The Investor

The Investor
Bab 26 : Siapa yang Bersandiwara?


__ADS_3

Dengan masih menahan kesal, Gao Mei Gui menjawab. "Benar, Direktur Hao, aku masih di lereng Gunung Mangdang, seperti yang anda sarankan waktu itu, namun tidak dengan Cia Yonggan. Aku khawatir terjadi sesuatu pada dia. Bisakah anda membantu ku menemukan dia, Direktur Hao?"


"Apakah dia mengatakan sesuatu sebelum dia menghilang, Nona Gao?" suara Hao Zhao masih terdengar panik.


"Dia mengatakan akan membeli bibit kentang di Shangwa dan meminta ku untuk menunggunya disini, tapi sampai sekarang belum pulang. Kalau hanya ke Shangwa seharusnya tak selama ini. Direktur Hao, aku khawatir..." kata Gao Mei Gui.


"Kamu jangan terlalu khawatir, Nona Gao. Dia adalah orang ku, takkan ku biarkan sesuatu apa pun mengusiknya," tegas Hao Zhao. Kemudian dia bertanya, "Nona Gao, kendaraan apa yang dia gunakan untuk pergi ke Shangwa?"


"Oh ya, dia mengendarai mobil ku, Direktur Hao," jawab Gao Mei cepat.


"Kalau begitu kamu kirimkan gambar mobil serta nomor pelat mobil mu pada ku sekarang, biar ku telusuri," timpal Hao Zhao.


"Baik Direktur Hao, sekarang juga ku kirimkan," jawab Gao Mei Gui lagi.


"Baiklah, sampai disini dulu, Nona Gao. Kalau ada perkembangan, nanti akan aku kabari kembali," segera Hao Zhao mengakhiri panggilan itu.


Begitu panggilan terputus, Hao Zhao termenung sejenak. Shangwa adalah sebuah desa yang terletak di bagian utara Nanping ini. Daerah itu berbatasan langsung dengan perbukitan yang tak mungkin bisa dilewati oleh kendaraan umum. Di sekitar kawasan itu hanya ada lahan pertanian dan perkebunan warga setempat. Dengan artian, itu adalah daerah buntu.


Menurut pemikiran Hao Zhao, hanya ada dua kemungkinan keberadaan Cia Yonggan saat ini. Pertama, pemuda itu masih berada di Shangwa, entah ada suatu urusan. Kedua , dia bergerak ke selatan, yaitu ke Kota Nanping ini. Kalau kemungkinan kedua ini benar, maka akan memudahkan dia melacak mobil Gao Mei Gui.


Saat ini sebuah pesan gambar dari Gao Mei Gui baru saja masuk ke aplikasi Wechat Hao Zhao. Itu adalah gambar mobil Gao Mei Gui, lengkap dengan pelat nomornya. Dia langsung meneruskan pesan gambar tersebut ke sebuah nomor yang ada di dalam kontaknya.


Begitu pesan dibaca oleh si penerima, Hao Zhao langsung menelepon orang tersebut.


"Halo Kepala Huang," Hao Zhao menyapa orang di seberang.


Huang Po Yang dihubungi oleh Hao Zhao ini merupakan Kepala Kantor Manajemen Lalu Lintas Kota Nanping, yang mengetahui segala urusan hilir mudik arus lalu lintas di kota itu.


"Halo Direktur Hao, apa kabar anda?" Huang Po sedikit berbasa-basi, karena tak biasanya Hao Zhao ini menghubungi dia.


"Kepala Huang, aku membutuhkan bantuan mu untuk melacak keberadaan sebuah mobil," Hao Zhao langsung mengutarakan maksudnya.


"Aih, apakah anda menginginkan aku untuk memantau pelat nomor mobil yang barusan anda kirimkan tadi melalui pantauan CCTV jalan raya?" Huang Po dapat segera menebak maksud Hao Zhao ini.

