Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Pulang Ke Indonesia


__ADS_3

Reza, Hanna, Mark dan Darius telah tiba di Bandara. Reza telah membeli tiket ke Paris untuk dua bersaudara itu. Sedangkan dirinya memesan tiket pulang ke Indonesia.


Mereka menumpangi pesawat yang berbeda.


"Terima kasih, Reza. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu! Semoga saja suatu saat nanti kita bertemu lagi dan saat itu aku bisa membalas kebaikanmu!" ujar Darius yang tak lagi memakai bahasa baku.


Reza merasa kurang nyaman di panggil Tuan karena Darius dan Mark berasal dari Paris yang budaya di sana memanggil orang yang lebih tua menggunakan nama.


"Sama-sama. Hiduplah dengan baik, jangan sampai mencuri lagi. Kalau yang kalian curi adalah harta orang kaya itu tidak terlalu masalah. Tapi, bagaimana kalau korban nya orang miskin? Pasti mereka akan menangis karena tidak bisa membeli beras untuk di makan!"


Reza berkata bijak memberikan nasehat pada dua bersaudara itu. Wajah Mark dan Darius sangatlah tampan, sangat tak cocok bila mereka jadi perampok.


Setelah mengucapkan salam perpisahan mereka pun berpisah. Darius sempat meminta kartu nama Reza sebelum berpisah.


Hanna melihat wajah suaminya yang terlihat muram. Reza menatap lurus keluar jendela pesawat.


"Sabar, Mas. Semuanya pasti ada titik terangnya! Kamu pasti bisa melewati semua ini!" Hanna menggenggam tangan Reza lembut membuat hati pria tampan itu menghangat.


"Aku hanya takut bangkrut, Han. Sangat banyak kepala keluarga yang bergantung pada perusahaan ku."


Reza memikirkan nasib para bawahannya membuat Hanna merasa kagum.


Dia tak menyangka suaminya yang seperti kanebo kering ternyata juga memikirkan hidup orang lain.


"Mas, dalam hidup ini ada beberapa yang tidak perlu kita pikirkan. Salah satu di antaranya rezeki."


"Urusan kita manusia itu hanya berdoa dan berusaha, sedangkan hasil itu urusan Allah. Setiap makhluk telah di jamin rezekinya, bahkan hewan melata pun tidak akan kelaparan karena Allah yang menjamin rezekinya."


"Begitu juga dengan kamu, aku dan para bawahan kamu. Ada Allah yang menjamin rezeki kita semua!"


"Jangan pernah merisaukan rezeki, Mas. Itu sama saja seperti kamu menghina Allah karena tidak mempercayai Allah."

__ADS_1


Hanna berusaha memberikan pengertian pada Reza membuat pria itu terdiam tak menjawab sepatah katapun.


Hanna memberanikan diri membawa kepala Reza agar bersandar di pundaknya.


"Pejamkan matamu, Mas. Istirahat sebentar karena aku tahu saat tiba di Indonesia nanti pasti tidak sempat istirahat lagi!" lirih Hanna seraya mengelus kepala suaminya.


"Hemm."


Reza berdehem pelan lalu mengikuti perintah Hanna. Saat ini dia hanya butuh ketenangan dan ketenangan itu dia dapat berada di dekat Hanna.


*


*


Indonesia.


"Eka, stop. Jangan keluar dari rumah, aku ingin saat ini kamu di rumah saja dan tunggu aku pulang kerja! Aku butuh kamu saat ini, Sayang. Perusahaan Reza lagi bermasalah!"


Hendri mencekal tangan istrinya yang membawa koper ingin keluar negeri karena ada urusan pekerjaan.


"Maaf, Mas. Aku gak bisa! Karena cabang perusahaan papa yang di Thailand lusa akan melakukan perayaan atas keberhasilan ku yang berhasil memenangkan tender!"


Eka tetap kekeh ingin pergi membuat Hendri merasa kecewa dan marah, karena selama mereka menikah Eka tak pernah patuh padanya.


Eka hanya patuh pada orang tuanya. Hendri berusaha sabar karena dirinya sangat mencintai istrinya.


"Tapi, aku lagi butuh kamu, Ka. Please … kali ini aja turuti permintaan ku, aku ingin kamu menemani ku di rumah!"


Hendri menatap Eka dengan tatapan penuh harap.


"Makanya, Mas. Sudah berapa kali aku bilang lebih baik kamu resign dari perusahaan Mas Reza dan kerja di perusahaan papa sebagai CEO."

__ADS_1


"Bahkan, gaji CEO sepuluh kali lipat dari gaji kamu sebagai sekretaris!" ujar Eka blak-blakan membuat Hendri mengepalkan tangannya erat.


Inilah yang membuat pria itu selalu kalah dari Eka. Istrinya berasal dari keluarga konglomerat, sedangkan Hendri hanya anak sopir.


"Ka, kamu istri aku! Tolong hargai aku sebagai suami kamu. Aku gak larang kamu kerja, tapi tolong kamu jangan pergi saat ini. Aku benar-benar butuh kamu!"


"Lagian kamu ke Thailand bukan untuk kerja, hanya menghadiri acara saja!"


Hendri berusaha membujuk istrinya membuat Eka merasa kesal.


"Maaf, Mas. Aku harus pergi! Kalau kamu mau dekat-dekat dengan aku, maka resign dari perusahaan sahabat kamu itu dan gabung ke perusahaan Papa agar kita bisa selalu bersama!"


Eka menghempaskan tangan Hendri lalu keluar dari rumahnya tanpa memperdulikan Hendri yang memanggilnya.


"Akkkk … bagaimana aku bisa kerja di perusahaan Papa kamu? Bisa-bisa aku makin dipandang sebelah mata oleh keluarga kamu!"


Hendri mengacak-acak rambutnya frustasi. Pria itu segera mengambil kunci mobilnya lalu segera menuju ke perusahaan Reza.


*


*


*


Seperti biasa di setiap novel author pasti tidak hanya fokus pada tokoh utamanya saja. Ceritanya akan relate agar tidak monoton dan author bosan nulis 😁😁😁πŸ₯°


Lemes BESTie komentarnya makin hari makin dikit πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜­πŸ˜­


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh


__ADS_2