The Repeater

The Repeater
56. Sihir yang spesial


__ADS_3

Semburan api sangat kuat menuju Leon. Namun seakan itu adalah hal biasa dia hanya menatap dengan tenang dan tanpa ketakutan.


Kedua tangannya dia rentangkan ke depan seolah, sebuah cahaya biru berkumpul sedikit demi sedikit, kecil menjadi besar dan besar menjadi kecil.


Terus berulang seperti kembang api dan ketika api itu mengenai Leonardo. Api itu dengan sangat cepat membeku.


cring


Api besar itu membeku sedikit demi sedikit dan kini telah menjadi gumpalan es.


Semua orang menatap terkejut termasuk Laxus yang mengeluarkan api itu, dia sangat tidak percaya apinya membeku.


Dan juga sekuat apapun es, tidak mungkin bisa membekukan api. Itulah elemen es tidak mungkin bisa menang dengan api.


Tapi Leo mengabaikan prinsip dasar itu dan bisa membekukan api tentu saja semua orang terkejut.


"Api membeku?"


"Apa hal itu mungkin? Dan juga ini apinya Laxus loh, tidak mungkin bisa membeku."


Bisikan para penonton kurang lebih seperti itu.


"Bagaimana bisa si lemah ini membekukan api?"


Leonardo tak menjawab dan diam saja, sedangkan sang kepala sekolah morgan menatap Leonardo dengan pandangan serius seolah ini adalah hal yang luar biasa.


'Teknik ini adalah sesuatu yang luar biasa, dari mana bocah itu belajar ini?'


Di sisi lain, Lily tampak terkejut dan kagum. 'Bagaimana dia bisa membekukan api amarah milik Laxus?' Itulah yang ada dipikirkannya sekarang.


Seolah paham akan pikiran sang gadis, Razor yang berada di sana membuka mulut.


"Itu adalah sihir spesial milik Leonardo. Sihir yang menyegel sihir itulah Magic teknik Revision."


"Sihir yang menyegel sihir?"


"Ya, seperti itulah api milik Laxus bukan membeku, namun tersegel. Sebenarnya ada kemampuan lain selain menyegel, yaitu membalikkan fakta sihir."


"Apa maksudnya?"

__ADS_1


"Dia bisa mengubah struktur sihir. Dia bisa merubah kondisi minus ke plus, bahasa gampangnya Leo bisa mengubah api menjadi es, mengubah cahaya menjadi kegelapan dan seterusnya. Kemampuan untuk mengubah struktur sihir, itulah kemampuan sihir dari magic teknik revision."


**


Sang kepala sekolah mengelus jangut panjangnya dia telah mengetahui kemampuan itu dan tampak sangat tertarik.


'Benar-benar kemampuan yang luar biasa, tapi kemampuan untuk mengubah struktur sihir sama saja dengan mengubah fakta dunia ini. Dari mana dia mempelajari kemampuan itu? Sihir itu seolah-olah tidak berada di dunia ini, ya. Ini seperti sihir dari dunia lain yang bahkan tidak mungkin bisa dijangkau oleh orang.. Leo, sebenarnya kamu siapa?'


Itulah yang dipikirkan sang kepala sekolah saat ini di bingung serta kagum diwaktu yang sama.


**


"Bagaimana bisa ini terjadi?"


"Aku tidak punya kewajiban untuk menjelaskan." sahut Leo dengan dingin. Ucapan es mengitari dia.


"Cih dasar sombong sampah!"


Laxus tampak emosi dia sekali lagi mengeluarkan api dengan sekala sangat besar, bahkan bisa saja hingga setengah lapangan.


Tapi api itu sekali lagi membeku karena kemampuan dari Leonardo.


"Berisik! Berisik! Orang sepertimu tidak akan bisa melakukan apapun!"


Dia terus menembakan api dari pistolnya dengan sangat brutal. Tanah menjadi hancur karena terkena api itu, tapi semua dihindari dengan sangat mudah oleh Leonardo.


'Sial dia sangat gesit. tapi bagaimana dengan ini'


Laxus menyeringai. Dia menembakan pistol ke bawah dan terbang ke atas langit.


"Hahaha bagaimana sampah! Kamu tidak akan bisa mengapai di atas langit ini.. di sini aku bisa menembakan api sesuka aku, kamu kalah Leonardo."


Laxus hendak menembakan api lagi menggunakan pistol, tapi reaksi dari Leonardo membuat dia terkejut serta tidak habis pikir. Dia terlihat sangat tenang.


"Apa kamu yakin?"


Dia menyeringai. Bongkahan es perlahan membentuk sayap di pundak Leonardo, dia membuat dua sayap menggunakan sihir es.


"Kemampuan membentuk itulah ciri khusus es, apakah kamu lupa hal dasar, tuan besar?" Leo mengejek dan Laxus tampak emosi.

__ADS_1


Leo melesat menyerang Laxus yang berada di udara. Mereka berdua bertarung dengan luar biasa hebat di udara.


Terus bergerak cepat, dan saling beradu kekuatan. Para penonton melonga, sangat kagum dengan apa yang terjadi. Tidak ada satupun kedipan mata.


'Gerakan dia makin cepat, tidak atau justru dari awal Leo tidak serius?' pikir Laxus yang terbang menjauh menggunakan tekanan dari pistol.


Swosh


Leo mengejar Laxus menggunakan sayap es dengan sangat cepat. Dia berada di depan Laxus dan memberikan satu pukulan keras hingga dia mental dan terjatuh.


Leo turun dari langit, melenyapkan sihir sayap esnya dan menatap Laxus yang terkapar.


"Cukup sampai di sini Laxus."


Dengan tenang dan dingin, dia menodongkan pedang es ke arah leher Laxus. Mengancamnya, namun Laxus belum menyerah.


Brak


Dia sekali lagi terbang menggunakan pistolnya. Dia tampak sangat murka.


Mengumpulkan semua energi sihir di satu titik dan membuat bola api sangat panas dan besar.


"Rasakan ini Leonardo!"


Leo terdiam menatap nola api yang sangat besar datang santai seolah ini adalah hal paling biasa saja.


Dia memasang kuda-kuda dan melakukan sihir esnya.


[ Magic Revision : Versi Ice Zero]


Brak


Leonardo mengayunkan pedangnya menciptakan es besar yang bergerak cepat ke arah musuh untuk membekukan targetnya. Dan hanya beberapa detik semua yang berada di sana baik itu Laxus maupun bola apinya membeku.


25 m dari tempat ini telah menjadi es. Bahkan tinggi es itu mencapai sekitar 10 meter. Dari es itu dapat dilihat jelas, Laxus dan bola apinya yang membeku.


Pertarungan ini sudah jelas dimenangkan oleh Leonardo.


Dia menghela napas dan berbalik kembali ke panggung dengan santai, karena pertandingan telah berakhir.

__ADS_1


__ADS_2