The Repeater

The Repeater
28. Allan, Jhon VS Jack si pemenggal kepala


__ADS_3

Jack si pemenggal kepala dia adalah buronan kelas atas bagi semua kerajaan. Kejahatan yang dia lakukan adalah memenggal kepala semua orang yang dia temui dan menjadikan kepala itu untuk koleksi di kamarnya. Dia tak senggang memenggal kepala siapapun itu, mau itu anak kecil atau perempuan.


Kejahatannya akan dilakukan di malam hari. Dia menggunakan dua sabit putih dan menutup mata menggunakan kain hitam. Bagi siapapun yang melihat sosok itu dipastikan akan menjadi korban berikutnya.


Jack seharusnya sudah ditangkap beberapa tahun yang lalu, namun sepertinya Edward telah melakukan beberapa trik licik agar iblis ini bisa keluar.


"Hati-hati Jhon! Dia adalah Jack si pemenggal kepala."


"Ya, aku tahu Allan. Sepertinya pertarungan akan menjadi sedikit menarik."


Kedua pria itu tersenyum dan menerjang untuk menyerang. Mereka mengayunkan pedang secara bersamaan. Allan mengayunkan pedang ke arah pundak kiri Jack, sedangkan Jhon sebaliknya dia mengayunkan pedang ke pundak kanan Jack.


Namun kedua serangan itu ditahan dengan sangat mudah seperti tidak ada apa-apanya bagi Jack. Lelaki dengan penutup mata ini menghentikan dengan menggunakan dua sabit. Dia menghentikan serangan Allan dengan satu tangan kiri begitu juga dengan Jhon dia menghentikan menggunakan tangan kanan.


Jack mengeluarkan senyuman penuh aura membunuh. Bulu kuduk Allan maupun Jhon berdiri mereka memutuskan untuk melompat kebelakang karena merasakan aura yang mengerikan.


Air keringat bercucuran. Hawa membunuh dari Jack membuat dua orang ini merasa ngeri dan bergetar ketakutan. Perasaan ini bagaikan ratusan jarum sedang menusuk tubuh mereka. Namun dua orang itu tak gentar. Ia menelan ludah kasar. Berteriak bersama kemudian kembali menerjang.


Pedang tajam yang digenggaman erat oleh Jhon ditebaskan ke arah Jack. Namun dihindari dengan lompatan kecil ke belakang. Allan menyerang Jack dari belakang. Serangan Jhon sebelumnya hanya tipuan serangan asli adalah milik Allan. Jack tersenyum sejenak. Dia memegang ujung pedang dan menggunakanya sebagai batu loncatan. Bagaikan kucing dia bergerak dengan lincah dan luntur.


Saat ini Jack masih di udara. Senyuman terlukis di wajahnya. Dia terjatuh dan menebaskan dua sabit itu ke leher Allan. Allan melompat mundur namun pipinya tersayat oleh sabit itu.


Jack menjilati sabit itu seolah itu adalah hal yang normal. "Bagus! Kalian berdua cukup bagus. Kalian pasti akan menjadi koleksi terbaik."


Jack berlari kencang dia sekali lagi mengayunkan sabit ke arah Allan. Kali ini Allan tak bisa menghindar karena terkejut. Saat sabit itu hendak sampai ke leher. Jhon dengan cepat melemparkan pedang ke arah Jack membuat dia berhenti dan berlari mundur.


"Kau tak apa-apa kan Allan?" Jhon berlari ke arah Allan dan mengambil pedang yang dia lempar.


"Tapi dia benar-benar seperti monster. Pergerakannya, tubuhnya yang lentur. Dia bagaikan kucing susah ditangkap."


"Yah, mau bagaimana lagi Jhon. Dia adalah bawahan terkuat milik Edward."


"Hah? Bawahan terkuat!?"


"Ya, dia adalah top 1 Jack si pemenggal kepala, atau kode nomer 1. Tugasnya ada menjadi eksekutor utama bagi musuh yang menganggu Edward. Tentu saja kekuatannya tak bisa dianggap remeh."


"Heh, kamu tahu banyak ya." Jack menyeringai. Dia kembali berlari dengan cepat. Kali ini targetnya adalah Jhon.

__ADS_1


Jhon tak dapat merespon. Tidak bahkan dia tak tahu apa yang terjadi. Saking cepatnya dia tak sadar bahwa Jack sudah didepannya.


Jack sekali lagi menyeringai dia mengayunkan sabit ke leher Jhon. Jhon tak bisa menghindar, namun dia punya ide bagus. Jhon melapisi bagian lehernya dengan anging kencang dan satu sabit Jack patah karena terkena hembus angin kuat di leher Jhon.


