Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Melahirkan?


__ADS_3

Hanna bangun di tengah malam saat merasakan perutnya terasa mulas. Wanita itu memiliki firasat bahwa dia akan melahirkan pada malam ini. Namun, Hanna mencoba menahannya karena perkiraan dokter dia akan melahirkan dua jari lagi.


Hanna bangkit dari kasur lalu mondar mandir di dalam kamarnya. Wanita itu mengelus perutnya yang terasa sangat mulas, pinggang nya juga merasa sangat sakit.


"Mas!" Hanna menepuk pipi Reza halus membuat pria tampan itu segera membuka matanya perlahan karena merasa terusik.


"Ada apa, Sayang? Kamu ingin itu lagi?" Reza bertanya pada Hanna karena akhir-akhir ini Hanna sangat suka melakukan ibadah malam.


Hanna menggelengkan kepalanya cepat.


"Sepertinya aku mau melahirkan, Mas. Perut aku mules banget, pengen BAB tapi gak bisa! Sepertinya ini tanda-tanda aku mau melahirkan deh, Mas!" ujar Hanna dengan nada lirih membuat pria tampan itu merasa terkejut. 


"Melahirkan? Bu-kannya kamu melahirkan dua hari lagi?" Reza bertanya dengan terbata-bata karena merasa gugup tak ada persiapan.


Padahal dia sudah mewanti-wanti orang tuanya dan orang tua Hanna akan tiba besok pagi ke rumahnya untuk menemani Hanna melahirkan.


Ternyata harapan tak sesuai ekspektasi. Hanna melahirkan tak sesuai perkiraan dokter.


"Nggak, Mas. Mungkin ini udah waktunya! Mas, cepat antar aku ke dokter … ya Rabb! Sakit banget ya Allah. Mas, aku gak tahan lagi!" Hanna menggigit bibirnya seraya mencengkram tangan Reza erat membuat pria tampan itu meringis kesakitan. 


Keringat dingin membasahi wajah pucat Hanna membuat wanita cantik itu terlihat bak mayat hidup karena wajah Hanna yang pucat pasi.


"Sabar, Sayang. Aku akan bawa kamu ke rumah sakit!" Reza bangkit dari tempat tidur lalu berlari mengambil jilbab besar Hanna dan memakaikan nya pada istrinya itu dengan lembut.


Hanna mengalungkan kedua tangannya di leher Reza saat tubuhnya melayang ke udara diangkat oleh Reza.


"Mas, sakit ya Allah!" Hanna meneteskan air matanya saat perutnya mengalami kontraksi.


Rasanya benar-benar sangat sakit. Ternyata apa yang dikatakan oleh ustadzah nya dulu benar bahwa wanita yang melahirkan nanti akan merasakan rasa sakit yang amat sangat.


Rasa sakit yang tak akan pernah dirasakan oleh pria dan hanya bisa dirasakan oleh wanita.

__ADS_1


"Istighfar, Sayang! Banyak-banyak dzikir!" titah Reza panik seraya memasukkan Hanna je dalam mobilnya.


Setelah itu Reza segera berlari masuk ke dalam mobil dan menyetirnya keluar dari gerbang rumahnya.


"Pak Li, besok kalau orang tua dan mertua saya datang bilang kalau kami ada di rumah sakit Cinta Kasih!" ujar Reza pada sekuriti kompleks.


"Baik, Pak Reza!"


Reza segera menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hanna tak melarang karena rasa sakit yang ia rasakan semakin menjadi-jadi.


"Ya Rahman, Ya Rahim! Duhai yang Maha Memudahkan. Mohon mudahkanlah segala urusan kami ya, Rabb. Hamba mohon tutuplah pintu kesulitan mu untuk kami!" Hanna berdoa pelan dengan suara tercekat.


Reza melirik ke arah Hanna sesekali membuat pria tampan itu merasa sangat khawatir. 


"Sayang! Sabar ya. Insya Allah sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit."


Reza menggenggam tangan Hanna lalu mengecup punggung tangan wanita cantik yang telah bertahta di dalam hatinya.


Tiba-tiba mobil Reza mogok di tengah jalan membuat pria itu panik. Reza segera memeriksa mobilnya dan ternyata Reza salah ambil kunci mobil.


"Mas, gimana ini?" tanya Hanna dengan suara yang sangat pelan dan terbata-bata.


"Aku telpon Hendri dulu, Sayang!" Reza segera menghubungi sahabatnya itu dan meminta tolong untuk segera datang.


 


Nafas Hanna ngos-ngosan karena rasa sakit kian menjadi-jadi. Sesuatu yang basah keluar dari area inti Hanna membuat wanita itu panik.


"Mas."


"Sayang, kamu kencing?" tanya Reza terkejut melihat cairan bening membasahi gamis yang di pakai oleh Hanna.

__ADS_1


"Bukan, Mas. Ini ketuban nya udah pecah! Bentar lagi anak kita akan lahir. Aw … Mas!" pekik Hanna menjerit memeluk perutnya yang membesar.


"Sayang."


"Telepon ambulans! Itu akan lebih cepat daripada kita tunggu Mas Hendri!" titah Hanna yang masih waras membuat Reza langsung patuh.


"Kenapa bukan sedari tadi aja aku telpon ambulans?" gumamnya pelan bertanya pada diri sendiri.


Dia segera menghubungi ambulans, tak lupa dia meminta dokter kandungan juga ikut serta. Delapan menit kemudian ambulans datang membuat Reza bernafas lega.


Dia segera membopong Hanna masuk ke dalam ambulans. 


"Ini sudah pembukaan terakhir, air ketuban nya juga sudah pecah!" ujar sang dokter membuat Reza khawatir.


"Terus bagaimana dokter?" tanya Reza.


"Ibu Hanna akan melahirkan di dalam mobil ambulans!" ujar sang dokter serius membuat Reza tersentak.


Anaknya lahir di ambulans?


*


*


*


Wkwkwkwk … babbang Reza beneran panik ya Bun 🤭


Maaf telat up karena author lagi datang bulan 🌙


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2