TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Aku Akan Menikahi Chasi


__ADS_3

Di kantor Arnold baru masuk kedalam ruangan Gani, seperti maksudnya tadi malam ia ingin mengatakan jika ia akan menikah dengan Chasi.


"Wah.. calon mantu datang nih." Gani menyambut Arnold dengan bahagia, juga dengan Arnold pula ia juga bahagia karena Gani memanggilnya calon mantu.


"Selamat pagi pak." Seperti biasa Gani menyuruh Arnold duduk di sofa dan ia pun ikut duduk di depan Arnold.


"Pagi, ada apa nih kesini" Gani senang bisa bercengkrama dengan Arnold, itu artinya ia akan mendapat peluang lebih besar agar bisa menikahkan Arnold dengan Chasi.


"Saya mau itu pak..." Arnold ragu dan bingung harus mengatakan apa padahal tadi malam ia begitu bertekad.


"Jangan ragu, santai saja kamu mau apa?" Gani tersenyum melihat Arnold yang gugup, ia mengerti ia juga pernah seperti itu saat ingin melamar Zira.


"Saya mau menikah dengan Chasi pak." Jawab Arnold cepat, dengan cepat pula ia melihat reaksi dari Gani yang langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hahaha sudah saya duga." Arnold menyerngitkan keningnya ia merasa jika Gani memiliki indera keenam karena bisa mengetahui isi pikirannya.


"Jadi bagaimana pak?" Arnold sungguh tak sabar ingin mendapatkan jawaban, Gani makin tertawa mendengar itu. Gani berusaha menetralkan dirinya ia terlalu banyak tertawa sampai terdesak, Arnold langsung di memberikan air botol mineral yang tersedia di meja dekat depannya.


"Huh.. terimakasih, kamu tenang saja kamu bakalan nikah dengan Chasi enam bulan lagi."


"Kenapa harus enam bulan pak?" Arnold penasaran kenapa harus enam bulan dan itu cukup lama untuknya.


"Karena itu keinginan Chasi, kamu bisa kan menunggu?" Gani takut jika permintaan Chasi membuat anaknya gagal menikah dengan Arnold, tetapi ia merasa lega saat Arnold mengangguk.


"Saya akan menunggu selama beberapa eanm bulan pak, tetapi apakah Chasi sudah pernah melihat wajah saya?"


"Iya, dia pernah melihat wajah kamu. Saya hanya menunjukkan potomu saja dan perkerjaanmu di sini." Arnold langsung teringat saat Chami menanyakan pekerjaannya ia terkekeh sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kamu yakin akan menikahi Chasi?"


"Karena saya mulai menyukainya pak?" Arnold terkenang dengan kelakuan Chami dan saat ia mencium Chami membuat ia senyum-senyum sendiri.


"Wah... Kamu baru lihat dari poto saja sudah suka apalagi jika kamu bertemu dengan dia." Arnold tidak menyangka jika Gani tidak tahu jika ia sudah bertemu dengan Chasi padahal yang ia temui adalah Chami.


"Hehehe solanya anak pak Gani cantik." Gani tertawa terbahak-bahak mendengar itu, Arnold sungguh merasa malu karena di tertawakan terus oleh calon mertuanya itu.


***


Chami masuk kedalam rumah Arnold, ia kembali lagi ke dalam rumah itu untuk sebagai pembantu dan menggagalkan perjodohan Chasi dan Arnold karena sejak ia mengetahui jika Chasi menyukai Carli dia memutuskan untuk membantu Chasi walaupun Chasi tidak mengetahuinya.


Chami masuk secara diam-diam walaupun ia tahu jika Arnold sedang bekerja hari ini tetapi tak di pungkiri jika Ayu dan Beni ada di dalam rumah itu. Chami mengendap-endap hendak menuju ke arah dapur di mana kamarnya terletak sebelum itu, tetapi ia urungkan karena melihat Ayu dan Beni sedang adu gombal di dapur. Chami memutarkan badannya kembali secara perlahan agar tidak di ketahui Ayu dan Beni, lalu ia naik ke lantai dua dan menuju kamar Arnold yang tengah kosong karena pemiliknya sedang bekerja.

__ADS_1


"Tidur enak nih, walaupun lapar yang penting tidur dulu." Chami masuk ke dalam kamar dan membaringkan diri ke tempat tidur Arnold yang empuk dan nyaman tak lama kemudian Chami langsung tertidur pulas membawa perut yang kelaparan karena tak makan-makan dari kemarin.


__ADS_2