
"Mas, aku mau es krim!" Hanna merengek pada Reza membuat pria tampan itu tak menjawab sepatah kata pun.
Reza hanya berjalan menuju ke mobil truk es krim. Hanna berdecak kesal di kala Reza berjalan sendiri tanpa menggenggam tangan nya.
Wanita itu menghentikan langkahnya membiarkan Reza berjalan sendiri.
"Punya suami rasa tiang Telkom benar-benar bikin gemes. Kadang lemot kadang 4G. Kadang mencair kadang beku!" sungut Hanna kesal melihat Reza yang sudah berdiri di depan truk es krim.
Reza tak menyadari Hanna tidak berada di sampingnya.
"Selamat datang, Tuan. Anda ingin memesan es krim rasa apa?" tanya penjual Turki itu menggunakan bahasa Inggris karena melihat wajah Reza yang mirip orang Asia.
"Kamu mau pesan apa, Han?" tanya Reza tanpa menoleh ke samping.
"Anda berbicara dengan siapa, Tuan?" Penjual es krim tersebut merasa bingung melihat Reza yang seperti sedang berbicara dengan seseorang.
"Dengan istri saya." Reza menoleh ke samping, namun tak menemukan Hanna membuat pria itu terkejut.
"Loh, kok gak ada!" Reza celingukan mencari keberadaan Hanna.
Pria itu melihat istrinya berjongkok tak jauh darinya. Hanna menatap kesal Reza yang baru saja menyadari keberadaannya.
Reza memanggil Hanna memberi kode agar istrinya itu segera mendekat ke arahnya.
"Dasar suami gak peka! Aku doakan semoga kamu bucin sama aku!" Hanna berteriak kesal membuat orang-orang di sekitarnya menatap aneh ke arahnya.
Hanna bangkit berdiri lalu berbalik arah membuat Reza heran.
"Tuan, apa Anda jadi membeli es krim nya?"
"Sebentar. Aku ingin mengejar istri ku yang mencoba kabur!" balas Reza lalu berlari mengejar Hanna.
"Han, kamu kenapa lari? Siapa yang kejar kamu?" teriak Reza mengejar Hanna.
Sungguh bodoh pertanyaan Reza, tentu saja Hanna lari karena di kejar olehnya. Dasar suami tidak peka, suami es balok. Suami kulkas dua pintu.
Hanna tak henti-hentinya mengomel dalam hati.
__ADS_1
"Hanna, stop!" Reza terus mengejar Hanna membuat semua orang di sekeliling mereka menatap aneh keduanya.
Kaki Hanna tersandung batu membuat wanita cantik itu terjatuh ke jalanan.
Bruk.
"Haduh."
"Astaghfirullah, Hanna! Kenapa kamu cium jalan?" Reza bertanya bodoh dengan suara yang terengah-engah membantu Hanna bangun.
Hanna menangis karena merasa lututnya sakit. Terlebih lagi mendengar pertanyaan Reza yang sangat menjengkelkan.
Aku kualat sama suami batin Hanna menangis.
"Sakit, Mas." Hanna menangis seperti anak kecil membuat Reza salah tangkap.
"Apanya yang sakit? Itu nya sakit lagi?" tanya Reza yang mengira mahkota Hanna yang sakit akibat terong ungu nya semalam.
Karena saat bangun pagi tadi, Hanna sempat tak bisa berjalan. Membuat Reza salah mengartikan kata sakit tersebut.
Sontak saja pipi Hanna merah merona mendengar pertanyaan Reza. Amarahnya yang meluap-luap sedari tadi langsung sirna karena menatap raut wajah khawatir di wajah datar Reza.
"Bukan, Mas. Tapi, lututnya yang sakit," cicit Hanna pelan menundukkan wajahnya tak berani menatap wajah tampan Reza.
"Oh. Aku kira itu nya, kalau iya juga gak apa-apa. Aku bawa salep nya!" jawab Reza polos mengeluarkan botol kecil di sakunya.
Hanna benar-benar ingin menenggelamkan wajahnya ke dasar lautan saking malunya dengan Reza.
Ngeselin banget, sih. Untung aku cinta sama kamu, Mas batin Hanna menggerutu.
"Kamu bisa jalan?" tanya Reza pada Hanna dan di jawab gelengan kepala oleh istrinya.
"Ya sudah, naik ke punggung ku!" titah Reza berjongkok membelakangi Hanna membuat wanita itu tersenyum cerah.
"Luka membawa berkah!" gumam Hanna bersyukur lututnya terluka karena bisa di gendong Reza.
Hanna segera memeluk leher Reza. Pria itu mencengkram paha istrinya. Untung saja Hanna memakai celana jins di padu dengan semua jas.
__ADS_1
Hingga membuat Reza mudah menggendong istrinya.
"Kenapa tadi kamu lari, Han?" tanya Reza berjalan santai menuju penjual es krim yang tadi.
"Kamu sih, Mas. Masa gak ada romantis nya. Jalan sendirian padahal ada aku disampingmu. Aku iri lihat turis lain yang jalan gandengan tangan sama pasangannya!"
Hanna mengeluarkan uneg-uneg yang sedari ia tahan.
"Emang mau nyebrang gandengan segala!" Reza tertawa geli membuat Hanna semakin kesal.
"Dasar gak romantis." Hanna mencubit pipi Reza membuat pria itu langsung menoleh ke arahnya.
"Semalam 'kan udah romantis nya. Kalau sering-sering romantis yang ada kamu gak bisa jalan, Han!" balas Reza membuat Hanna seketika menelan ludah kasar.
Ia paham romantis yang di sebut Reza tak lain adalah ibadah malam.
"Romantis itu punya banyak ragam, Mas. Gak mesti di atas ranjang! Ah … susah ngomong sama patung!" sungut Hanna membuat Reza mencoba menahan tawanya.
"Ya, aku adalah patung dewa Yunani yang sangat tampan dan rupawan!" ujar Reza sombong membuat Hanna semakin kesal langsung menggigit leher Reza.
"Ah, sakit, Han!"
*
*
*
Wkwkwkwk … aku juga rela jatuh, Bang🤣🤣 biar aku di gendong juga🙈🙈
Jangan minta visual Reza dan Hanna, ya. Cukup bayangkan kalau yang jadi Hanna itu kita dan Reza suami kita 🤣🤣
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️ 🥰
__ADS_1