The Investor

The Investor
Bab 41


__ADS_3

Hao Zhao masih terduduk lemas di sofa ruang kerjanya, sambil sesekali mengurut kepalanya yang mulai terasa sakit karena terlalu banyak berpikir. Ou Julong yang dia tunggu sedari sore sampai malam begini tak kunjung berkabar. Di dalam hatinya dia sedikit was-was apabila pria tambun itu bertindak gegabah dan mengacaukan penyelidikannya ke kediaman Wei Chung.


Dia sendiri merasa berat untuk menanyakan keberadaan Ou Julong lewat telepon, khawatirnya Ou Julong saat ini sedang dalam masalah, sehingga akan merepotkan Ou Julong.


Tadi sebelum Ou Julong berangkat, dia sempat menyerahkan kartu akses khusus direksi King Palace Hotel ini. Dengan kartu itu, Ou Julong dapat datang dan pergi kapan saja dan dapat menggunakan lift khusus yang biasanya dipergunakan oleh jajaran direksi perhotelan ini untuk langsung menuju akses perkantoran yang berada di lantai teratas gedung ini dari ruang basemen.


Dia sudah beryekad dalam hati, apabila Cia Yonggan memang diseret ke dalam permasalahan oleh Wei Chung, maka dia siap untuk membuat perhitungan dengan Wei Chung itu.


"Ning nung ning nung ning nung!!!"


Terdengar suara bel pintu kantor Hao Zhao.


"Siapa disana?" Direktur King Palace Hotel itu langsung bertanya dari dalam.


"Tuan Hao, maaf, ini aku, Guan Zheng datang bersama Ou Julong," jawab orang di luar yang ternyata Guan Zheng.


Hao Zhao berkerut kening. Sejenak dia bertanya di dalam hati, siapa orang bernama Guan Zheng itu. Baru kemudian dia teringat Guan Zheng adalah salah satu dari empat orang kepercayaan mendiang Gao Li Liang dulu.


Mengapa pria itu yang menjawab dan mengaku datang bersama Ou Julong? Mengapa bukan Ou Julong yang menjawabnya? Pasti ada sesuatu. Maka buru-buru dia berlari ke arah pintu dan membuka lubang kecil pada pintu itu untuk mengintip orang di luar.


Di luar terlihat Guan Zheng dengan tenang sedang menggendong tubuh Ou Julong. Kedua orang itu bergelimang darah.


"Deg."


Dengan berdebar-debar Hao Zhao segera membukakan pintu.


"Apa yang terjadi, Julong?" dia bergegas menyongsong kedua orang itu.


Ou Julong terlihat sudah begitu lemas dan di ambang kesadarannya. Sepertinya dia sudah kehilangan sangat banyak darah.


"Direktur Hao... Aku.." Ou Julong memaksakan diri untuk berbicara, tapi fisiknya tak mengizinkan, lalu dia terkulai tak sadarkan diri.


"Ayo cepat, bawa dia masuk," dengan gugup dia mempersilahkan Guan Zheng masuk dan membaringkan Ou Julong di sofa panjang yang tadi dia duduki.


Hao Zhao dapat melihat dengan jelas di perut Ou Julong terdapat luka menganga akibat tusukan senjata tajam dan terdapat darah yang mulai mengering di sekitar luka itu.


Dia buru-buru menelepon seseorang dan memberi perintah. "Cepat suruh dokter ke ruang kerja ku. Suruh dia bawa peralatan operasi. Ini darurat. Tidak boleh lebih dari 10 menit, kamu paham?"


"Julong, bertahanlah. Sebentar lagi dokter datang," Hao Zhao terlihat panik sambil memeriksa nadi Ou Julong.


Dia sudah dapat menebak, penyelidikan Ou Julong mencari jejak Cia Yonggan di kediaman Wei Chung telah ketahuan, maka Wei Chung juga berusaha melenyapkan Ou Julong ini.


"Bajingan Wei Chung itu!" Hao Zhao menggeram marah.


