The Repeater

The Repeater
50. River Baskervile


__ADS_3

River Baskervile. seorang putra dari raja Samuel Baskervile- raja dari kerajaan bernama Alvarez. Kerajaan yang memuja dewa takdir, tapi kerajaan itu lenyap begitu saja tanpa tersisa, pelenyapan ini masih tak diketahu apa alasannya, tapi biang kerok dari semua ini adalah para oganisasi bernama yang didirikan sendiri di kerajaan Alvarez, yaitu Vindice.


Tak ada yang tahu kenapa Vindice malakukan tindakan kudeta hingga melenyapkan kerajaan mereka sendir, tapi ada rumor yang mengatakan bahwa Vindice menghancurkan kerajaan Alvarez karena mereka sudah melangar peraturan dewa takdir, jadi Vindice yang sok suci memutuskan menghancurkan kerajaan tanpa tersisa.


Dan Baskervile adalah keluarga bangsawa ternama di sana, mereka semua sudah mati bersama dengan kerajaan Alvarez, tapi ada dua anggota keluarga yang seharusnya hidup. Yang satunya bernama River Baskervile, dan yang kedua adalah anak perempuan yang masih bayi. 


Bayi itu memiliki rambut orange, tapi sayangnya saat pemusnahan kerajaan, sang putri yang masih bayi di bawa oleh seseorang, River pernah berusaha untuk menyelamatkan adik perempuan yang masih bayi.


Tapi dia tak bisa melawan seseorang yang menculik adik itu, dan orang yang dimaksud adalah laxus. River tak bisa menyelamatkan keluarganya dan kerajaan. Meresa gagal menjadi bangsawan, dia menghapus nama Baskervile dan pergi dari kerajaan.


Dia berkelana ke sana ke sini untuk mencari informasi tentang adik kecil yang diculik itu, tapi tak pernah berhasil. Setelah tiga tahun berlalu semenjak kehancuran Alvarez, River menemukan fakta bahwa adiknya telah terjual dan menjadi budak.


Sebagai kakak tentu saja River murka, dia sangat membenci Vindece, Laxus, dan tentu saja Edward sang penjual budak. Dia mengutuk semua kebencian di dalam hatinya dan bertekad untuk membalas dendam, dia melatih diri dengan ekstrim dan masuk ke akademi Magnostadt untuk menjadi lebih kuat.


Dengan harapan bisa membunuh semua anggota Vindece yang telah berkhianat dan membalaskan dendam ke Laxus orang yang menculik adiknya dan tentu saja menyelamatkan sang adik berambut orange itu, tapi fakta menyedihkan sang adik telah lama tewas bahkan sang adik tak tahu jika dia punya kakak, karena semenjak bayi dia telah di jual.


River Baskervile, kemungkinan besar adalah kakak dari Monika. Tapi si River tentu tak tahu bahwa sang adik telah mati dengan mengenaskan, tapi Leo dan yang lainnya tahu fakta itu, mereka saat ini merasa sangat bersalah, rasa kehilangan kembali lagi menusuk hati mereka.


Yang bisa mereka lakukan hanya menatap ke arah River yang sedang bertarung dengan sengit melawan Laxus. Kedua orang itu saling baradu sihir, River mengeluarkan banyak golem untuk melawan Laxus. Dan Laxus mengeluarkan semburan api yang sangat kuat hingga semua golem yang muncul mati semua.


Itu terus berulang jika dilihat mungkin yang lebih unggul adalah Laxus, sihir apinya tak terlalu mengeluarkan mana banyak, sedangkan River satu golem saja bisa menghabiskan banyak mana, tinggal menunggu waktu untuk dia kehabisan mana dan terkepar.


“hah, hah..” Napas River makin berantakan tanda bahwa, dia sudah mencampai batas sihirnya.


Sedangkan Laxus, dia tampak masih sehat dan bertenaga bahkan dia masih bisa tersenyum lebar. Dari situasi siapapun akan tahu bahwa Laxus akan memenangkan pertandingan.


“Hahaha, sepertinya manamu telah habis. Ini adalah kemenangan miliku.”

