
Arnold tetap menenggelamkan wajahnya ke leher Chami dan terus-menerus mengendus membuat Chami kesal, saat Chami benar-benar marah Arnold langsung tertawa terbahak-bahak.
"Kau puas, Super Mesum?!" Chami menjauhkan tubuhnya dari Arnold tetapi pria mesum itu malah menariknya dan memeluknya dengan erat.
"Jangan bergerak ataupun bergeser sedikitpun." Chami memberontak tetapi tidak sekuat tenaga ia tidak ingin Arnold tahu jika ia bisa beladiri, ia ingin menjaga agar semua rahasianya tetap terjaga sebelum Chasi menikah.
"Hey lepaskan Arnold..."
"Kau memanggilku apa tadi?" Arnold berdebar dan sekaligus senang karena namanya keluar dari mulut wanita yang di sukainya ia benar-benar mendengar saat Chami menyebut namanya.
"Apanya? Aku memanggilmu Super mesum tadi, kau pekak atau tuli?" Chami sadar dengan nama yang di sebutnya tadi entah kenapa ia bisa menyebut nama itu dengan mudah.
"Jangan mengelak Dekil aku dengar betul saat kau menyebut namaku Arnold." Tangan Arnold menarik dagu Chami pelan agar menghadapnya, mereka saling pandang sekejap dan Chami langsung memalingkan wajahnya lagi.
"Hmm... Kau kemana kemarin?" Chami melihat wajah Arnold kembali, Arnold ingin tahu jawabannya.
__ADS_1
"Aku pergi kemarin."
"Ya aku tahu, tapi kemana?"
"Memastikan sesuatu!"
"Memastikan apa?"
"Memastikan semuanya!"
Arnold berbeda dengan Chami ia mengira jika Chami memastikan tentang perjodohan itu, Arnold melihat Chami dengan penuh khayalan indah di masa depan.
"Kau sudah memastikannya?"
"Iya, aku sudah memastikannya dan aku sudah mendapatkan keputusan!" Sebuah keputusan yang menyakitkan di mana ia akan benar-benar pergi dari keluarganya dan ia juga akan pergi dari Arnold saat Chasi menikah dengan orang yang di cintainya.
__ADS_1
"Kau benar-benar yakin dengan keputusannya?" Arnold berseru senang, ia berfikir jika drama atau sandiwara yang di buat Chami tidak akan di ketahuinya padahal Arnold salah meneka apa yang akan terjadi.
"Super. Jika kau memliki pilihan yang harus kau buat apa yang akan kau lakukan?" Tanya Chami ingin memastikan sesuatu, Arnold menyerngitkan dahinya mendengar pertanyaan itu.
"Tergantung pilihannya, kau ingin aku memilih apa?"
"Jika ada dua wanita yang di hadapkan untukmu dan kau harus memilih salah satu dari mereka, yang satu wanita yang kau sukai dan yang satu lagi wanita yang akan di jodohkan untukmu. Wanita mana yang akan kau pilih, dan di saat itu juga kau mengetahui jika wanita yang kau cintai menghianati mu. Siapa yang kau pilih?" Arnold berpikir sejenak, Chami mempertanyakan itu sebab ia tahu jika kebersamaan ini akan membuat rasa yang akan tumbuh satu sama lain dan ia ingin memastikan itu.
"Aku akan memilih wanita yang akan di jodohkan untukku." Jawab Arnold tidak yakin ia juga tidak tahu harus menjawab apa yang jelas ia ingin menikah dengan wanita di sampingnya kini.
"Walaupun wajah mereka sama?" Tanya Chami mengamati wajah Arnold.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Aku akan menikah dengan wanita pilihan ku tidak dengan pilihan orang lain."
Chami menggelengkan kepalanya ia tidak tahu harus apa saat mendengar jawaban itu, dengan cepat Chami memeluk Arnold membuat pria itu benar-benar pusing dengan tingkah Chami yang aneh hari ini. Tetapi Arnold tetap menyambut pelukan itu dengan senang, Chami benar-benar mendekap tubuh Arnold saat ia memeluk Arnold beban rasa di hatinya seakan pergi entah kemana.
__ADS_1