Guan Zheng yang berdiri diam saja sejak menurunkan tubuh Ou Julong dari pangkuannya menjadi heran. Bagaimana Hao Zhao dapat menebak pelaku penusukan terhadap Ou Julong ini? Tadi saat dalam pelarian dari kejaran anggota Hei Laohu, setelah dirinya menelepon keluarganya untuk melarikan diri dari Kota Nanping, Ou Julong lantas mengarahkan dia untuk pergi ke King Palace Hotel ini, bukannya ke rumah sakit. Tapi Ou Julong tak memberitahukan hubungan antara dirinya dengan Hao Zhao ini.


Namun demikian, dia tak berani menanyakan secara langsung kepada Hao Zhao perihal hubungan kedua orang itu. Bagaimanapun, dia posisinya sama dengan Ou Julong, hanyalah bawahan di perkumpulan Hei Laohu dan Hao Zhao ini merupakan bos dari mitra perkumpulannya.


Dan dia sepenuhnya yakin bahwa Hao Zhao berpihak padanya dan Ou Julong. Kalau tidak, tak mungkin rekan seperjuangannya itu mengarahkan dia kemari. Apalagi melihat kemarahan Hao Zhao saat ini, pastilah orang kepercayaan keluarga Shu di Beijing ini akan mendukungnya sewaktu dia dan Ou Julong membuat perhitungan kelak terhadap Wei Chung.


Sementara Hao Zhao dengan analisanya yang tajam dapat menebak, orang bernama Guan Zheng ini pastilah yang telah membawa Ou Julong kabur dari kediaman Wei Chung. Kalau bukan karena dia, kemungkinan Ou Julong saat ini sudah tewas sehingga informasi yang ingin dia dapatkan dari Ou Julong akan sirna. Dalam artian, Guan Zheng ini adalah orang yang bisa dia percaya seperti layaknya Ou Julong. Pastilah kedua pria paruh baya itu baru saja mengalami kejadian yang membahayakan nyawa mereka. Dan itu disebabkan oleh dirinya yang meminta Ou Julong untuk menyelidiki kediaman Wei Chung.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mu, Guan Zheng?" Hao Zhao tiba-tiba bertanya kepada Guan Zheng.


"Aku baik-baik saja, Tuan Hao. Anda tidak perlu mengkhawatirkan ku. Sebaiknya khawatirkan saja keselamatan Ou Julong dulu," jawab Guan Zheng singkat sambil membungkukkan badan.


Meski dapat dilihat dengan jelas padai sekujur tubuhnya terdapat banyak luka goresan sayatan benda tajam, dimana darah tampak mulai terlihat mengering pada luka-luka itu, dia malah lebih mengkhawatirkan keadaan rekannya ketimbang dirinya sendiri. Benar-benar memiliki rasa kesetiakawanan yang patut diacungi jempol.


"Guan Zheng, sebelumnya aku terlebih dahulu minta maaf karena telah melibatkan mu ke dalam urusan ini," kata Hao Zhao menyesali diri.


"Tuan Hao, anda tidak perlu meminta maaf. Aku yang bersikeras membawa Ou Julong, tak ada hubungannya dengan mu," Guan Zheng yang belum paham hubungan Hao Zhao di dalam permasalahannya menjadi sungkan.


"Tidak. Ou Julong menderita begini karena aku. Aku yang meminta dia untuk menyediliki kediaman Wei Chung untuk mencari keberadaan seseorang," kata Hao Zhao.


"Apa.. Apa maksud anda pemuda bermarga Cia itu?" Guan Zheng bertanya ragu


"Ya, namanya Cia Yonggan," ujar Hao Zhao sambil menatap Guan Zheng. Lalu imbuhnya. "Dan melihat Wei Chung tega bertindak kejam begini terhadap Ou Julong, tak tertutup kemungkinan dia telah menghabisi Cia Yonggan."


Tadi Guan Zheng sudah mengetahui seluk-beluk pemuda bermarga Cia itu dengan permasalahan Hei Laohu dari keterangan Ou Julong. Namun dia tak mengerti, apa hubungan antara Hao Direktur King Palace Hotel ini dengan pemuda itu. Mengapa Hao Zhao ini meminta Ou Julong untuk menyelidiki keberadaan pemuda itu?