"Heh, lumayan." Ia tampak terkejut dan berlari mundur sekali lagi. Memikirkan strategi yang bagus. Dia tak lupa sekali lagi menjilati sabit satunya.


Nafas Jhon menjadi makin kacau, dia sempat berpikir bahwa dia akan mati. Menyadari temannya ketakutan Allan menepuk bahu Jhon. Namun Jhon masih bertarung dengan pikirannya saat ini, di situasi penuh ambang kematian ini dia mengingat masa lalu sebelum bertemu Allan.


_________________


Sama seperti yang lain dulunya Jhon adalah korban kebakaran, namun dia tak kehilangan kedua orang tuanya dikebakaran. Karena memang orang tuanya telah terbunuh oleh seseorang.


Orang tua Jhon terbunuh karena mereka berusaha untuk merubah sistem budak, tapi bukan di kota OZ karena kota OZ dulunya adalah kota yang tentram. Orang tua Jhon melakukan pemberontakan sistem budak disuatu kerajaan.


Para bangsawan yang tak Terima tentu saja membunuh dan mengeksekusi keduanya, Jhon yang kecil saat itu tak tahu bahwa orang tuanya telah mati.


Dia hanya tahu bahwa kedua orang tua itu pergi berpetualang dan pasti akan kembali. Jhon terus menunggu dan terus menunggu, namun orang tuanya tak kunjung datang.


Hingga suatu hari terjadi kebakaran. Ya, itu adalah kebakaran yang disebabkan oleh Edward. Setelah itu Jhon pergi dari kota OZ sendirian.


Dihari itu dia menganggap bahwa semua orang disana telah mati. Beberapa tahun terlewat saat itu Jhon bekerja sebagai tukang pemain bir di suatu kota.


Sama seperti Jhon Allan sempat berpikir bahwa semua orang telah mati dan tak mengira bahwa ada orang yang masih hidup, jadi Allan mengatakan hal yang gila.


Dia berkata seperti ini. "Sekarang kota yang dulu kita tinggali telah berubah pesat. Kota itu sekarang bernama OZ. Kota yang memperjualbelikan budak. Dan budak itu kebanyakan adalah warga Warmate, atau bisa dibilang mantan warga OZ."


"Hah. Yang benar?! aku tak menyangka.. Lalu kenapa itu bisa terjadi?!"


"Edward dia adalah pelaku dari segalanya. Dia membakar kota kita demi bisnisnya. Dia menjual para orang yang berhasil hidup dan menjadikannya budak."


"Sial! Sungguh tercela!"


"Kau benar.. Jadi Jhon maukah kamu dan aku pergi berpetualang?"


"??"


"Kita akan mencari warga yang selamat dan membentuk organisasi bernama Revolusioner, yah. Aku cuma meniru para Eraser sih.."

__ADS_1


"Jadi apa gunanya organisasi itu? Allan?"


"Kita ambil kembali kota milik kita setelah itu mari kembali hidup enak."


Jhon terkejut, dia tersenyum dan setuju akan ide Allan. Sebenarnya dia tak mau memberontak dan berpikir bahwa itu hal yang bodoh.


Karena kedua orang tuanya mati dengan alasan memberontak, namun dia tak peduli dan setuju akan idenya. Disinilah organisasi itu terbangun.


___________


"Jhon! Jhon! Kau dengar?!"


Jhon menghilangkan lamunannya. "Ada apa?"


"Huh.. Tenanglah Jhon, aku punya ide berlian. Ayo gunakan jurus gabungan."


"Hah?... Yah, mungkin itu akan berfungsi.


'Itu benar kami ada untuk mengubah kota ini. Jika kita menyerah semua akan percuma.'


Jhon kembali tenang kali ini mereka merapalkan mantra dan merentangkan tangan kedepan.


...[ Wind magic : Wind strom]...


Jhon menciptakan Sebuah tornado angin besar yang berputar kuat. Tornado itu bergerak ke arah Jack.


...[ Fire magic : flame burst]...


Allan menyemburkan api besar lewat tangannya. Api itu bergerak sangat cepat dan mengenai tornado angin itu.


Sekarang Api dan angin telah menyatu. Menciptakan tornado sangat besar yang dilapisi oleh api. Dengan begini Jack tak akan mungkin bisa menang.


Jack menyeringai entah apa yang ada dipikirkannya saat ini, tapi tak ada ekpresi takut satu pun. Dia terlihat menerima sihir itu dengan senang hati bahkan tanpa penolakan sama sekali.


"Indah sekali! Hahahaha."


* Bom

__ADS_1


Jack tergeletak lemas, semua badan maupun pakaiannya terlihat gosong. Dia pingsan.Sedangkan Jhon dan Allan mengatur nafas karena lelah. Mereka tersenyum puas dan saling tos.


__ADS_2