
Begitu panggilan tersambung, Ou Julong mengaktifkan pengeras suara di telepon dia dan dengan sedikit sungkan menyapa Hao Zhao di seberang sana. "Halo.. Direktur Hao."
Orang yang berada di ujung telepon itu adalah Hao Zhao, Direktur King Palace Hotel.
Terdengar dengan nada berat dia bertanya. "Halo Ou Julong. Lama tak mendengar kabar mu, apakah kamu sebegitu sibuknya dengan urusan perkumpulan mu sehingga melupakan aku?"
Hao Zhao sebagai orang kepercayaan Keluarga Shu di Beijing, sedikit banyak memiliki pengaruh yang kuat di mata orang-orang perkumpulan bawah tanah Kota Nanping. Hubungannya dengan ketiga penguasa perkumpulan bawah tanah selama ini sangat baik. Sementara Ou Julong sebagai tangan kanan mantan Ketua Perkumpulan Hei Laohu yang telah meninggal dunia, Gao Li Liang, di mata Hao Zhao hanyalah seperti seorang bawahan. Maka tak heran apabila Ou Julong ini menjadi sungkan ketika dihadapkan pada keadaan dia harus berbicara secara langsung begini.
"Direktur Hao, maafkan aku.. Kami.. Ya, memang kami sangat sibuk belakangan ini, kamu tahu sendiri, banyak kejadian akhir-akhir ini di perkumpulan bawah tanah. Jadi aku belum sempat menghubungi mu," kata Ou Julong memberikan alasan.
"Ya, aku sudah tahu," jawab Hao Zhao. Lalu dia melanjutkan. "Kalian orang-orang perkumpulan bawah tanah sepertinya sedang berada pada situasi yang sangat rumit, ada apa dengan kalian ini? Aku hanya menyampaikan satu pesan, jangan sampai gara-gara ini mempengaruhi kinerja para bawahan mu di King Palace, kecuali kalau kalian sudah tak ingin lagi bekerja sama dengan kami."
Ou Julong buru-buru menimpali. "Maafkan atas keadaan kami, Direktur Hao. Dapat ku pastikan, hal itu tak akan terjadi. Kami selalu menyiagakan para bawahan di lokasi pekerjaan, tidak akan kami biarkan mereka lalai."
"Ya, itu maksud ku," kata Hao Zhao menegaskan. Dia kemudian bertanya. "Ou Julong, apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?"
"Benar, Direktur Hao, aku ingin menanyakan keberadaan seseorang kepada mu, semoga saja kamu tidak keberatan," kata Ou Julong berbasa-basi.
"Kamu tanyakan saja, jangan terlalu sungkan pada ku," seru Hao Zhao.
Ou Julong terdiam sejenak. Dia ragu untuk menanyakan langsung orang bernama Cia Yonggan yang dia ketahui bekerja hanya sebagai room service itu kepada seorang direktur. Bagaimanapun akal sehatnya masih menyangsikan keterangan Gao Mei Gui, bahwa Cia Yonggan memiliki hubungan dekat dengan Hao Zhao ini, belum pernah dia mendengar seorang direktur memiliki hubungan dekat dengan seorang pekerja bawahan sekelas room service.
Maka dia sengaja memutar-mutar pembicaraan. "Maafkan aku, Direktur Hao, aku hendak menanyakan seorang pemuda yang kabarnya bekerja di King Palace Hotel, entah Direktur Hao mengenali dia atau tidak."
Hao Zhao sebenarnya sudah dapat menebak isi hati Ou Julong. Sebagai orang yang diberikan mandat oleh Asisten Jia Xiu untuk memantau Cia Yonggan, dia tentu akan merahasiakan keberadaan Cia Yonggan dari anggota kelompok bawah tanah sejak peristiwa terbunuhnya Gao Li Liang. Bahkan dia sendiri yang menyarankan Cia Yonggan mengamankan diri ke kampung halamannya demi menghindari urusan *****-bengek perkumpulan bawah tanah. Untuk itu dia akan bertindak seperti seolah-olah tak mengenali pemuda itu.
Hao Zhao sendiri juga tak mengetahui keberadaan Ou Julong saat ini, di pikirannya, Cia Yonggan saat ini sedang berada di lereng Gunung Mangdang, jauh dari markas Perkumpulan Hei Laohu. Maksud Ou Julong ini tentu ingin menanyakan keberadaan Cia Yonggan untuk mencari perkara dengan pemuda itu.
__ADS_1
"Ou Julong, jangan berbelit-belit, siapa yang ingin kamu tanyakan? Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni pembicaraan seperti ini," Hao Zhao sengaja meninggikan suaranya.
Ou Julong menjadi panik mendengar Hao Zhao mulai berbicara dengan nada tinggi, maka dia lantas menjawab. "Direktur Hao, aku ingin menanyakan seorang pemuda bernama Cia Yonggan. Dia mengaku bekerja di hotel tempat mu sebagai room service. Dari informasi yang ku dapat, dia sangat dekat dengan Direktur Hao, makanya aku menanyakan kepada mu."
"Heh... Kamu pikir seorang direktur seperti aku ini memiliki lingkaran pergaulan dengan bawahan room service? Apakah kamu bercanda?" suaranya terdengar mengintimidasi.
Ou Julong menjadi tertekan, dia semakin panik. "Direktur Hao.. Aku.. Aku..."
"Untuk urusan seorang room service kamu merasa harus menanyakan langsung pada ku. Kamu terlalu merendahkan ku, Ou Julong. Aku rasa kita perlu bertemu dalam waktu dekat ini untuk membicarakan kerja sama antara King Palace Hotel dengan perkumpulan mu," Hao Zhao seolah larut dalam aktingnya.
