The Investor

The Investor
Bab 23 : Dia Terus Mengigaukan Nama Seorang Gadis


__ADS_3

Rumah sakit umum Nanping pagi ini disibukkan dengan kedatangan pasien yang dibawa oleh Xiao Meilin. Dokter dan perawat di sini dengan sigap menangani begitu mengetahui ada pasien masuk ke unit gawat darurat. Dengan kecanggihan alat medis di sini, hanya butuh waktu beberapa menit bagi dokter untuk mengetahui pasien ini ternyata mengalami patah pada tulang rusuknya. Selanjutnya Cia Yonggan dialihkan kepada dokter spesialis ortopedi yang khusus menangani masalah tulang.


Xiao Meilin disaat menunggu kabar dari ruang pemeriksaan itu telah memberitahukan asistennya untuk datang ke rumah sakit dan membawakan dia pakaian ganti, sehingga sekarang dia telah berganti dengan pakaian formal.


Setelah lebih dari satu jam, dokter ortopedi yang menangani Cia Yonggan akhirnya keluar dari ruangan itu.


Sementara Xiao Meilin yang sedang ditemani asisten perempuan yang sebaya dengannya itu buru-buru menghampiri dokter dan dengan tak sabaran bertanya. "Dokter, bagaimana keadaannya?"


Dokter itu berumur empat puluhan tahun, dia sedikit tersenyum dan berkata. "Nona Xiao, kami menemukan terdapat tiga tulang rusuk sebelah kirinya patah. Untungnya patah tulangnya itu bukan menjadi serpihan, sehingga tidak terlalu sulit menanganinya. Hanya saja..."


"Hanya apa, Dokter?" Xiao Meilin buru-buru memotong.


"Begini saja. Nona Xiao silahkan masuk ke ruangan pasien. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan," kata dokter itu.


"Baiklah kalau begitu," Xiao Meilin langsung menyanggupi. Kemudian dia berkata kepada asistennya. "Kamu tunggu disini, ya."


"Baik, Nona Xiao," jawab gadis asisten Xiao Meilin.


Dokter lalu membukakan pintu ruang operasi. Di dalam, Xiao Meilin melihat beberapa orang perawat sedang sibuk membersihkan alat-alat yang tadinya dipakai untuk keperluan perawatan Cia Yonggan. Sementara di ranjang pasien, Cia Yonggan terbaring dengan dibalut gips di bagian dada hingga ke punggung. Dia telah bernafas normal, tak seperti saat pertama kali ditemukan mengapung di sungai pada pagi ini, hanya saja dia belum sadarkan diri.


"Begini, Nona Xiao, ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan kepada Anda. Seperti yang telah ku katakan tadi bahwa kondisi pasien hampir dapat kami tangani, hanya saja ada gejala aneh yang tidak dapat kami deteksi, meski telah menggunakan alat-alat kedokteran," kata dokter mulai menerangkan.


"Gejala aneh apa maksud anda, Dokter?" Xiao Meilin bertanya penasaran sambil menatap ke arah Cia Yonggan.


"Kami juga mendapati adanya memar pada bagian kepala belakang pasien, dapat dipastikan akibat berbenturan dengan benda keras. Benturan ini seharusnya tidak menyebabkan trauma pada otak hingga menyebabkan koma," terangnya lagi.


Mendengar ini menyebabkan Xiao Meilin makin penasaran. Dia bertanya lagi. "Dokter, apa maksud anda, dia ini sedang mengalami koma?"


"Tidak, aku tidak berani mengatakan itu, Nona Xiao. Pasien koma seharusnya mengalami geger otak atau cedera pada otak yang menyebabkannya menjadi hilang kesadaran. Sementara pasien ini tidak demikian. Dia kehilangan kesadaran karena dipicu oleh rasa sakit tak tertahankan di dadanya dan mengakibatkannya kesulitan bernafas saat mengalami patah tulang rusuk itu. Saat ini otaknya bekerja dengan benar, memorinya pun bagus, bahkan terkadang dia mengigau. Hanya saja kesadarannya hilang. Nona Xiao, aku sudah menjadi dokter ortopedi selama lebih dari lima belas tahun, baru kali ini menemukan kasus pasien begini," dokter terlihat antusias menjelaskan.