"Tuan Hao, tadi Ou Julong telah memberitahukan, pemuda itu telah dilenyapkan oleh Wei Chung karena dia merupakan saksi yang mengetahui kejahatan Wei Chung. Lantas apa hubungan pemuda itu dengan anda?" dia tak tahan lagi untuk menanyakannya.


"Dia adalah orang ku. Ah, salah, dia adalah orang titipan Asisten Jia yang merupakan tangan kanan Tuan Besar Shu di Beijing. Dan tahukah kamu, dengan begini, maka Wei Chung telah menyatakan perang terhadap kami. Keluarga Shu di Beijing pasti takkan tinggal diam dengan ini," kata Hao Zhao bergelora.


"Ah, ternyata begitu," Guan Zheng akhirnya manggut-manggut mengerti.


Mendengar penjelasan Hao Zhao, Guan Zheng menjadi semakin yakin, ini tentu akan lebih memudahkan rencananya untuk membuat perhitungan dengan Wei Chung. Sedikit banyak dia pun menjadi girang, Wei Chung pasti takkan dapat lolos begitu saja. Tinggal menunggu waktu saja.


"Ning nung ning nung ning nung!!"


Seorang dokter dengan diantar resepsionis cantik buru-buru masuk ke dalam ruangan itu dan memeriksa keadaan Ou Julong yang tak sadarkan diri.


"Bagaimana keadaan dia, Dokter?" Hao Zhao harap-harap cemas.


"Dia kehilangan banyak darah dan lukanya harus segera dijahit," katanya sambil menyimpan stetoskop ke dalam tasnya. Lalu dokter menambahkan. "Beruntung organ dalamnya tidak terluka karena terlindungi oleh ketebalan lemak di perutnya."


Keterangan dokter itu membuat sang resepsionis cantik tak dapat menahan geli. Sambil menutup mulut dengan tangannya dia berusaha menahan untuk tidak tertawa.


"Apanya yang lucu?" Hao Zhao memelototi resepsionis muda itu. Lalu ujarnya. "Cepat siapkan dua kamar vip. Satu untuk pasien ini dan satu lagi untuk dia."


Guan Zheng yang paham maksud orang, buru-buru menolak. "Tidak, cukup satu saja, biar aku menjaga Ou Julong. Masukkan kami ke dalam satu kamar."


"Kamu sudah dengar?" kembali Hao Zhao memelototi gadis itu.


"Aku sudah mendengar, Direktur," jawab resepsionis sambil cepat-cepat pergi untuk menyiapkan kamar untuk kedua orang yang sedang terluka itu.


Tentu saja dirinya khawatir kalau-kalau sang direktur membuat perhitungan dengannya akibat ulahnya tadi. Orang itu saking tebalnya lemak perutnya, sampai-sampai dapat melindungi organ dalamnya dari tusukan senjata tajam.


Tak lama kemudian gadis resepsionis itu datang kembali dan melapor. "Direktur, kamar sudah siap."


"Baik. Panggil dua orang room service kemari untuk memapah orang ini," katanya sambil menunjuk Ou Julong.


Tentu saja dia tak ingin meminta keamanan yang datang kemari. Karena seluruh penjaga keamanan disini merupakan anggota Perkumpulan Hei Laohu. Berita keberadaan Ou Julong dan Guan Zheng yang berlindung di hotelnya pasti akan ketahuan oleh Wei Chung.

__ADS_1


Namun sebelum gadis itu menjawab, Guan Zheng buru-buru menyela. "Tidak usah, Tuan Hao. Biar aku yang menggendong Ou Julong."


Guan Zheng kemudian mengangkat tubuh Ou Julong yang tambun itu dan menggendongnya.


"Tunjukkan saja jalannya," dia lalu membawa Ou Julong keluar.


"Kamu tunggulah di situ. Sebentar aku akan datang menengok," kata Hao Zhao sebelum Guan Zheng dan dokter itu menghilang dari pintu.


