
Hendri yang mendengarnya pun merasa gemas dengan istrinya. Baru saja mereka baikan, tapi wanita itu sudah mengajak bertengkar lagi dengan bertanya seperti itu.
"Kalau di masa depan aku buat masalah lagi bagaimana?" tanya Eka dengan suara parau.
"Maka aku akan terus bersabar. Seperti yang aku katakan tadi kalau aku udah cinta mati sama kamu! Lebih baik aku memberikan beribu kesempatan untuk kamu daripada harus mencari wanita lain!" balas Hendri lembut seraya mengusap pipi istrinya.
Hari Eka merasa bahagia dan sedih saat bersamaan. Wanita cantik itu bahagia karena memiliki suami sebaik Hendri dan sedih karena telah membuat Hendri kecewa.
"Dan aku janji akan berubah menjadi istri yang lebih baik! Aku akan patuh sama kamu selama itu perintah yang baik!"
Eka berkata sungguh-sungguh, wanita cantik itu ingin berubah menjadi pribadi yang baik agar tak mengulangi kesalahan yang sama.
Meski nantinya dia tahu akan ada tantangan dan rintangan karena orang tuanya pasti tak setuju bila dia menjadi ibu rumah tangga, karena sedari kecil Eka dituntut menjadi wanita karir.
"Hari ini kamu gak kerja?" tanya Eka manja seraya mendekap pinggang suaminya itu posesif.
"Enggak, aku ambil cuti selama dua Minggu."
"Kenapa sangat lama? Apa Mas Reza mengizinkan kamu cuti selama itu?" tanya Eka yang merasa heran.
"Dia pasti izinin aku cuti, Sayang. Karena sudah beberapa tahun aku kerja, tapi jarang cuti karena aku lebih milih kerja dan cuti saat aku benar-benar ingin."
"Selama cuti aku mau ajak kamu ikut program hamil dan bulan madu ke Sumba! Aku ingin punya quality time sama kamu!"
Hendri mengutarakan maksudnya membuat Eka merasa bahagia. Tentu saja wanita itu setuju dengan ajakan Hendri karena dia juga ingin liburan bersama dengan suaminya.
*
*
*
__ADS_1
Reza sedang bermalas-malasan di atas ranjang. Entah mengapa pria tampan itu merasa sangat malas dan bad mood bekerja.
Hanna hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku suaminya yang seperti pengangguran.
Hanya tahu makan, minum, tidur dan buang hajat saja. Selebihnya Reza banyak tidur, sehingga membuat perut pria itu yang awalnya kotak-kotak kini berubah menjadi perut ibu hamil dua bulan.
"Mas, olahraga yuk! Biar badan Mas lebih bugar. Jangan buncit seperti ini, nanti bisa-bisa orang salah sangka lihat perut kamu yang lebih buncit dari perut aku!"
Hanna mengajak suaminya yang sedang bermain game mobile legend di kasur.
And Enemy you has been slank.
"Bentar sayang … aku lagi lawan monster ini!" ujar Reza tanpa melihat wajah Hanna yang sudah kesal.
"Mas, tapi ini dedek nya yang mau olahraga bareng Papanya. Bukan aku!" rengek Hanna mengelus perutnya yang masih rata karena usia kehamilan nya masih lima Minggu.
Mendengar ucapan Hanna bahwa sang calon anak yang meminta pun membuat Reza segera menoleh ke arah perut Hanna.
"Nak, keinginan kamu di pending dulu, ya. Papa lagi mabar ML sama temen Papa. Kalau Papa tiba-tiba hilang mereka bakal maki Papa! Ngertiin Papa ya, Sayang!"
Senyuman Hanna langsung pudar mendengar penuturan Reza. Dia melongo, wanita itu tak habis pikir bagaimana bisa Reza lebih memilih Mabar ML bersama temannya?
Astaghfirullah …
Hanna belum tahu kalau pria bila sudah bermain game bersama temannya pasti akan lupa waktu dan tentunya lupa istri juga.
"Ah … apa, Sayang! Kamu izinin Papa ML sama temen Papa! Masya Allah … anak Papa memang the best! Masih dalam perut tapi udah baik!" ujar Reza seraya mendekatkan telinganya dengan perut Hanna.
Pria tampan itu berlagak seperti bisa mendengar suara calon anak mereka yang berada di dalam perut Hanna.
Membuat wanita berhijab itu langsung menjewer telinga Reza dengan kencang, hingga membuat suaminya itu meringis kesakitan.
__ADS_1
"Auch … astaghfirullah, sakit banget, Sayang!" Reza meringis kesakitan.
"Semenjak kamu mengidap kehamilan simpatik tingkah kamu benar-benar ngeselin banget, Mas! Ya Allah … astaghfirullah! Kamu kalau udah main game bareng temen kamu pasti lupa waktu dan lupa istri! Sekarang juga kita olahraga."
"Atau gak ada jatah selama seminggu!" ancam Hanna membuat Reza segera mematikan ponselnya.
"Kita olahraga sekarang juga!" tegas Reza cepat karena tak sanggup bila berpuasa selama seminggu.
Boro-boro seminggu, dua hari gak dapat jatah aja aku bisa pusing, apalagi seminggu. Bisa-bisa aku tipes batin Reza takut.
*
*
*
Wkwkwkwk 🤣 Babang Reza benar-benar nyebelin ya, Bun 🙈
Kebiasaan bapak-bapak emang kalau udah main sama temen pasti suka lupa istri wkwkwkwk 🤣 sama macam kita yang ngerumpi sampai lupa suami di rumah karena merasa masih jomblowati 🙈🙈
Nanti malam bakal ada pengumuman give away, maaf telat karena author kemarin lagi sibuk banget.
Insya Allah up akan kembali teratur 🥰🥰
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir juga ke novel temen author 🥰
__ADS_1