
Matahari terbit dari ufuk timur, cahaya nya yang keemasan memasuki celah jendela kamar hotel. Membuat sepasang insan yang sedang tidur dengan rambut basah seraya berpelukan terusik.
Reza membuka matanya perlahan, serempak dengan Hanna. Keduanya saling tersenyum manis.
"Selamat pagi!" ucap Reza dengan suara serak khas bangun tidur.
Hanna tersipu malu melihat senyuman manis Reza yang sangat memabukkan.
"Selamat pagi, Mas."
Reza menyingkirkan rambut halus yang menutupi wajah Hanna. Sontak perlakuan manis tersebut membuat Hanna merasa bahagia.
Ada rasa hangat yang menjalar dalam hatinya karena perubahan sikap Reza yang dulunya beku seperti es balok, kini mencair seperti es krim.
"Hari ini kamu mau jalan-jalan?" tanya Reza lembut dengan raut wajah yang kembali datar.
"Mau, Mas. Mumpung kita lagi di Turki, aku ingin mendatangi tempat wisata yang indah!" ujar Hanna tersenyum cerah penuh semangat.
"Baiklah. Kalau begitu kita siap-siap sarapan dulu habis itu langsung berangkat!"
"Baik, Mas."
Keduanya pun bergegas guna memakai pakaian mereka. Setelahnya Reza dan Hanna sarapan pagi.
__ADS_1
Hanna merasa insecure melihat hidung wanita Turki yang rata-rata mancung.
"Cewek cewek Turki cantik ya, Mas. Hidung mereka mancung semua!" ujar Hanna pelan saat menatap hidung pegawai hotel.
"Kamu juga mancung!" balas Reza santai tanpa melihat pegawai hotel tersebut. Dia asik merangkul pinggang Hanna melangkah pergi keluar dari hotel.
"Ck … aku mancung ke dalam, Mas."
Hanna mengerucutkan bibirnya membuat Reza terkekeh geli. Pria tampan itu menarik gemas hidung wanitanya itu.
"Yang penting kamu udah ada yang punya. Jadi, gak masalah mau mancung atau enggak."
Reza berkata santai membuat hati Hanna berbunga-bunga. Dia merasa bersyukur dengan sikap Reza yang dingin. Setidaknya pria itu juga dingin pada wanita yang lain.
"Kamu mau singgah ke blue mosque?" tanya Reza membuat mata Hanna berbinar terang.
"Mau banget, Mas."
"Ya sudah, ayo!"
Hanna berdecak kagum menatap Blue mosque yang berdiri megah di hadapannya.
Blue mosque merupakan masjid megah di Turki yang memiliki keunikan tersendiri. Mesjid ini di bangun oleh Sultan Ahmed 1 yang berasal dari dinasti Ottoman abad ke 14, sedangkan konstruksi bangunan nya di bangun pada tahun 1609.
__ADS_1
Keduanya masuk ke dalam masjid biru itu. Tak henti-hentinya Hanna berdecak kagum melihat keindahan masjid biru.
Hanna memeluk pinggang Reza. Dia merasa terharu sekaligus bahagia karena setelah dirinya menikah dengan Reza hidup Hanna semakin berwarna.
"Makasih ya, Mas. Kamu udah ngajak aku liburan ke luar negeri. Padahal aku gak pernah mimpi jalan ke Turki!" ujar Hanna menatap Reza dengan tatapan sendu nya.
Reza menarik sudut bibirnya kecil. Pria tampan itu membawa kepala Hanna masuk ke dalam pelukannya.
"Aku yang seharusnya bilang terima kasih karena sudah mau bertahan di sisiku," ujar Reza dalam hati.
Pria itu belum berani mengakui perasaannya secara langsung. Ego Reza begitu besar.
Keduanya tak sadar bahwa sedari mereka keluar dari hotel dua orang mengikuti mereka sedari tadi.
"are you sure they have a lot of money? (Apa kamu yakin kalau mereka punya banyak uang?)" tanya seorang pria pada temannya.
"Of course, they are tourists. So, automatically they get a lot of money! (Tentu saja, mereka turis. Otomatis mereka banyak uang)"
Keduanya menyeringai penuh arti saat Hanna dan Reza keluar dari masjid biru lalu masuk ke dalam mobil mereka.
Hayo … ada apa gerangan? 🙈🙈
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