__ADS_1


"Ya, aku ingin tau, apakah kemarin atau hari ini mobil itu pernah melintas di Kota Nanping," kata Hao Zhao lagi.


"Baik, anda tunggu beberapa waktu, nanti akan ku kabari kembali," Huang Po berkata menyanggupi.


"Kalau begitu aku tutup dulu, Kepala Huang," pungkas Hao Zhao.


Hao Zhao kembali termenung. Dia telah mengenal Cia Yonggan selama empat setengah tahun ini, namun hanya sekali dia pernah berbicara secara berhadapan langsung dengan pemuda itu, yaitu saat Cia Yonggan datang dengan pakaian kumal pada hari Asisten Jia Xiu memberikan mandat untuk memperhatikan kebutuhan Cia Yonggan.


Setelah pertemuan pertamanya dengan Cia Yonggan waktu itu, dia tak pernah bercengkerama lagi dengan pemuda itu. Siapa adanya dia, apa latar belakangnya, Hao Zhao sendiri tak terlalu ambil pusing. Dia hanya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Asisten Jia Xiu, untuk menjamin pekerjaan Cia Yonggan, termasuk mempermudah urusannya di universitas tempatnya kuliah dan mengurus tempat tinggalnya. Semua itu dia lakukan selama ini dari balik layar, tanpa diketahui oleh Cia Yonggan.


Cia Yonggan mendapat perhatian khusus dari seorang asisten kepercayaan Tuan Besar Shu di Beijing, tentu ada sebab musababnya. Bahkan Asisten Jia Xiu datang ke Nanping kala itu hanya untuk menemukan Cia Yonggan dan mengirimnya ke King Palace Hotel.


Sekarang kekasih Cia Yonggan memberitahukan pemuda itu lenyap begitu saja, tentu membuat dia menjadi galau, bagaimana dia akan menghadapi Asisten Jia Xiu kelak?


Dia tahu betul selama ini dari pantaunnya, pergaulan Cia Yonggan hanya berkisar antara kampus, tempat kerja, kemudian pulang dan sekali sebulan dia pasti menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamannya. Hanya sekali-sekali pemuda itu keluar rumah untuk pergi berjalan-jalan. Dia memiliki kesan baik terhadap Cia Yonggan ini.


Jadi tidak mungkin rasanya apabila Cia Yonggan berniat melarikan diri dari putri mendiang orang nomor satu Perkumpulan Hei Laohu itu. Dia mulai menduga, jangan-jangan ini ada hubungannya dengan orang-orang Perkumpulan Hei Laohu. Bukankah barusan saja Ou Julong juga menanyakan keberadaan Cia Yonggan kepadanya? Apakah Ou Julong itu sedang bersandiwara, seakan-akan ingin menanyakan keberadaan Cia Yonggan, tapi telah menjatuhkan tangan jahat kepadanya?


Memikirkan hal ini, Hao Zhao menjadi geram.


Segera dia menelepon Ou Julong.


Ou Julong yang masih berada di kebun belakang rumah Cia Yonggan bersama Gao Mei Gui itu sedikit terkejut saat mendapati Hao Zhao menghubungi dia balik. Direktur King Palace Hotel itu telah dengan sengaja mempermainkannya di depan Gao Mei Gui barusan, membuat malu saja!


"Halo, ada apa kamu menghubungi ku, Direktur Hao? Apakah kamu ingin segera membahas kelanjutan kerja sama antara kita? Bukankah ini terlalu cepat?" dia ingin melontarkan nada marah, tapi masih ditahan-tahan.


"Ou Julong, apa yang kamu katakan ini? Aku yang seharusnya mengajukan pertanyaan kepada mu. Dimana Cia Yonggan itu? Kamu jangan coba-coba bersandiwara dengan ku!" terdengar suara Hao Zhao menggeram marah.


Apa-apaan Hao Zhao ini, datang-datang langsung marah-marah padanya. Ou Julong pun menjadi emosi, bukankah barusan dia sendiri yang mengatakan tak mengenal Cia Yonggan?


