan mereka berhasil beradu, Arnold meniup pelan mata Chami membuat mata wanita itu sayu.

__ADS_1


"Kau menyukainya sayang?" Arnold mencium kening Chami dengan mesra, Chami menelan ludahnya karena ia baru tersadar dari lamunan negatifnya.


"Pergi dariku Super mesum, aku sangat lapar dan ingin makan sekarang!" Arnold langsung berdiri karena Chami hendak makan kembali, ia tersenyum memandang Chami yang terburu-buru keluar dari kamar ia yakin jika Chami sedang menahan hasrat.


"Kau sangat menggemaskan Young Lady." Arnold kemudian ikut menyusul Chami turun.


Chami makan dalam diam, walaupun Arnold mengajaknya bicara atau menyakan sesuatu kepadanya ia sama sekali tidak menjawab. Chami sibuk dengan makannya, sedangkan Ayu dan Beni yang berada di dapur kini sedang mengintai mereka.


"Neng lihat deh mereka berdua, Abang kira mereka cocokkan?"


"Tapi bang, neng belum pernah melihat orang tua bos. Emangnya orangtuanya bos dimana sekarang?" Dari Ayu pertama kali bekerja di rumah Arnold tetapi ia tidak pernah melihat orang tua Arnold bahkan potonya sekalipun karena Arnold tidak memajang poto di rumahnya kecuali poto dengan adiknya di dalam kamar.


"Orangtua bos sangat kaya neng, mereka tinggal di Australia. Abang aja hanya sekali melihat mereka saat orangtua bos datang kesini, ayah bos bule neng dan ibunya cantik banget neng."

__ADS_1


"Wah.. Neng jadi pengen lihat bang."


"Nanti aja tunggu bos nikah neng hehehe."


"Iya juga ya, semoga bos cepat nikah sama Chami."


"Aamiin."


Chami sudah selesai makan begitupun dengan Arnold, mereka kembali ke kamar sebelum itu Chami termenung sejenak dan Arnold membiarkan itu. Arnold mengira jika Chami sedang menetralkan pikirannya agar tidak kambuh, nyatanya perut Chami sedang sakit dan ia sedang menahannya.


"Sudah merenungnya sayang? Ayo tidur kamu butuh istirahat." Chami mengikuti apa yang di katakan Arnold ia naik ke atas ranjang dengan gerakan lambat karena perutnya masih terasa sakit.


"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah."

__ADS_1


"Berisik, Super!"


🌺🌺🌺


__ADS_2