__ADS_1


"Apakah itu berarti kesadarannya tidak akan pulih?" kembali Xiao Meilin bertanya.


Dokter buru-buru menjelaskan. "Nona Xiao, sulit diprediksi kapan dia akan sadarkan diri. Aku rasa hanya keajaiban yang dapat menyadarkan dia kembali."


Xiao Meilin terdiam, dia tak tahu harus berkata apa lagi. Baru saja dokter itu mengatakan bahwa pemuda ini tidak diketahui kapan akan sadarkan diri, ini berarti tentu membutuhkan waktu yang lama untuk merawat dia di rumah sakit ini.


Pemuda ini dia temukan dengan kondisi hampir mati, tak satupun tanda pengenal diri melekat pada tubuhnya sehingga menyulitkan dia untuk menghubungi pihak keluarga pemuda itu. Dia tak tahu siapa pemuda ini, meski dia merasa pernah melihat wajahnya sebelumnya.


"Dokter, tadi anda menyebutkan dia terkadang mengigau, apakah anda tahu apa yang dia katakan saat mengigau?" Xiao Meilin tiba-tiba teringat penjelasan dokter tadi, siapa tahu itu dapat menjadi petunjuk yang akan membantu dia menemukan keluarga pemuda ini.


"Dia mengigau hanya menyebut satu nama..." dokter ingin menyebutkan.


Tapi tiba-tiba Cia Yonggan mengigau. "Mei Gui..."


"Ya! Itu dia. Dia selalu menyebut nama itu, bahkan saat sedang operasi pun dia juga mengigau," kata dokter dengan bersemangat.


"Dokter, apakah ada lagi yang ingin anda katakan?" dia bertanya dengan sedikit jutek.


Dokter terdiam sesaat, tak menyadari perubahan wajah di Xiao Meilin, kemudian mengatakan. "Oh, ya. Perlu anda ketahui, patah tulang rusuk yang dia alami dapat dipastikan karena berbenturan dengan sesuatu yang keras, bisa saja benda tumpul, namun lebih kuat dugaan diakibatkan oleh pukulan seorang ahli seni bela diri. Anda pasti pernah mendengar seberapa kuatnya pukulan seorang ahli seni bela diri, bahkan pukulannya bisa mematahkan batako."


Mendengar ini, Xiao Meilin yang awalnya terlihat jutek, menjadi tertarik. Dia sendiri sebenarnya telah lama berlatih seni bela diri, tentu saja mengenai ini bukan hal asing lagi baginya.


"Tentu saja, Dokter, aku sudah tahu soal itu. Bagaimana dia bisa mendapatkan pukulan dari seorang ahli bela diri?" dia bertanya.


"Nona Xiao, pemain sepak bola hanya akan bertanding dengan pemain sepak bola, begitupun pada kasus pasien ini, kemungkinan besar pasien ini telah berurusan dengan seorang kriminal di dunia bawah tanah yang memiliki keahlian dalam seni bela diri," terang dokter itu.


"Apakah.. Apakah anda ingin mengatakan bahwa dia ini orang perkumpulan bawah tanah Kota Nanping ini?" Xiao Meilin menjadi gugup.


Dia juga sudah tahu bagaimana sepak terjang anggota perkumpulan bawah tanah. Dia sudah mengetahui penyebab sebenarnya kematian salah seorang pimpinan perkumpulan bawah tanah di kota ini, Gao Li Liang, seminggu yang lalu, dia sendiri ikut hadir saat acara pemakaman Gao Li Liang.

__ADS_1


Bahkan dua hari yang lalu, Ketua Perkumpulan Bao, Hong Gan, bersama satu orang bawahannya juga tewas dikeroyok orang. Sepertinya perkumpulan bawah tanah di Kota Nanping sedang bergejolak.


"Siapa yang tahu apakah dia orang perkumpulan bawah tanah atau tidak, yang pastinya saat ini dia sedang tidak aman. Seperti yang anda ketahui, Nona Xiao, dua pekan terakhir berturut-turut telah meninggal dua dari tiga orang pimpinan bawah tanah di kota ini. Pertama Tuan Gao dari Perkumpulan Hei Laohu, lalu dua hari yang lalu juga terjadi pengeroyokan terhadap Tuan Hong dan seorang anggotanya dari Perkumpulan Bao. Bisa jadi pasien ini merupakan salah satu orang terdekat dari orang-orang berpengaruh di perkumpulan bawah tanah yang ingin dihabisi musuh," kata dokter memaparkan.


