The Investor

The Investor
Bab 43


__ADS_3

Kilauan sinar fajar berwarna kemerahan nampak memancar dari perbukitan di ufuk timur lereng Gunung Mangdang. Tunas-tunas baru bermekaran seperti berlomba untuk dapat mencapai ketinggian sesuatu yang memancarkan sinar kemilau itu.


Sesekali terlihat tetesan-tetesan air jatuh dari hijaunya daun-daun pepohonan, menambah kebasahan tanah di bawahnya. Bekas hujan semalam masih terasa. Udara lembab seolah enggan terusir akan kedatangan fajar dan berganti dengan udara hangat.


Oleh segenap makhluk di bumi, setiap fajar menyingsing berarti adalah gairah kehidupan yang baru, tak terkecuali bagi Cia Yonggan yang baru saja mendusin di atas ranjang kayu beralaskan kasur tipis.


Kini ada yang berbeda dari matanya. Dari yang awal terlihat biasa saja, sekarang kedua bola mata itu menjadi bening bagaikan mata bayi, begitu bening. Tiada lagi rasa sakit-sakitan seperti yang sebelumnya dia rasakan akibat tulang rusuknya yang patah. Bahkan cedera tulang rusuknya sudah hilang tiada membekas. Cia Yonggan baru telah terlahir kembali. Cia Yonggan yang sekarang adalah perpaduan antara naga dan dirinya sendiri. Ada kekuatan supranatural tersembunyi di dalam tubuhnya yang takkan mungkin dapat ditandingi oleh manusia biasa manapun di muka bumi ini.


Hakikatnya dia adalah makhluk paling beruntung se jagat raya karena telah terpilih menjadi orang yang dijadikan media reinkarnasi, tempat kelahiran kembali sang naga sejati ke permukaan bumi.


Dewasa ini sangat langka untuk menemukan sosok pemuda normal seumuran dia yang belum tercemar akan nafsu dunia. Dunia kini seperti dihuni oleh manusia-manusia yang menghambakan diri kepada nafsu syahwat. Semua orang muda seperti berlomba menyalurkan hasrat seksual semata, tak peduli akan waktu dan tempat. Norma budaya malu yang biasa dianut oleh orang timur di masa lalu, kini sudah menjadi barang langka.


Sang naga hanya memilih pemuda yang benar-benar suci lahir batin, bagaikan seorang bayi yang baru lahir. Dan itu hanya dapat ditemukan pada diri Cia Yonggan seorang. Sang naga sejati akhirnya dapat terlahir kembali setiap seribu tahun sekali, berkat Cia Yonggan, pemuda perjaka yang tidak terseret ke dalam pesta pora nafsu syahwat dunia.


Cia Yonggan belum menyadari perubahan pada dirinya. Satu-satunya yang dia sadari adalah dia tak lagi mengalami kesakitan saat bernafas. Dadanya sudah tak sakit lagi. Dia menekan-nekan bagian tulang rusuk kiri yang sebelumnya terasa sakit.


"Apakah ini mimpi?" dia membatin.


Dengan masih berbaring telentang, Cia Yonggan memalingkan kepala ke sebelah kanan. Dia melihat kepala seseorang perempuan dengan rambut terurai tengah berbaring berbantalkan kedua lengannya. Dia adalah Xiao Meilin.


Xiao Meilin sedang tidur pada kursi kayu di samping ranjang itu, sementara bagian tubuh atasnya berbaring menelungkup. Ubun-ubunnya terlihat sangat dekat dengan dada Cia Yonggan, sehingga pemuda itu tak dapat melihat siapa gerangan gadis itu.

__ADS_1


Dalam pikirannya itu tentu saja Gao Mei Gui, kekasih yang tak dia temui beberapa hari ini. Apalagi aroma rambut gadis itu seperti tak asing bagi penciumannya, itulah aroma shampoo yang biasa dipakai Gao Mei Gui. Serta pakaian yang dikenakan gadis itu saat ini adalah salah satu piyama yang dilihatnya pernah dikenakan oleh Gao Mei Gui pada suatu malam.


Dia tak seharusnya berbaring dengan nyaman di ranjang ini, sementara gadis yang dia cintai tertidur dengan posisi duduk begitu. Tentu saja dia menjadi tak enak hati. Bukankah biasanya gadisnya itu yang selalu tidur di ranjang ini?


Maka dengan terburu-buru dia turun dari ranjang dan ingin menggendong gadis itu untuk dia baringkan di atas ranjang. Namun baru saja dia berdiri, dia melihat ranjang yang baru saja dia tiduri itu basah dan sedikit berlumpur. Pakaian yang dia kenakan juga lembab serta penuh lumpur.


Barulah dia tersadar kembali, gadis yang sedang terlelap itu bukanlah Gao Mei Gui Gui, melainkan Xiao Meilin. Gadis yang semalam diguyur hujan bersamanya dan diseret oleh benda bercahaya terang ke belakang rumah, mengakibatkan tubuh mereka sama-sama bergelimang lumpur.


Sepertinya gadis itu sempat mandi untuk membersihkan tubuhnya dari lumpur. Dan Xiao Meilin juga mengenakan pakaian Gao Mei Gui, karena memang dia tak berbekal pakaian ganti saat mengantarnya kemarin.


"Aih," Cia Yonggan menjadi serba tak enak hati.


