TERPIKAT GADIS ANEH

TERPIKAT GADIS ANEH
Kau pecundang, Gani!!


__ADS_3

Chami benar-benar berubah, makin lama ia makin seperti anak kecil dan berperilaku benar-benar seperti anak kecil. Arnold terus menjaga Chami sepanjang waktu, pertanyaan yang di keluarkan Chami tetap sama dan itu yang membuat Arnold bingung.


"Jika raja bersalah, siapa yang akan menghukum raja?"


Arnold mengira jika Chami memang benar-benar berubah menjadi anak kecil karena Chami selalu mengajaknya bermain Raja dan Putri, Chami bermain sebagai Putri sedangkan Arnold sebagai Raja. Mereka bermain di halaman depan rumah, Chami tampak bahagia bermain bersama Arnold.


Arnold terus memperhatikan Chami dua hari ini dan ia makin takut karena Chami benar-benar makin bertingkah seperti anak kecil.


"Ini sudah tengah hari, ayo kita masuk ke dalam rumah ya!" Ucap Arnold sambil mengemas mainan yang di gunakan untuk membuat istana pasir.


"Ih.. Om, nanti kita masuknya ya! Ini belum Maghrib, sstt... nanti kalau kita masuk nanti kita akan ketahuan, Om!" Kata Chami sambil menahan tangan Arnold yang tengah membereskan mainan.


"Chami, tidak ada siapa-siapa di dalam rumah. Kamu kenapa sangat takut jika masuk ke dalam rumah siang-siang begini?" tanya Arnold yang masih belum mendapatkan jawaban dari Chami, ia sangat penasaran karena dari kemarin Chami ketakutan saat masuk ke dalam rumah.


Chami berdiri karena ia melihat Arnold berdiri, ia menarik tangan Arnold menyuruh menunduk karena ia hendak berbisik di telinga Arnold. Arnold mengerti karena Chami jauh lebih pendek darinya, ia mendekatkan kepalanya agar Chami lebih leluasa berbisik di telinganya.


"Kita jangan masuk dulu, ada om-om jahat di dalam. Om itu menyuruh papi menjual saya, saya takut om, kita masuk nanti saja ya tunggu dia pulang!" Selesai berbisik Chami menatap Arnold memohon, Arnold benar-benar tidak mengerti semuanya ia butuh kebenaran tentang apa yang di katakan Chami barusan.


"Oke, aku tidak akan mengajakmu masuk ke dalam sekarang, tapi kamu harus bilang ya tentang keluargamu dan kamu selama ini!" Arnold memanfaatkan kesempatan itu, ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi tentang kehidupan Chami selama ini.


Chami mengangguk ia menceritakan semuanya tentang Rendra yang mengatakan jika memiliki anak kembar perempuan akan mendapatkan sial, Chami mengatakan semua yang dia mampu ingat.

__ADS_1


"Dasar gila uang! Bagaimana mungkin pak Gani percaya akan hal itu? Siapa sebenarnya Rendra, aku yakin dia ada niat jahat dengan keluarga mereka." Arnold ingin mencaritahu semuanya, ia ingin mencari tahu saat Chami sudah benar-benar menjadi miliknya.


***


Zira sudah kembali ke rumah ia sudah merasa baikkan dan sudah makan dengan teratur walaupun kini makannya tidak banyak seperti dulu, dua malam ini Gani dan Zira tidur pisah kamar. Gani tidur di kamar Chami yang belum di kemas karena ia tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam kamar Chami itu.


"Bagaimana dengan kondisi anak itu? Apa dia masih di rawat di rumah sakit? Kenapa Arnold tidak menghubungiku lagi? Arnold harus tetap menikah dengan Chasi, apa aku harus ke rumah Arnold?"


Gani gundah sendiri di dalam kamar Chami, ia memikirkan Arnold yang tidak datang ke kantor berhari-hari. Gani memutuskan untuk ke rumah Arnold karena ia ingin Arnold dan Chasi segera bertemu, Gani cepat-cepat keluar dan dengan cepat melajukan mobilnya menuju rumah Arnold.