Mendengar ini, Ou Julong berkeringat dingin dan tak mampu berkata lagi, lidahnya kelu. Dia takut telah menyinggung orang penting di Kota Nanping, yang nantinya akan berakibat kepada berakhirnya hubungan baik antara kedua belah pihak, tentu dia yang akan dipersalahkan. Bukankah apabila hubungan Perkumpulan Hei Laohu dan King Palace Hotel berantakan, akan berakibat pada merosotnya sumber pendapatan perkumpulannya?
"Namun begitu, biarlah ku jawab rasa ingin tahu mu, Ou Julong. Aku tegaskan pada mu, aku tak pernah mendengar nama siapa itu yang kamu cari. Apakah kamu paham?" terdengar lagi Hao Zhao berkata.
Ou Julong terbata-bata menjawab. "Baik, baik, aku mengerti, Direktur Zhao, maaf aku telah..."
"Tuut.. Tuut.. Tuut.."
"Hahahaha...!!!" suara tawanya terdengar begitu keras bergema di ruang kerjanya.
Namun sebaliknya, di seberang telepon itu, Ou Julong dan Gao Mei Gui menjadi murung.
Ou Julong merasa dia telah menghancurkan hubungan baik perkumpulan nya dengan Direktur King Palace Hotel. Bagaimana nantinya dia akan menjelaskan ini kepada pemimpin baru Hei Laohu, Wei Chung? Dia benar-benar kalut.
Sementara bagi Gao Mei Gui, setelah mendengar keterangan Hao Zhao barusan, hatinya benar-benar hancur. Sejenak pikirnya Cia Yonggan telah sukses menipunya. Pemuda itu untuk meyakinkan dia, telah membawa-bawa nama Direktur Hao Zhao. Siapa yang akan menyangka pemuda itu begitu pandai bertingkah seolah-olah dia kenal dekat dengan Direktur King Palace Hotel? Namun ternyata Direktur Hao Zhao sendiri telah menyangkal mengenali pemuda itu.
"Paman..." Gao Mei Gui terisak seperti putus harapan
__ADS_1
"Mei Gui, maafkan Paman. Untuk yang ini Paman tak dapat membantu mu, Direktur Hao sendiri sudah menyangkal telah mengenal Cia Yonggan. Bahkan sekarang hubungan antara Hei Laohu dan King Palace Hotel terancam berakhir. Paman menyesal telah berbuat sembrono seperti ini," kata Ou Julong pelan.
Gao Mei Gui tak pernah peduli urusan perkumpulan bawah tanah itu. Di dalam benaknya saat ini berpikir bagaimana cara menemukan pemuda itu. Panggilan telepon Cia Yonggan dengan Direktur Hao Zhao malam itu di balkon apartemennya terasa begitu nyata. Meski dia tak mendengar langsung pembicaraan kedua orang itu, namun dia dapat menyimak secara samar, dan itu benar-benar pembicaraan nyata antara seorang bawahan dengan atasannya. Cia Yonggan terdengar gugup saat berbicara dengan orang di seberang telepon waktu itu. Kalau pemuda itu berakting, tak mungkin terasa begitu nyata, dan bagaimana pemuda itu bisa mengatur pembicaraan sedemikian rupa, bukankah seharian itu dia tak pernah jauh dari Cia Yonggan? Bahkan pemuda itu juga terlihat tak pernah menyibukkan diri dengan ponselnya?
Dia merasa hal ini sedikit ganjil, sepertinya Direktur Hao Zhao itu memang sengaja bertingkah kepada Ou Julong.
Tiba-tiba Gao Mei Gui mendapat ide. "Paman Ou, bagikan nomor Direktur Hao pada ku. Aku akan berbicara langsung dengan dia."
"Kamu jangan bercanda, Mei Gui," jawab Ou Julong ragu.
"Kamu kirimkan saja, Paman Ou," kata Gao Mei Gui mendesak.
Ou Julong segera mengirimkan kontak Hao Zhao kepada Gao Mei Gui. Dia ingin melihat sendiri, agaknya putri mantan pemimpinnya ini belum puas kalau belum mencoba berbicara langsung dengan Hao Zhao. Dia yang sudah lama mengenal Hao Zhao saja tak dapat mengorek keterangan Cia Yonggan dari dirinya, apalagi seorang gadis yang sama sekali tak dikenal oleh Hao Zhao itu.
Begitu kontak yang dikirimkan Ou Julong itu masuk, tanpa berlama-lama lagi Gao Mei Gui segera menelpon nomor itu dan mengaktifkan speaker seperti Ou Julong barusan.
"Halo," sapa orang di seberang telepon.
Suara Hao Zhao terdengar riang, tak terdengar seperti seorang yang baru saja tersinggung. Hal ini membuat kecurigaannya makin besar.
"Direktur Hao, ini aku Gao Mei Gui," kata dia cepat. "Aku hanya ingin menyampaikan satu hal. Cia Yonggan hilang, tak ada kabar sejak kemarin. Dia.."
Sengaja Gao Mei Gui menggantung ucapannya untuk memancing respon Hao Zhao.
"Apa?!" Hao Zhao langsung tersentak kaget. Dengan panik dia berkata "Nona Gao, apakah kamu masih berada di lereng Gunung Mangdang?"
Mendengar respon panik Hao Zhao ini, Gao Mei Gui mendengus kesal dan melirik Ou Julong sejenak, karena terbukti benar dugaannya, bahwa Hao Zhao ini telah mempermainkan Ou Julong.
__ADS_1
Sementara Ou Julong menjadi geregetan. Ternyata Hao Zhao telah mempermainkan ya.
Dia bergumam pelan, namun tak berani terlalu keras, "Bajingan itu!!"