Gadis itu telah menyelamatkan nyawanya, malah dia telah dengan tak sengaja menyeret gadis itu untuk hujan-hujanan di malam hari. Entah bagaimana dia akan membalaskan budi gadis cantik ini di masa yang akan datang.


Selang beberapa waktu dia telah berganti pakaian bersih. Setelah mandi, tubuhnya lebih segar, langkahnya juga terasa ringan.


Sejak di kamar mandi tadi dia telah memiliki keinginan untuk cepat-cepat pergi dari sini dan menyusul Gao Mei Gui ke rumah Ou Julong atau ke apartemen gadis itu. Hatinya tak tentram sebelum memastikan kalau gadis yang dicintainya sedang baik-baik saja.


Sambil menunggu Xiao Meilin bangun, dia memasak sarapan untuk dirinya dan Xiao Meilin. Bahan-bahan makanan yang dibawakan Ou Julong kemarin cukup banyak, sehingga Cia Yonggan dapat memasak beragam hidangan pagi ini.


Tadi dia sudah melihat ke halaman rumah, mobil Xiao Meilin terparkir di depan, namun dia tak melihat dua orang bawahan Xiao Meilin. Dan penerangan juga sudah normal kembali. Sepertinya kedua pria itu telah berhasil menyelesaikan tugasnya memanggil orang untuk menyingkirkan pohon tumbang kemarin malam.

__ADS_1


"Mungkin saja mereka pulang terlebih dahulu," pikir Cia Yonggan.


Aroma sedap masakan Cia Yonggan membuat Xiao Meilin jadi terbangun. Hal pertama yang dilakukan gadis itu adalah menoleh ke atas kepalanya namun dia tak menemukan sosok Cia Yonggan berbaring disana. Sebaliknya dia mencium aroma sedap masakan yang menggugah selera.


"Pasti dia yang memasak," Xiao Meilin menduga.


Dengan malas-malasan Xiao Meilin bangkit dan berjalan ke arah dapur. Dia dapat melihat sosok Cia Yonggan berdiri dengan tegap, sesekali tangannya nampak mengaduk-aduk masakan di kuali. Tak terlihat seperti orang yang baru saja mengalami patah tulang.


"Ternyata benar yang dikatakan biksu itu, dia sudah sembuh total" Xiao Meilin berkata lirih.


Semalam, setelah dia dan biksu itu membaringkan tubuh Cia Yonggan di ranjang, orang tua itu tak henti-hentinya mengurut titik-titik syaraf di tubuh Cia Yonggan. Biksu itu juga menuturkan, Cia Yonggan telah sembuh sepenuhnya dari cedera. Dan Cia Yonggan yang akan dia lihat keesokan hari adalah seorang Cia Yonggan yang berbeda, orang yang takkan mungkin dapat ditentang oleh siapapun. Dia adalah seorang naga sejati.


Namun sayang, paderi tua itu tak menyebutkan namanya, biksu itu hanya menceritakan asal-usulnya dari Gunung Kunlun, terletak sangat jauh dari Gunung Mangdang ini. Sengaja datang ke lereng Gunung Mangdang ini hanya untuk memandu Cia Yonggan meleburkan kekuatan mustika naga. Sebab dirinya khawatir, apabila pemuda itu tak mampu mengendalikan kekuatan itu, maka akan berakibat kepada kegilaan bagi orang yang menerima kekuatan itu.


Dia telah mengetahui akan peristiwa kelahiran kembali sang naga sejati ke permukaan bumi sejak lebih dari lima tahun yang lalu dari hasil semedinya, ketika naga itu muncul ke permukaan bumi dan menghanguskan lahan pertanian ayah Cia Yonggan membakar kedua orang tuanya kala itu. Dia telah menyelidiki dengan seksama, siapa gerangan orang beruntung yang telah dipilih oleh sang naga untuk terlahir kembali.


Selama penyelidikannya, dia dibantu secara materi oleh Tuan Besar keluarga Shu di Beijing, yang menurunkan tim investigasi ke lereng Gunung Mangdang ini. Dan didapatkan hasil bahwa pemuda beruntung itu adalah dia yang saat itu terlunta-lunta hidup di Kota Nanping karena tidak memiliki sanak famili. Itulah Cia Yonggan, yang sebelumnya sempat putus harapan melanjutkan pendidikannya dan hidup berkat bergaul dengan begundal-begundal perkumpulan bawah tanah.


Begitu Cia Yonggan ditemukan, sang biksu memutuskan untuk pindah kemari, menunggu hari dimana naga itu kembali memunculkan diri akibat dipicu kekuatan mustika naga. Cahaya terang benderang yang dilihat oleh Xiao Meilin semalam hanyalah secuil dari kekuatan asli mustika naga yang telah bersarang di tubuh Cia Yonggan.


Xiao Meilin bergidik sendiri membayangkan bagaimana seandainya naga itu tak berhasil melebur ke dalam diri Cia Yonggan kala itu, tentu dirinya akan mati bersama pemuda ini.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, Nona Xiao, dia adalah orang terpilih. Aku sarankan kamu untuk menjaga hubungan baik dengan dia, sebab itu akan mempermudah mu di masa akan datang. Dan kamu tak harus menceritakan peristiwa ini kepada orang lain. Cukup hanya kita saja yang tahu" kata biksu itu sebelum dia pergi meninggalkan kediaman Cia Yonggan dan menghilang ke dalam pekat malam.


__ADS_2