Gani sangat penasaran mengapa Arnold bisa bertemu dengan Chami dan ia khawatir jika Arnold berpaling hati dari Chasi, Gani tetap ingin menjodohkan Arnold dengan Chasi ia tidak terima jika Arnold malah menginginkan Chami.


Mobil Gani masuk ke dalam halaman rumah Arnold ia langsung turun dari mobil saat sudah sampai di depan rumah Arnold, Gani langsung menekan bell rumah Arnold.


"Om, jangan di buka! Saya takut om, jika itu om-om jahat yang datang." Chami memegang tangan Arnold kuat, badannya tiba-tiba bergetar dan kakinya terasa lemas.


"Tunggu disini ya, aku mau melihat siapa itu?" Chami menggelengkan kepalanya kuat ia takut jika Arnold meninggalkannya sendirian, Arnold melepaskan tangan Chami dan melangkah menuju pintu. Arnold sebelumnya menyuruh Beni dan Ayu berlibur beberapa Minggu agar ia leluasa bisa bersama Chami.


Chami berjalan naik ke atas ia melangkah dengan kaki yang lemas, ia tidak ingin melihat siapa yang datang karena ia sangat takut.


"Pak Gani?" Arnold menyerngitkan keningnya karena ternyata Gani lah yang datang.

__ADS_1


"Calon menantuku, maaf jika saya datang tiba-tiba. Oh iya, apa saya boleh masuk?" tanya Gani menawarkan diri.


Arnold melihat ke arah tangga dan ia melihat Chami yang tengah memegang lututnya, Gani juga melihat ke arah yang Arnold lihat.


"Chami?!" Teriak Gani, Arnold kaget karena Gani berteriak sangat kencang ia pun melihat Gani dengan wajah amarah memandang Chami. Arnold ingat betul apa yang di katakan Chami tadi soal anak kembar perempuan, ia ingin marah tetapi di urungkannya karena ia ingin melihat secara langsung apa yang akan di lakukan Gani terhadap Chami.


Chami melihat ke belakang ia sangat kaget melihat siapa yang datang, ia melihat Gani dengan badan yang gemetaran dan langsung melanjutkan jalannya menaiki tangga mengelak bertemu dengan Gani.


"Kau mau kemana hah?! Kenapa kau bisa ada disini?!" Gani menyusul Chami dengan berjalan cepat, Arnold pun ikut menyusul Gani ia juga khawatir karena Gani seperti benar-benar murka.


Gani menangkap tangan Chami dan kembali membawa Chami ke bawah, Chami tak sanggup berjalan ia terjatuh saat di anak tangga yang kedua dari bawah. Lututnya terbentur ujung anak tangga dan ia memekik kesakitan, Arnold yang melihat itu langsung menahan badan Chami tersungkur ke bawah sebab Gani melepaskan tangan Chami.


"Pak Gani, apa Anda sudah gila?!" Arnold marah karena Gani memperlakukan Chami dengan kasar di depan matanya.


"Kenapa kamu membela dia, Arnold? Ingat, kau akan menikah dengan Chasi dan cepat suruh dia pergi dari sini!"


"Chami anak bapak, kenapa bapak memperlakukannya dengan kasar? Pak Gani, ingat jika saya akan menikahi Chami bukan Chasi, saya mencintai Chami dan saya menolak perjodohan itu!" Arnold membantu Chami berdiri, tetapi tubuh Chami malah ambruk ke lantai.


"Wanita jal*ng ini tidak baik untukmu, dia hanya anak pembawa sial!" Cercaan Gani membuat hati Chami tersayat, ia memegang kepalanya yang sakit sambil berbaring di lantai. Arnold panik melihat Chami yang kesakitan, Arnold berteriak kencang saat Chami tiba-tiba memuntahkan darah dari cukup banyak dari dalam mulutnya.


"Kau pecundang, Gani!! Aku akan membunuhmu jika terjadi apa-apa dengan Chami!" Arnold menatap Gani tajam, sedangkan Gani terpaku melihat Chami yang sudah pingsan dan penuh darah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2