Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Hanna melahirkan?


__ADS_3

Hendri terkejut, dunianya seolah berhenti saat mendengar ucapan Eka bahwa istrinya itu hamil. Air matanya jatuh dengan sendirinya tanpa bisa ditahan lagi. Bibir Hendri bergetar menahan Isak tangisnya.


"Kamu beneran hamil, Sayang?" tanya Hendri dengan suara serak. Pria itu melonggarkan pelukannya lalu menangkup pipi Eka yang sudah banjir akan air mata.


"He'um … lihat ini, Mas! Aku udah delapan kali tes urin dan ternyata benar kalau aku hamil!" Wanita cantik itu memungut delapan tespek dengan tangannya yang bergetar.


Dua tahun lebih suaminya menunggu kehadiran buah hati dan baru sekarang Eka bisa mengabulkan nya. Tentu saja itu atas kehendak Allah SWT.


Eka menangis sesenggukan, wanita itu memberikan tespek itu pada suaminya membuat Hendri langsung mengambilnya. Dia melihat dengan teliti dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh istrinya.


"Sayang." Hendri memeluk istrinya erat, keduanya menangis terharu karena merasa sangat bahagia.


"Terima kasih!" Berulang kali Hendri berterima kasih pada Eka membuat wanita itu semakin terisak.


"Bukan kamu yang bilang terima kasih, Mas. Tapi, aku! Hiks … aku yang bilang terima kasih karena kamu mau bertahan di samping aku, padahal selama ini aku udah jadi istri durhaka!"


Keduanya menangis haru, rasa bahagia karena telah lama menunggu kehadiran buah hati dan sekarang Allah memberikan apa yang mereka inginkan itu membuat keduanya merasa sangat bahagia.


Penantian mereka selama ini terjawab dan usaha mereka tidak sia-sia. 


"Udah, jangan nangis lagi! Ibu hamil gak boleh banyak nangis. Nanti kita ke dokter buat cek keadaan Hendri junior atau Eka junior di dalam sini!" ujar Hendri dengan suara yang masih serak seraya mengusap perut rata Eka.


Wanita itu mengangguk kepalanya, segera Eka hapus air matanya meski wanita itu kembali meneteskan air matanya. Hendri menggendong tubuh Eka membuat wanita itu terkejut.

__ADS_1


"Mas."


"Ibu hamil gak boleh capek!" Hendri mengecup bibir Eka membuat wanita itu tersenyum haru.


"Tapi, 'kan. Aku bisa jalan sendiri karena masih di dalam rumah!" balas Eka dengan suara serak.


"Gak apa-apa! Aku hanya ingin manjain kamu aja! Gak salah 'kan?" Hendri meletakkan Eka di atas kasur membuat wanita itu bersandar di tepi ranjang.


"Tapi, nanti kamu capek karena aku berat!" ujar Eka seraya mengusap pipi Hendri.


"Lebih berat beban hidup, Sayang! Daripada beban tubuh kamu!" canda Hendri membuat Eka tertawa geli lalu mencubit lengan Hendri.


"Kamu ini!"


Hendri menarik Eka masuk ke dalam pelukannya. Pria tampan itu merasa sangat bahagia karena kehidupan rumah tangga mereka berjalan semakin baik semenjak Eka mau berubah.


"Siapa, Mas?" tanya Eka.


"Reza, Sayang!"


"Angkat aja, siapa tahu penting!"


Hendri pun segera mengangkat telepon dari Reza. Pria itu merasa heran mengapa sahabatnya itu menelepon Hendri di malam hari.

__ADS_1


"Hal–apa? Hanna mau melahirkan?" Hendri terkejut saat mendengar suara Reza yang tampak sangat gugup.


"Oke aku akan ke sana!" Hendri segera menutup ponselnya. Pria tampan itu tampak sangat khawatir membuat Eka penasaran.


"Ada apa, Mas?"


"Hanna mau melahirkan dan mobil Reza mogok di tengah jalan saat ingin ke rumah sakit!" Hendri berkata dengan raut wajah yang sangat panik karena pria tampan itu merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi pada sahabat nya itu.


"Aku ikut, Mas."


"Ayo, Sayang!" ajak Hendri membuat Eka segera mengambil cardigan besar lalu memakainya guna menutupi lekuk tubuhnya.


Mereka berdua terburu-buru ingin menghampiri Hanna dan Reza.


*


*


*


Wkwkwkwk … babang Reza bukan ambulans yang di telpon tapi kang Hendri ya, Bun🙈 saking paniknya wkwkwkwk 🤣


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2