Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Mengintrogasi Hanna


__ADS_3

"Mas … tungguin!" Hanna berlari mengikuti Reza yang masuk ke dalam rumah. Wanita cantik itu masih bingung dengan sikap Reza yang seperti orang marah.


Padahal tadi di mall suaminya itu baik-baik saja. Bahkan, Reza sering tersenyum kecil saat jalan-jalan di Mall. Namun, kenapa saat ini pria itu berubah?


Reza mempercepat langkahnya, namun, sarung pria itu terlepas dari pinggang nya membuat Hanna tertawa lepas karena celana pendek yang Reza pakai bercorak Superman.


"Mas, kenapa gak pakai celana Patrick saja? Lebih keren karena warna nya pink!" ujar Hanna menghampiri Reza yang berusaha memakai sarung nya kembali.


Reza tetap diam saja, pria tampan itu enggan menanggapi candaan yang di lontarkan Hanna. Pria tampan itu masih menyimpan kekesalan dalam hati.


Dia melempar sarung asal lalu membiarkan celana Superman nya di lihat oleh Hanna. Karena saat ini pria tampan itu ingin mengintrogasi Hanna lebih dulu.


Hanna yang melihatnya pun mengusap tengkuknya yang gatal. Wanita itu juga ikut membuka hijabnya karena merasa kepanasan.


"Duduk!" titah Reza dingin membuat Hanna segera duduk. 


Entah mengapa wanita itu sangat takut melihat raut wajah Reza yang sangat mengerikan.


Saking takutnya Hanna duduk di lantai tepat di hadapan Reza dengan posisi seperti duduk antara dua sujud.


"Kenapa duduk di lantai? Duduk di sofa depan aku! Kamu bukan pembantu tapi istriku!" tegas Reza membuat Hanna patuh lalu bangkit duduk di sofa tunggal berhadapan dengan Reza.


"Jelaskan!" titah Reza dingin membuat Hanna menautkan alisnya tak mengerti.

__ADS_1


"Jelaskan apa, Mas?" tanya Hanna heran.


"Vero! Siapa dia? Kenapa kalian sepertinya dekat sekali?" tanya Reza dengan nada tegas penuh penekanan.


Hanna mengernyitkan dahinya, wanita itu merasa heran mendengar pertanyaan Reza.


Namun, wanita itu langsung tersenyum cerah ketika teringat sosok Vero yang sangat baik padanya di jaman dulu.


"Mas Vero itu seniorku di pesantren dulu. Dia murid Buya, kami dekat dulu bahkan sangat dekat. Mas Vero sering mengajarkan aku pelajaran kitab kuning dan tahsin Al-Qur'an dulu."


"Bahkan, dia yang jadi pembimbing aku saat lomba Tilawatil Qur'an dulu. Dia sangat baik, Mas Vero juga senior yang paling di idolakan teman-teman aku dulu!"


Hanna seakan lupa diri, wanita cantik itu menceritakan sosok Vero dengan senyuman cerah membingkai wajahnya. 


Dia tak menyadari bahwa sosok Reza sedang kepanasan mendengar cerita Hanna. Pria tampan itu bahkan membuka tiga kancing kemejanya.


Hati nya gerah, otaknya panas. Perasaan nya terbakar mendengar istrinya memuji pria lain di hadapan nya.


Hanna yang sedang bercerita pun langsung menutup mulutnya ketika sadar bahwa apa yang dia lakukan telah salah.


Tidak di benarkan bila seorang istri atau suami memuji wanita atau pria lain di hadapan pasangan nya.


Itu semua guna menjaga hati pasangan agar tak sakit. Hanna telah salah dan wanita itu mengakuinya.

__ADS_1


Tak seharusnya dia memuji Vero di hadapan Reza.


Ya Allah … ampuni hamba-Mu yang penuh kekhilafan ini batin Hanna merasa bersalah.


"Mas." 


Hanna bangkit dari sofa menghampiri Reza. Wanita cantik itu ingin menggenggam tangan Reza, namun pria tampan itu lebih dulu menarik tangan nya.


"Lalu kenapa kamu tidak menikah dengan dia? Kenapa menikah dengan ku? Bukankah dia sangat baik dan dia juga idola teman-teman kamu?"


Reza bertanyalah dengan nada yang sangat dingin membuat Hanna terhenyak mendengar nya.


*


*


*


Wkwkwkwk … kalau cemburu bilang bang 🤣🤣


Ada satu lagi ya … di tunggu up nya😁🥰


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2