
Dengan gusar Arnold memandang Chami yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit, ia sangat bingung dengan semua yang terjadi. Arnold menelpon Gani dan ia mendapatkan jawaban yang tidak mengenakan.
Flashback On
Arnold menunggu Chami sangat lama di dalam kamar membuat ia bosan sendiri padahal dia sudah terbiasa sendiri, semenjak hadir Chami di dalam dirinya membuat ia tidak bisa jika tidak melihat wajah Chami.
"Nyuci piring kok berjam-jam sih!" Arnold melihat jam yang menunjuk pukul sembilan malam, ia turun ke bawah karena ia berfikir Chami malah tidur di kamar bawah.
"Ck.. ck.. kemana gadis itu? di dalam kamar ini pun dia tidak ada." Arnold membuka pintu kamar Chami tetapi ia tidak menemukan apapun.
Arnold berjalan menuju ke arah dapur ia kira Chami makan diam-diam di dapur, namun ia langsung panik saat melihat Chami tergeletak di lantai dan hidungnya banyak mengeluarkan darah.
"Chasi..."
Arnold gelisah di depan ruang UGD, ia benar-benar menyesal telah meninggalkan Chami sendirian di dapur.
"Argggghhhh bodoh!! Kau bodoh Arnold!! Pak Gani, ya aku harus menghubungi pak Gani." Arnold merogoh kantong celananya, ia segera mengambil handphone dan menghubungi nomor Gani.
__ADS_1
"Halo pak." Arnold menggigit ujung jari telunjuknya karena gugup ingin mengatakan itu.
"Ada apa?" Arnold menyerngitkan keningnya karena mendengar suara Gani yang terlihat marah, Gani memang masih marah karena ia masih berada di kamar Chami untuk memporak-porandakan kamar itu.
"Saya mau memberitahu jika Chasi ada di rumah sakit pak." Arnold sangat takut jika perjodohan mereka di batalkan.
"Apa? Bagaimana mungkin Chasi masuk rumah sakit, di ada di rumah dan dia selalu meminta izin jika pergi." Gani senang saat Arnold menelpon, tetapi ia kesal karena Arnold mengatakan kebohongan. Gani tahu betul Chasi tengah membuat tugas kuliah tadi dan tugas itupun cukup banyak.
"Tapi pak..."
"Chasi sedang belajar di rumah, kamu jangan mengada-ada Arnold."
"Dia pasti Chami kembaran Chasi, biarkan saja wanita jal*ng itu sakit dia pantas mendapat semua itu." Arnold kaget mendengar apa yang di katakan Gani, ia tidak menjawab lagi dan ia langsung mematikan handphone secara sepihak.
Arnold merosot ke lantai ia memegang kepalanya, Arnold sungguh tidak tahu jika Chami dan Chasi itu kembar. Ia baru sadar jadi selama ini Chami benar-benar tidak bersandiwara soal namanya.
"Kau Chami? Kau bukan Chasi? Kau bodoh sekali Arnold arghh, kenapa pak Gani berbicara seperti itu kepadamu Dekil?"
__ADS_1
Pintu UGD terbuka Arnold segera berdiri ia ingin tahu apa yang terjadi dengan Chami.
"Dok, bagaimana keadaannya?" Arnold benar-benar khawatir jika terjadi sesuatu kepada Chami.
"Kami belum mengetahui penyakitnya dengan jelas, kemungkinan masalah psikologi sebab melihat banyak bekas luka lama di tubuhnya membuat saya yakin jika gadis itu mengalami kekerasan fisik yang parah." Jelas Dokter yang bernama IRWAN itu terlihat di nametag di bajunya.
"Jadi harus menunggu dia sadar dulu baru bisa mengetahui penyakitnya?"
"Iya, dengan itu kami bisa menanyakan langsung sebab jika saya lihat kemungkinan gadis itu memiliki stress mungkin karena kekerasan fisik yang terjadi olehnya."
"Astaga, baik terima kasih dok."
"Kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat...,"
"Kasih dia kamar VIP dok, saya akan membayar semuanya."
"Baiklah."
__ADS_1
Flashback Off
πΊπΊπΊ