__ADS_1


Sambil tertawa penuh ejekan Laxus berakata demikian, dia telah menganggap bahwa kemenangan berada di tangannya.


“Jangan bercandan! Pertandingan baru saja dimulai..”


Tak mau menerima fakta kekalahan, River masih memasang wajah emosi dan mengelap keringat di wajahnya.


“....He, apa kamu yakin..”


Swosh


Brak


Laxus melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan api yang mendorongnya ke depan, dia sangat cepat dan langsung memukul pipi River dengan tangan yang telah dilapisi oleh api.


River menahan dengan mengorbankan golem di depannya, tapi golem itu langsung hancur dan pukulan itu melayang ke arah River membuat dia terhempas hingga menabrak dinding.


“Apakah pertandingan ini akan berakhir?” Lanjut sang juri.


“Bagaimana ini, Leo. River bahaya lo, apa kamu tak mau melakukan sesuatu?” tanya Lily, tampak khawatir.


“Tidak, pertandingan ini belum berakhir, lihatlah mata itu Lily. Mata River belum pudar.”


River kembali berdiri, walaupun dia hampir pingsan namun dia melakukan semua yang bisa dia lakukan, agar bisa bertemu adiknya lagi. Agar bisa membalaskan dendamnya terhadap Vindice dan Laxus, dia sangat bertarung dengan sekuat tenaga.


Tak menyerah sama sekali, dia terus menciptakan golem satu lagi, tapi kali ini adalah sosk yang sangat besar lebih besar dari biasanya. Golem itu sangat besar bahkan dapat memenuhi stadiun bertarungan.


“Serang dia Golem!” River mengeluarkan semua tenaganya dalam satu teriakan dan golem itu.

__ADS_1


Golem besar yang hampi memenuhi stadiun adalah harapan terakhir River Baskervile. Jika golem ini hancur maka harapan sama saja dengan hilang.


“Ugraa..”


Golem itu berteriak dan menerjang Laxus yang telah babak belur, mukanya telah kotor karena pertandingan, namun Laxus masih terlihat tenang. Dia malah tersenyum ketika Golem mendekatinya.


Dia memegang sebilah pistol yang di simpan di sakunya dan menodongkan pistol ke arah golem yang mendekat,


Golem itu makin mendekat dan hampi memeukul Laxus, tapi sebelum berhasil mengenai Laxus telah memegang pelatuk pistolnya hingga membuat Ledakan api yang sangat besar.


Bra


Bra


Api sangat besar keluar dari pistol Laxus dan dengan cepat golem itu hancur tanpa tersisa.


River menatap terkejut, usaha terakhirnya kini sia-sia. Dia telah beraltih dengan sangat lama, namun sangat percuma, dia tak bisa mengalahkan Laxus, tak bisa melacak keberadaan Vindece. Bahkan adiknya entah pergi kemana.


Mata River semakin menutup, napasnya melemah, dia sedikit demi sedikit terjatuh di tanah tergeletak lemah, matanya telah tertutup dengan rapat. tanda bahwa river telah pingsan.


“Wooo..”


“Pemenang babak pertama adalah Laxus dari kelas A.” Sang juri berkata demi kian.


Para siswa terlihat kagum dan tak heran. Pada akhirnya River hanya kelas F wajar saja dia kalah, itulah yang ada dipikiranya. Namun bagi teman river itu tak berlaku. Baik itu Leo, Bryan, dan lainnya menatap sedih ke arah River yang tergeletak.


Leo juga menatap dingin ke arah Laxus, dia menyadari bahwa Laxus punya hubungan dengan edward, dan organisasi bernama Vindece. Leo semakin merasa ingatanya akan segera kembali, tapi di sisi lain dia juga merasa takut akan ingatan yang dia miliki, seolah ingatan itu adalah hal yang lebih baik dilupakan saja.

__ADS_1


Namun dia takkan peduli, dia merasa jika ingatan itu tak kembali sesuatu akan menjadi sangat buruk. Dia merasa bahwa semua orang bisa mati, jadi dia harus ingat segalanya agar bisa menyelamatkan segalanya. Karena dia merasa bahwa Jika tak ingat maka semua bisa mati.


__ADS_2