Mendengar perkataan dokter ini, seketika Xiao Meilin tersadar, pemuda yang telah dia selamatkan ini kemungkinan orang terdekat pemimpin Hei Laohu adanya. Kini barulah dia teringat mengapa dia merasa pernah melihat pemuda itu sebelumnya. Ternyata mereka pernah bertemu di pemakaman Gao Li Liang saat dia menghadiri upacara pemakaman. Seingatnya, kala itu di pemakaman Gao Li Liang, pemuda ini selalu berdekatan dengan putri mendiang Gao Li Liang. Namun dia tak dapat memastikan apakah pemuda ini merupakan anak Gao Li Liang ataukah pacar putrinya. Dia sendiri juga tak mengenal nama putri Gao Li Liang. Atau jangan-jangan saat pemuda itu mengigau tadi adalah menyebutkan nama putri Gao Li Liang itu?


"Dokter, apa yang harus aku lakukan? Jujur saja aku tak ingin terlibat dengan urusan orang-orang perkumpulan bawah tanah itu," Xiao Meilin bertanya dengan gugup.


"Nona Xiao, dengan menyelamatkan dia berarti anda telah berurusan dengan orang-orang perkumpulan bawah tanah, anda tidak dapat mengelak lagi," dokter berkata lagi.


"Hah? Anda jangan mencoba menakut-nakuti ku, Dokter," Xiao Meilin mencoba berkilah.


"Aku tidak sedang menakut-nakuti anda, Nona Xiao. Tapi begitulah faktanya. Yang aku khawatirkan adalah saat mereka mengetahui ternyata pasien ini masih hidup, mereka akan mendatangi rumah sakit ini dan melakukan pembunuhan di sini. Apabila itu terjadi, maka usaha anda kali ini hanya percuma dan ini tentu akan merepotkan kami, selain itu juga anda sendiri akan direpotkan kepolisian nantinya," dokter menerangkan lebih lanjut.


Xiao Meilin kembali menatap wajah Cia Yonggan lekat. Dia tentu saja tidak ingin berurusan dengan kepolisian untuk urusan yang bukan merupakan urusannya ini. Dia hanya tidak sengaja menemukan pemuda ini dan berniat menolongnya, dan apabila pemuda ini ditemukan kelompok bawah tanah, kemungkinan besar pemuda ini akan kembali menjadi sasaran orang-orang itu. Tentu dia sebagai orang yang membawa pasien ini kesini tak bisa lepas tangan begitu saja dan pasti akan ditanyai oleh kepolisian.


Maka dia membulatkan tekad menyelamatkan pemuda ini saja dari ancaman lawan-lawannya untuk sementara waktu.


Dia bertanya kepada dokter lagi. "Dokter, apakah anda punya ide bagaimana cara menyelamatkannya?"


Tanpa ragu dokter lantas menjawab. "Satu-satunya cara yaitu anda harus membawa pulang pasien ini dan melanjutkan perawatan di rumah. Apabila dibutuhkan, aku akan datang secara berkala untuk melihat perkembangan pasien. Orang-orang perkumpulan bawah tanah selama ini tak mau mengusik pengusaha di kota ini, maka menurut ku dia aman bersama anda, Nona Xiao. Kebetulan kami belum mendaftarkan pasien di bagian registrasi karena pasien tidak memiliki kartu identitas diri."


"Baiklah, begitu saja. Anda tolong bantu mengurus dia pulang ke rumah ku. Dan tolong sekalian bantu aku di bagian administrasi, biar aku bayarkan biayanya," kata Xiao Meilin.


Lalu Xiao Meilin berjalan meninggalkan ruangan.


Begitu Xiao Meilin pergi, dokter mengetikkan sebuah pesan dan mengirimkannya kepada seseorang.


"Tuan Mo, aku sudah menjalankan seperti yang kamu inginkan."

__ADS_1


__ADS_2