The Investor

The Investor
Bab 13 : Cinta tak Terbalas


__ADS_3

"Apa.. Apa maksud mu, Tuan Lu?" Wei Chung bertanya gugup untuk memastikan maksud orang.


"Tuan Wei, aku ini masih muda dan penuh energi. Aku tak bisa menahan hati terhadap perempuan, tolong kamu jangan salah paham. Aku hanya meminta mu untuk menyisakan putri Gao Li Liang bermain-main bersama ku selama beberapa waktu saja," Lu Meng menerangkan dengan nada cabul sekaligus meminta Wei Chung untuk tak mencap dia sebagai orang yang cabul, benar-benar licik.


Wajah Wei Chung terlihat geram, sementara Wei Heng putranya langsung berdiri marah setelah mendengarkan ucapan orang itu. Tak masalah hanya menyingkirkan pemuda yang tak mereka kenal itu, namun Direktur Naga Laut ini juga menginginkan Gao Mei Gui untuk dia jadikan gundik. Ini sangat keterlaluan.


Sebagai orang yang melihat Gao Mei Gui tumbuh besar sedari kecil, sedikit banyak dia memiliki rasa sayang pada putri Gao Li Liang itu. Ditambah lagi putranya sendiri, Wei Heng, juga menaksir Gao Mei Gui. Apabila Gao Mei Gui diserahkan kepada Lu Meng ini, tentu akan menghancurkan hati putranya.


Wei Chung memberikan isyarat untuk tenang kepada Wei Heng sambil berupaya mengulur keinginan Lu Meng itu. "Tuan Lu, masalah ini kita bicarakan nanti saja. Biarkan aku menyelesaikan pemuda itu terlebih dahulu dan membereskan Hong Gan dan Kang Fang sekalian. Kelak masih banyak waktu untuk membicarakan urusan putri Gao Li Liang."


"Baiklah, kalau begitu terserah kamu saja bagaimana baiknya. Terus kabari aku apabila ada perkembangan, sampai disini dulu," kata Lu Meng kemudian memutuskan sambungan telepon.


"Ayah, orang itu sangat keterlaluan! Aku takkan membiarkan dia berlaku kurang ajar pada Mei Gui!" Wei Heng seketika meluapkan kemarahannya begitu panggilan telepon berakhir.


Orang itu terlalu merendahkan. Datang-datang ingin mencaplok gadis pujaan hatinya begitu saja. Sudah membunuh Gao Li Liang dan ingin menguasai bisnis hitam di Kota Nanping serta memaksa ayahnya untuk menjadi kacungnya, sekarang juga menginginkan Gao Mei Gui. Ini namanya makan buah sampai ke bijinya. Terlalu tamak!


"Heng Erzi, kamu tenangkan diri mu dulu. Ayah juga tak akan membiarkan hal itu terjadi. Ayah tahu kamu memiliki perasaan pada Mei Gui. Nanti ayah akan mencari kesempatan membantu mu berbicara pada Tuan Lu, bagaimana?" Wei Chung berusaha menenangkan putranya yang sedang emosi itu.


"Ayah, aku tidak percaya orang itu akan bersedia mengabulkan keinginan ku. Dia terlalu licik," jawab Wei Heng seakan hendak menangis.


Wei Chung memegang kedua bahu putranya dan mengguncang bahunya dengan keras. "Hey hey, tenanglah dulu, biarkan ayah mu ini yang mengurusnya, apa kamu mulai tak mempercayai ayah mu sendiri?"

__ADS_1


Mata Wei Heng terlihat berkaca-kaca, dia lekas menyeka matanya agar air matanya tak mengalir keluar. "Ayah, aku percaya padamu. Apapun yang kamu inginkan aku lakukan, akan aku lakukan, agar ayah membantu ku mendapatkan Mei Gui."


"Heng Erzi, kamu adalah laki-laki, jangan berlagak cengeng begini. Akan sangat memalukan apabila dilihat orang," kata Wei Chung lagi.


"Baik ayah, aku yang salah. Aku hanya tak bisa membayangkan orang yang ku sayang akan dipermainkan orang, sementara aku tak bisa berbuat apa-apa," dia kini menunduk.


"Sttt.. Sttt.. Sudahlah. Biarkan ayah memikirkan bagaimana caranya bisa lepas dari urusan ini. Kamu dan Mei Gui bisa bersama, nanti pasti akan ada jalan keluarnya. Bisa saja kamu dan dia melarikan diri dan bersembunyi di kota lain dan aku akan bersandiwara seolah-olah itu di luar pengetahuan ku. Bagaimana menurut mu?" Wei Chung mengutarakan pendapatnya.


Wei Heng langsung mengangkat kepalanya mendengar perkataan ayahnya. Ucapannya terdengar masuk akal, dia dan Gao Mei Gui bisa hidup bersama di kota lain, sementara ayahnya bisa saja berkilah dari Lu Meng, sehingga tak membahayakan bagi ayahnya kelak.


