The Investor

The Investor
Bab 28


__ADS_3

Hao Zhao terlihat mondar mandir di ruang kerjanya sambil melipat kedua tangan di punggung. Terlihat dia begitu gelisah. Keadaan Cia Yonggan sendiri belum diketahui hidup atau matinya, sekarang Ou Julong datang ke tempatnya bukannya membawa serta Gao Mei Gui ke tempatnya untuk mengamankan diri, namun pria tambun itu malah meninggalkan Gao Mei Gui sendirian di lereng Gunung Mangdang. Apakah nanti tidak akan menimbulkan masalah lainnya? Sebab keberadaan putri mendiang orang nomor satu Hei Laohu itu telah diketahui pihak lain.


Dengan penasaran, dia bergumam sendiri. "Ou Julong, Ou Julong, mengapa kau tinggalkan Nona Gao sendirian disana?"


Ou Julong tengah duduk di sofa ruang kerja Hao Zhao. Sedari dia masuk ke ruangan ini, entah sudah berapa kali dia mendengar Hao Zhao bergumam dengan kalimat yang sama. Dia hanya bisa pasrah disalahkan.


Sambil berdiri dari tempat duduknya, dia berujar. "Direktur Hao, Anda sebaiknya tenang dulu. Saya yakin tidak akan terjadi apa-apa padanya."


"Omong kosong! Kau begitu yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Apa yang membuat mu begitu yakin bahwa Wei Chung takkan menggangu dia? Dia hanya seorang nona, takkan dapat melindungi diri dari tangan keji Wei Chung!" Hao Zhao mendamprat marah.


Ou Julong menjadi tergagap. Dia pun serba dilema. Dia paling tahu akan kekerasan hati Gao Mei Gui, karena dia telah mengenal gadis itu sejak Gao Mei Gui masih bayi.


"Direktur Hao, saya sudah tahu bagaimana sifat anak mendiang Kakak Li Liang itu. Dia sudah berkata takkan pergi, pasti dia tetap dengan pendiriannya. Tak mungkin saya menyeret dia dengan paksa, kan?" kata Ou Julong sambil mengangkat kedua bahunya.


"Ou Julong, kamu pasti mengerti maksud ku. Aku tadi meminta kamu membawa dia kemari semata-mata untuk melindungi dia. Takkan ada orang yang berani mengusik dia apabila dia berlindung di salah satu kamar hotel ku ini. Dan dia dapat keluar setelah kekacauan di Kota Nanping ini berhasil diatasi. Kamu mengerti kan?" Hao Zhao menepuk pundak kiri Ou Julong sambil memandanginya lekat.


"S-s-saya mengerti, Direktur Hao. Tapi..." Ou Julong kehabisan kata.


"Sudahlah. Mari duduk, Ou Julong," Hao Zhao duduk dan mempersilahkan kembali Ou Julong untuk duduk di seberang meja di hadapannya.


Setelah Ou Julong duduk, kesunyian menjalari ruangan itu. Hao Zhao masih berkutat dengan pikirannya sendiri, memikirkan bagaimana caranya melindungi Gao Mei Gui, atau kalau bisa memaksa gadis itu ikut kesini. Sementara dia juga harus mencari jalan keluar akan persoalan yang menimpa Cia Yonggan.

__ADS_1


Keduanya persoalan berat. Namun apabila diharuskan memilih, dia akan lebih mengutamakan mencari tahu akan keadaan Cia Yonggan yang sebenarnya terlebih dahulu. Urusan Gao Mei Gui hakikatnya tak perlu dia pikirkan, hanya karena dia merasa memiliki andil menyarankan Cia Yonggan waktu itu membawa gadis tersebut menenangkan diri ke lereng Gunung Mangdang, pasca ayahnya, Gao Li Liang mati terbunuh, sehingga dia merasa memiliki beban moral terhadap keselamatan Gao Mei Gui. Namun siapa yang menduga, ternyata Wei Chung menyebar orang-orangnya untuk memata-matai Cia Yonggan. Alhasil, keberadaan Cia Yonggan dan Gao Mei Gui telah terekspos musuh.


Di lain pihak, Ou Julong masih belum mengerti, mengapa seorang Hao Zhao begitu mengkhawatirkan keselamatan Cia Yonggan? Sebenarnya siapa Cia Yonggan dan apa hubungan kedua orang ini? Mengapa pemuda itu terlihat begitu penting di mata seorang direktur kenamaan seperti Hao Zhao?


Selain itu, Hao Zhao tadi juga menyinggung akan Wei Chung yang akan mengancam keselamatan putri mendiang Gao Li Liang. Apa saja yang telah diketahui oleh Hao Zhao ini mengenai rahasia perkumpulannya? Sebelumnya, dia juga mendapatkan kisi-kisi dari Cia Yonggan, bahwa kematian Gao Li Liang tak lepas dari peran hianat Wei Chung. Apakah Hao Zhao juga telah mengetahui akan hal itu?


Namun Ou Julong tak berani menyinggung hal tersebut, sebaliknya dia bertanya. "Direktur Hao, tadi di telepon Anda mengatakan telah mengetahui keberadaan mobil Mei Gui, itu artinya kita sudah mulai mendapatkan titik terang keberadaan Cia Yonggan, bukan? Apakah tidak sebaiknya langsung saja datangi tempat itu dan menyapanya?"