"Direktur Hao, kamu jangan terlalu menekan ku seperti ini! Jelas-jelas kamu yang sedang bersandiwara dan ingin mengambinghitamkan saya!" Ou Julong juga tersulut emosi saat ini.


Hao Zhao terdiam sejenak. Dia tak menyangka seorang Ou Julong berani berkata lantang begini padanya. Maka dia kali ini memutuskan akan mengambil keputusan secara sepihak, memutuskan kerjasama antara pihaknya dengan Perkumpulan Hei Laohu itu.

__ADS_1


"Ou Julong, kamu mulai terdengar kurang ajar! Dengar, apabila kamu atau komplotan mu terbukti terlibat atas hilangnya Cia Yonggan, aku akan..."


"Paman Ou, Direktur Hao, kalian tenanglah dulu, jangan menurutkan emosi seperti ini. Apakah tidak bisa bicara baik-baik?" Gao Mei Gui tiba-tiba menyela pembicaraan kedua pria paruh baya itu.


Kedua orang itu menjadi terdiam. Momen itu dimanfaatkan oleh Gao Mei Gui merebut telepon seluler Ou Julong dan berbicara kepada Hao Zhao.


"Direktur Hao, ini Gao Mei Gui. Paman Ou saat ini sedang bersama ku di lereng Gunung Mangdang," Gao Mei Gui lupa bahwa tadi dia belum menjelaskan situasinya saat ini kepada Hao Zhao.


"Hmm?" Hao Zhao hanya bisa bergumam.


Dirinya heran, mengapa Ou Julong bisa menyusul Gao Mei Gui kesana? Apakah orang itu layak untuk dia percaya?


"Aku yang meminta Paman Ou untuk datang kemari. Selain dia, tak ada seorang pun yang bisa aku percayai, di samping itu Cia Yonggan juga tak asing dengan Paman Ou," terdengar lagi Gao Mei Gui menerangkan.


Hao Zhao mulai luluh. Dia sendiri sudah pernah mendengar dari Cia Yonggan bahwa pemuda itu tak pernah merasa diancam oleh Ou Julong. Selain itu dia telah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, di hari pemakaman Gao Li Liang kala itu, memang Ou Julong ini terlihat akrab dengan Cia Yonggan.


"Nona Gao, apakah kamu yakin dia bisa dipercaya? Mengingat organisasi perkumpulan bawah tanah saat ini sedang kacau balau, aku tak bisa mempercayai siapa pun," Hao Zhao masih terdengar sanksi.


"Percayalah, Direktur Hao, Paman Ou tak ada hubungannya dengan ini semua," Gao Mei Gui berusaha meyakinkan.


"Hmm.. Baiklah, kalau begitu aku yang telah salah sangka. Kamu tolong sampaikan permintaan maaf ku pada Ou Julong, Nona Gao," kata Hao Zhao menyesali.


Hao Zhao menyesali perbuatannya, tapi dia tak meminta maaf secara langsung kepada Ou Julong. Dia tentu saja ingin menjaga wibawanya sebagai seorang direktur.


"Tidak apa-apa, Direktur Hao. Tidak apa-apa. Hehehe.." Ou Julong menanggapi dengan senyum yang dipaksakan.


Hao Zhao sedikit malu, maka dia ingin buru-buru mematikan panggilan ini. "Baiklah, sampai disini dulu, Nona Gao. Aku akan segera mengabari mu begitu ada perkembangan."


"Tut.. Tuut.. Tuut.."


Panggilan itu langsung terputus.


Hao Zhao kembali melamun. Dia merasa telah berbuat kesalahan kali ini. Awalnya dia yang bersandiwara terhadap Ou Julong, tapi malah menuding Ou Julong yang bersandiwara padanya. Kalau dia tau bahwa sejak semula Ou Julong sedang bersama Gao Mei Gui, takkan dia akan bersandiwara.

__ADS_1


Benar-benar memalukan diri sendiri.


__ADS_2