"Baik, Tuan Hao," jawab Guan Zheng sambil mengikuti resepsionis yang memandu jalan di depan.


Baru saja mereka meninggalkan ruangan itu, Hao Zhao mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.


"Tuuuut..."


"Klik."


Orang di seberang telepon langsung mengangkat panggilan Hao Zhao.


"Direktur Hao, ada apa malam-malam begini kamu menelepon ku?" orang itu langsung bertanya.


"Maaf, mengganggu, Asisten Jia. Aku ingin mengabarkan sesuatu yang penting kepada anda," Hao Zhao berbicara agak sungkan.


"Katakan saja, Direktur Hao. Aku mendengarkan," jawab orang yang ternyata adalah Jia Xu, orang yang menitipkan Cia Yonggan kepada Hao Zhao lima tahun lalu.


"Asisten Jia, ini tentang.. Ini tentang pemuda yang dahulu pernah anda titipkan untuk selalu ku perhatikan," agak bingung Hao Zhao hendak memulai dari mana.


"Ah, ya. Cia Yonggan. Ada apa dengan dia? Bukankah dia telah menamatkan pendidikannya beberapa bulan yang lalu? Apakah dia masih bergaul dengan begundal-begundal itu?" Jia Xu menyerbu dengan pertanyaan.


"Tidak.. Tidak.. Dia tidak pernah bergaul dengan organisasi perkumpulan bawah tanah," jawab Hao Zhao cepat.


"Ah, baguslah. Lalu ada apa dengan dia, Direktur Hao? Mengapa nada suara mu gugup begitu?" desak Jia Xu yang menangkap kegugupan Hao Zhao.


"Dia.. Dia.. Dia menghilang.." kata Hao Zhao menggantung.


"Menghilang bagaimana? Kamu tolong berbicara yang jelas," Jia Xu terdengar tak puas.


"Dia menghilang, Asisten Jia. Dia diculik oleh salah satu perkumpulan bawah tanah di kota ini. Aku menduga dia sudah dihabisi orang," Hao Zhao menjelaskan.


"Apa?!" Jia Xu berseru tak percaya mendengar keterangan Hao Zhao.


"Ya, benar. Sudah dua hari ini dia menghilang, dan mobil yang dia kendarai saat ini berada di rumah salah seorang pemimpin perkumpulan bawah tanah. Tadi aku mengirimkan orang untuk menyelidiki kesana, tapi malah orang ku itu ditusuk orang. Kalau tidak terjadi apa-apa, bagaimana mungkin mereka sampai berani menusuk orang suruhan ku?" kata Hao Zhao membeberkan.


Hening sejenak. Sepertinya Jia Xiu sedang berpikir di seberang sana.


Lalu tak lama kemudian dia berkata. "Kamu tunggu sebentar, Direktur Hao. Aku akan memberitahukan hal ini kepada Tuan Besar."


Hao Zhao heran, urusan Cia Yonggan seorang mengapa musti sampai diketahui Tuan Besar Shu? Bukankah Cia Yonggan itu titipan Jia Xu yang merupakan asisten di keluarga besar Shu?


"Aku rasa berita ini tak perlu sampai kepada Tuan Besar, Asisten Jia. Bukankah cukup anda saja yang memutuskan bagaimana kelanjutannya?" Hao Zhao berusaha menahan Jia Xiu.


"Tidak, kamu salah, Direktur Hao. Justru Cia Yonggan itu dipesan khusus oleh Tuan Besar. Dan kedatangan ku kala itu untuk mencari dia di Kota Nanping, adalah atas perintah Tuan Besar. Maka hanya Tuan Besar yang paling berhak mendapatkan kabar ini dan memutuskan bagaimana menyikapinya. Kamu tunggu saja, nanti akan aku hubungi balik," Jia Xiu segera mematikan sambungan itu.

__ADS_1


Sementara Hao Zhao terkejut. Dirinya yang awalnya mengira Cia Yonggan adalah orang titipan Jia Xiu, ternyata mendapatkan perhatian khusus oleh kepala keluarga Shu di Beijing. Sebenarnya siapa gerangan pemuda itu?


__ADS_2