"Ayah, idemu sangat bagus. Aku akan mengikuti arahan mu orang tua saja," dia mulai percaya diri.


"Hehehe.. Maafkan aku ayah, aku terlalu cepat terbawa perasaan. Kamu memang cerdik, ayah, pantas menjadi orang satu-satunya yang memimpin perkumpulan bawah tanah di kota ini," katanya mulai tersenyum.


"Hahaha... Kamu jangan berusaha menjilat pantat ayah mu ini," mereka tertawa berbarengan. Lalu Wei Chung mengatakan pada putranya. "Heng Erzi, ayah punya satu tugas untukmu."


"Ayah katakan saja, aku akan menuruti apa yang ayah perintahkan, seperti yang tadi sudah ku katakan," jawab anaknya.


"Kamu sudah melihat pemuda tadi, yang bersama Mei Gui di pemakaman siang tadi kan?" kata dia.


"Sudah ayah, aku sudah mengingat wajahnya. Meski terlihat tampan, tapi dari pakaiannya dapat dilihat dia seorang miskin," ucapnya menghina.

__ADS_1


"Ya, betul. Dia hanyalah pelayan room service di King Palace Hotel, mana sanggup membeli pakaian bagus," Wei Chung menimpali. Kemudian dia bertanya. "Lalu apa yang ayah ingin aku lakukan?"


"Begini, kamu perintahkan beberapa orang bawahan untuk membuntuti dia selama beberapa hari ini. Yang menjadi tugas utama adalah melenyapkan dia. Terus awasi dia sampai kamu yakin aksi mu tak diketahui orang, kamu sergap dia dan tenggelamkan dia ke sungai Minjiang di bawah jembatan Shuinan. Saat melakukan penyergapan kamu bawalah orang sebanyak mungkin. Dia pandai ilmu bela diri, kalau membawa sedikit orang takutnya ini akan menjadi berantakan," terang Wei Chung.


"Baik ayah, aku akan memerintahkan beberapa orang untuk membuntutinya mulai malam ini. Nanti kalau sudah saatnya, aku akan membawa orang untuk menyergapnya, seperti yang ayah perintahkan," pemuda itu menjadi bersemangat begitu membayangkan akan melenyapkan saingan cintanya.


Berani sekali dia menjalin hubungan akrab dengan Gao Mei Gui. Dia dan Gao Mei Gui sudah saling kenal sejak mereka masih kecil. Ayahnya sebagai bawahan Gao Li Liang sering melakukan pertemuan, di situlah dia dan Gao Mei Gui selalu bertemu.


Bahkan mereka berkuliah di satu perguruan tinggi meski berbeda jurusan namun seangkatan, dia mengambil jurusan perekonomian, sementara Gao Mei Gui memilih jurusan kuliah teknik sipil.


Meski begitu, dia selalu memperhatikan Gao Mei Gui dari kejauhan. Dia hanya bisa menikmati keindahan itu dari sisi gelapnya, Gao Mei Gui tak pernah sekalipun memperlihatkan rasa tertarik padanya. Dia sendiri juga sadar, Gao Mei Gui, gadis yang tak pernah bergaul dengan laki-laki itu selalu menghindarinya setiap kali dia berusaha untuk mendekatkan diri.


Dia sendiri bukanlah orang yang lugu di dalam hubungan percintaan. Dengan sedikit pesona, harta dan sedikit pengaruh nama ayahnya, dia terbilang mudah mendapatkan perempuan untuk dia permainan kemudian membuangnya. Dia sudah sering menjalin hubungan dengan perempuan dari berbagai kalangan sejak dia masih berusia remaja. Bisa dibilang Wei Heng ini merupakan seorang penjahat kelamin yang akan mencampakkan pasangannya setelah dia merasa bosan.


Cinta memang terkadang memabukkan, namun tak jarang juga bisa membikin orang menjadi gila. Seperti Wei Heng ini, dia telah lama mendambakan Gao Mei Gui, tapi dia sekalipun tak diberikan kesempatan untuk mengutarakan rasa cintanya kepada sang pujaan hati. Dan baru dia sadari, siang tadi Gao Mei Gui terlihat akrab dengan seorang pemuda yang lebih tampan dari dia, mereka selalu menempel layaknya perangko, membuat hati Wei Heng panas.


Dan Wei Heng kini bertekad untuk menghabisi orang yang dia anggap sebagai saingannya dalam mendapatkan hati Gao Mei Gui itu. Bahkan tanpa diperintahkan ayahnya sekalipun, dia tetap akan melakukannya dengan tangannya sendiri.


"Aku percayakan tugas ini padamu, Heng Erzi," kata Wei Chung.


"Ayah tak perlu khawatir, aku pasti akan melaksanakannya," dia berucap percaya diri sambil tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2