"Masalahnya tidak segampang itu, Ou Julong. Ku katakan pada mu, mobil yang dikendarai oleh Cia Yonggan menghilang di area Jinshan. Saat ini mobil itu masih di Jinshan. Selain Wei Chung, menurut mu ini ulah siapa lagi?" kata Hao Zhao terdengar serius.


Penjelasan Hao Zhao bagaikan petir di siang bolong bagi Ou Julong. Wei Chung benar-benar tak ingin ada saksi hidup yang mengetahui kejahatannya dan dia berupaya menyingkirkan Cia Yonggan agar namanya tetap bersih.


Hao Zhao dapat memaklumi Ou Julong, dia kembali meneruskan. "Julong, itu sebabnya aku minta kedatangan mu kesini. Selain kamu, tak ada orang lain yang layak ku mintai pertolongan."


"Apa yang bisa saya bantu, Direktur Hao, katakan saja, saya pasti akan dengan senang hati melakukannya untuk mu," Ou Julong menyeringai mendapati Hao Zhao memanggil namanya dengan nama belakang saja, artinya Hao Zhao telah menganggap dia bukan orang luar lagi.


"Dari pantauan CCTV jalan raya, kemarin mobil Nona Gao memasuki Kota Nanping diiringi enam mobil. Keenam mobil itu terdaftar atas nama orang-orang Hei Laohu. Dapat dipastikan orang-orang Hei Laohu telah menyekap Cia Yonggan dan membawanya ke rumah Wei Chung. Aku ingin kamu pastikan apakah benar mobil Nona Gao berada di kediaman Wei Chung. Selain itu, hal penting yang perlu kamu ingat, cari tahu keberadaan Cia Yonggan disana. Ingat, tugas mu hanya mencari tahu, jangan bertindak sembarangan. Kamu paham, Julong?" Hao Zhao menatap lekat mata Ou Julong.


"Aku mengerti, Direktur Hao. Apakah ada hal lainnya?" Ou Julong pun mulai mengubah cara berbicaranya kepada Hao Zhao, dia tak lagi berbicara seperti orang asing kepada pria itu.


Dia sebenarnya sudah sangat geram. Perkumpulan yang awalnya damai di bawah kepemimpinan Gao Li Liang, sekarang sedang bergejolak. Bukan hanya itu, perseteruan antar perkumpulan bawah tanah dalam waktu dekat pasti tak terelakkan lagi. Ini semua ulah si busuk Wei Chung.

__ADS_1


Dan Wei Chung juga disinyalir telah mengusik Cia Yonggan, orang yang telah berusaha menyelamatkan mendiang pimpinannya, orang yang telah membuat dia menjadi berpikiran realistis, kalau bukan karena dia, pasti dia sudah sejak lama membuat perhitungan dengan Wei Chung, entah akibat buruk apa yang akan dia dapatkan kalau dia bertindak ceroboh waktu itu.


Selain itu Cia Yonggan adalah orang yang diberikan kepercayaan untuk memimpin Hei Laohu oleh mendiang Gao Li Liang, Wei Chung benar-benar tak memiliki hak untuk memegang tampuk kekuasaan di Hei Laohu.


Di dalam hatinya, dia telah bertekad untuk membuat perhitungan dengan Wei Chung apabila dia benar-benar berani berbuat jahat kepada Cia Yonggan. Toh, sudah kepalang tanggung. Kalah jadi abu, menang menjadi arang, begitu pikir Ou Julong.


"Satu lagi, Julong, kau perintahkan seluruh keluarga mu berlibur untuk beberapa waktu. Semakin cepat mereka berangkat, itu lebih baik," kata Hao Zhao.


Ou Julong menangkap maksud perkataan Hao Zhao. Tentu saja dia tak ingin keluarganya menanggung akibat dari permasalahan perkumpulan-perkumpulan bawah tanah di kota ini. Keluarganya tentu takkan luput dari incaran musuh apabila nanti keadaan benar-benar tak terkendali, yaitu pertarungan antar perkumpulan bawah tanah.


"Ya, tentu, Direktur Hao. Kalau begitu aku pamit dulu," dia sedikit membungkuk lalu meninggalkan ruangan itu.


Baru beberapa langkah dia meninggalkan pintu ruang kerja Hao Zhao, terdengar dering nada panggil handphonenya. Sekilas dia melirik layar smartphone itu lalu menjawabnya.


"Kakak Ou, aku telah berhasil melacak mobil yang tadi kamu perintahkan. Mobil itu terakhir terlihat di..."


Orang di seberang telepon buru-buru memberikan informasi yang baru berhasil dia peroleh dari kenalannya di kantor manajemen lalu lintas Kota Nanping. Namun Ou Julong dengan cepat memotong perkataan bawahannya itu.


"Jinshan. Kamu telat!" dengan gusar dia memutuskan panggilan begitu saja.


Apa-apaan, dia sudah memerintahkan bawahannya sedari pagi, namun baru berhasil mendapatkan informasi menjelang sore begini. Ternyata pengaruh Hao Zhao benar-benar jauh di atas kemampuan dia dalam mendapatkan informasi. Tak heran Hao Zhao tahu banyak mengenai seluk beluk peristiwa di kota ini.

__ADS_1


__ADS_2