Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Dari Polos Berubah Liar


__ADS_3

Setelah berdebat dengan Amira, Reza langsung mengajak Hanna pulang. Selama perjalanan, pria itu asih mendumel karena merasa kesal dengan Amira.


"Bisa-bisanya dia katain aku impoten hanya karena gak gatal sama dia! Benar-benar buat aku kesal!"


Pria tampan itu tak henti-hentinya mendumel membuat Hanna berusaha menahan tawanya. Dia merasa terhibur melihat suaminya yang berubah menjadi seperti wanita.


"Gak tahu aja dia kalau aku bisa buat kamu ah ah di atas ranjang!" ketus Reza membuat Hanna langsung mencubit pinggang suaminya yang sedang menyetir itu.


"Auch … sakit, Sayang!" Reza meringis kesakitan menatap kesal Hanna karena telah berani mencubit pinggang nya.


Untung saja cinta, kalau tidak sudah pasti Hanna ia maki saat ini.


"Makanya kalau ngomong di filter, Mas. coba kalau ada orang lain di antara kita saat ini. Apalagi kalau sampai cewek, sudah pasti mereka akan membayangkan bagaimana kamu kalau di atas ranjang, dan tidak menutup kemungkinan mereka akan berhasrat bila melihatmu!"


Wanita itu berkata dengan segala kemungkinan yang ia pikirkan. Hanna merasa tak suka mendengar kata-kata Reza yang vulgar.


Atau lebih tepatnya dia tak suka bila Reza berkata seperti itu di depan orang banyak.


Reza yang mendengar nya pun membenarkan. Tak mungkin bila wanita lain tak akan berhasrat bila mendengar kata-katanya tadi.


"Kamu benar, Sayang. Apalagi kalau sampai yang mendengarnya itu Amira! Bisa habis aku jadi fantasi liarnya!" ujar Reza setuju membuat Hanna mengangguk.


Keduanya pun langsung segera pulang ke rumah. Sedangkan di sisi lain Amira merasa sangat kesal karena ditinggalkan oleh Reza dan Hanna begitu saja.


"Mira, kita jadikan balikan! Kali ini aku benar-benar serius akan menikahi kamu!" ujar dokter itu seraya menggenggam tangan Amira.

__ADS_1


Wanita itu menatap dingin mantan nya itu.


"Bukannya seperti katamu dulu kalau mantan itu sampah, tidak boleh dipungut!" tukas Amira tersenyum sinis.


Dokter tersebut pun menghela nafas berat, dia menatap sendu wajah cantik Amira yang dipoles make up menor. Padahal dulu gadis di depannya ini tak suka merias wajahnya.


"Mira, aku minta maaf! Aku sadar kalau aku salah karena udah putusin kamu dulu dan aku sangat menyesal sekarang. Jadi, please! Forgive me!"


Dokter itu menggenggam tangan Amira. Namun, wanita itu malah menghempaskan tangannya dengan kasar.


"Jangan pernah menyentuhku lagi, cukup keperawanan ku yang kamu ambil! Cukup anakku yang meninggal karena ulah mu, jadi jangan pernah berharap kalau aku bakal balikan sama pria brengsek seperti kamu, Fahri!"


Amira berkata dengan nada tegas menatap tajam mantan nya. Wanita itu teringat akan masa lalunya yang kelam. Dia yang dulunya polos dimanfaatkan oleh Fahri.


Keperawanan nya hilang dan dia hamil, lalu dengan br*ngsek nya Fahri malah mencampakkannya. Hingga Amira merasa stress dan calon anaknya tak dapat diselamatkan.


"Mira."


"Aku benci kamu, Fahri. Bahkan, melihatmu saja aku sudah muak! Jadi, please … get away from me!"


Amira pergi meninggalkan Fahri yang mematung. Pria tampan berbalut jas putih itu menatap sendu punggung Amira.


Fahri adalah kakak senior Amira di kampus. Pria itu merupakan pria yang paling diidolakan oleh para gadis di kampus dan dia mendekati Amira karena gadis itu sangat polos dan tak tertarik padanya dulu.


Amira yang polos pun dengan malu-malu sampai mau menyerahkan keperawanannya. Namun, setelah Fahri mendapatkan keperawanan Amira.

__ADS_1


Fahri dengan kejamnya mencampakkan Amira dan malah menyuruh Amira menggugurkan kandungannya, karena saat itu Fahri masih labil.


Namun, saat sikap Amira yang dulunya polos berubah menjadi liar membuat Fahri merasa bersalah, karena telah menodai kepolosan Amira dan membuat wanita itu kehilangan jati dirinya.


Itulah sebabnya Hendri mengatakan dia tak mengenali Amira semenjak kuliah.


Amira mendatangi rumah sakit untuk membeli obat penenang sekaligus memeriksa kesehatan nya. Tetapi, dia tak sengaja bertemu dengan Fahri.


"Maaf, Mira. Aku salah dan aku janji gak bakalan menyerah secepat ini!" ujar Fahri pelan penuh penyesalan.


*


*


*


Maaf kemarin author gak update karena seharian di luar rumah. Sebab nungguin kacamata buat author.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Mampir juga ke novel temen author 🥰

__ADS_1



__ADS_2