Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Aurat VS Sarung!


__ADS_3

Iya sudah, jangan nangis lagi! Sekarang kita ke Mall untuk beli ponsel baru. Sekalian benerin ponsel kamu ini … semoga aja masih bisa atau setidaknya data-data penting masih bisa di selamatkan!" 


Reza berucap lembut dengan ekspresi dingin nya. Pria tampan itu menepuk punggung Hanna lembut.


Hanna menganggukkan kepalanya semangat. Wanita itu tak bisa menampik rasa bahagianya karena untuk pertama kalinya Reza mengajaknya jalan-jalan ke Mall.


Walaupun hanya sekedar membeli ponsel baru. Biasanya hanya untuk membeli kebutuhan bulanan saja Hanna melakukannya sendiri tanpa di temani oleh Reza.


"Sekalian kita makan siang di luar boleh 'kan, Mas? Mumpung kamu juga lagi libur!" ajak Hanna penuh harap membuat Reza tak kuasa menolaknya.


"Iya, sekarang ayo kita ganti baju dulu!" 


Hanna segera menuju ruang ganti lalu memilih baju gamis terbaiknya. Hati Hanna sedang dalam keadaan bahagia.


"Aku ganti di kamar mandi ya, Mas!"


Hanna segera berlari masuk ke dalam kamar mandi. Saat ini dia sedang tak marah, hingga merasa malu bila menunjukkan lekukan tubuhnya di hadapan Reza.


Setelah selesai Hanna segera keluar, wanita cantik itu melihat Reza memakai kemeja berwarna putih di padukan dengan celana pendek di atas lutut.


"Mas, kamu serius mau keluar pakai celana pendek?" tanya Hanna menatap lekat wajah tampan Reza.


"Serius, lututku lecet jadi gak bisa pakai celana panjang. Lagian aku juga sudah biasa pakai celana pendek kalau mau ke mana-mana!" ujar Reza santai membuat Hanna yang baru saja selesai memakai hijab syar'i nya menghela nafas berat.


"Kenapa gak pakai sarung aja, Mas? Dosa loh kalau pakai celana pendek."


Hanna tak rela bila suaminya keluar memakai celana pendek. Meski sebenarnya Hanna sangat suka melihat gaya Reza seperti itu.


"Kenapa dosa, Hanna? Yang dosa itu aku telanjang terus jalan di Monas!" balas Reza sedikit kesal karena Hanna mengatur cara berpakaian nya.


"Eh … siapa bilang kalau telanjang di Monas dosa? Gak bakalan dosa, Mas."


"Loh, kok kamu jadi sesat, Hanna? Aku telanjang di Monas ya jelas dosa."

__ADS_1


Reza menggelengkan kepalanya tak percaya istri Solehah nya tiba-tiba menjadi istri sholehot.


Mana ada telanjang di Monas tidak dosa. Aliran mana yang Hanna pelajari?


"Ih-ih … kok aku yang sesat? Kamu aja yang gak tau hukumnya, Mas. Kamu gak bakal dosa kalau telanjang di Monas kalau kamu GILA!! Yang dosa itu kalau kamu waras tapi masih tetap telanjang di Monas!" elak Hanna membuat wajah Reza merah padam.


Pria tampan itu merasa malu sekaligus kesal pada istrinya. Mana mungkin ada orang gila setampan dirinya.


"Ngaco kamu kalau ngomong. Mana ada laki-laki tampan dan gagah seperti aku gila!" ketus Reza tak terima.


"Ya Allah, Mas. Kita hidup di akhir zaman, jangankan orang tampan gila! Orang tampan jadi bencong aja banyak."


"Udah ah … jangan debat lagi! Aku gak mau kamu keluar pakai celana pendek. Alasannya ada dua, yang pertama aurat laki-laki itu dari pusar sampai bawah lutut, kamu pakai celana pendek di atas lutut berarti berdosa."


"Yang kedua karena aku cemburu kalau suami aku di lirik wanita ganjen di luar sana!"


Hanna berkata ceplas-ceplos tanpa sadar mengakui perasaannya.


Reza yang awalnya ingin marah mendadak luntur marahnya berganti rasa hangat yang tak bisa di jabarkan dengan kata-kata dalam hatinya, karena mendengar Hanna cemburu.


"Ekhem … kamu cemburu?" tanya Reza kaku dengan ekspresi dinginnya.


"E-enggak … kamu ganti celananya, aku tunggu di luar!" 


Hanna ingin berlari keluar kamar, namun, Reza langsung mencekal tangannya.


"Tolong pakaikan aku sarung! Soalnya aku gak bisa," pinta Reza membuat Hanna melongo.


*


*


*

__ADS_1


"Pilih yang mana kamu suka, Han!" titah Reza pada Hanna yang cemberut.


Wanita itu merasa kesal karena sangat banyak pengunjung wanita dan pegawai wanita yang menatap kagum penuh damba Reza.


Dia menyesal karena telah menyetujui Reza pergi ke Mall. 


Lihatlah bagaimana merona pipi pegawai wanita yang melayani mereka.


"Anda mau ponsel yang mana, Tuan? Di tempat kami memiliki ponsel keluaran terbaru, ada merek iPh*ne, S*msung dan masih banyak lagi!" jelas pegawai toko wanita dengan suara yang di buat-buat mendayu.


Ah … rasanya telinga Hanna panas mendengar nya. Dia merupakan seorang wanita dan pastinya paham betul maksud tatapan setiap wanita yang menatap Reza.


Apalagi suaminya itu sangat tampan, tinggi, gagah dan harum aroma rupiah dari tubuh Reza.


"Keluarkan ponsel terbaik dan keluaran terbaru yang kalian miliki. Biarkan nanti istri saya yang memilih nya!" titah Reza dengan nada tegas dan dingin tak terpengaruh dengan kecantikan pegawai wanita itu.


Degg.


Hanna tersenyum cerah, pipinya merona mendengar Reza yang baru saja mengakui status nya sebagai istri di depan umum.


Terima kasih ya Allah, karena telah menuntun suami hamba perlahan berubah menjadi lebih baik dan dia mau mengakui hamba sebagai istrinya. Hamba mohon bukakan pintu hati suami hamba agar mau mencintai hamba batin Hanna berdoa.


"Mas Reza!" panggil seorang wanita membuat Hanna dan Reza menoleh ke samping.


*


*


*


Hayo siapa itu?? 🤭🤭 Tenang ya, Bun 😁 gak ada pelakor … kalau model laki-laki macam Reza mah pelakor lewat karena gak bakal tahan hidup Ama gunung Everest 🤣🤣


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2